<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803</id><updated>2012-02-16T05:06:24.475-08:00</updated><title type='text'>Selamat Datang di Situs Kholifaur</title><subtitle type='html'>Situs kholifaur saat ini sedang dalam tahap uji coba</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-6514898231599400372</id><published>2011-08-14T17:57:00.000-07:00</published><updated>2011-08-15T17:40:48.563-07:00</updated><title type='text'>MEF yang ideal guna mengimbangi peningkatan kekuatan India, China, dan beberapa negara ASEAN</title><content type='html'>Konflik Kepualauan Spratley oleh China dengan beberapa negara ASEAN setidaknya memaksa Indonesia untuk turut andil guna membantu setidaknya mengurangi ketegangan di kawasan bersengketa tersebut. Walaupun dalam letak geografis Indonesia tidak begitu terpengaruh oleh konflik tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh dari konflik Spratley telah mendorong beberapa negara di kawasan ASEAN untuk berlomba-lomba meningkatkan kemampuan armada tempurnya. Sebut saja Vietnam dengan pembelian senjata 6 kapal selam diesel elektrik kelas Kilo dan 24 Sukhoi 30 dari Rusia, Malaysia dengan tambahan 2 kapal selam disesel elektrik kelas Scorpen dari Perancis, serta yang baru-baru terjadi Filipina yang dalam beberapa tahun belakangan jarang membeli alutsisa lethal ikut-ikutan menambah 2 unit sekelas fregat kapal perang penjaga pantai ex US coast guard. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dalam hal ini bertindak sebagai "Yang dituakan" di kawasan ASEAN sudah seharusnya memberikan perhatian lebih tidak hanya sekedar urusan diplomatik. Peningkatan anggara pertahanan kawasan ASEAN sudah sepatutnya diimbangi dengan adanya tambahan alutsista baru TNI yang apabila kita tracking melalui situs-situs internet tidak ada yang benar-benar lethal atau tidak sebanding dengan luas wilayah dan jumlah penduduk terbesar di ASEAN. Hal ini dapat dibandingkan dengan sebagai contoh Singapura negara kecil dengan luas hampir sama dengan Jawa Barat memiliki sejumlah alutsista yang mematikan dan boleh dibilang berlebih jika dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Indonesia yang digadang-gadang akan memenuhi prinsip MEF untuk alutsistanya. Berikut penjelasan MEF menurut beberapa sumber dan prediksi dari saya pribadi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TNI AD :&lt;br /&gt;&gt; Jumlah personel 328.517 reguler dan 400.000 cadangan &lt;br /&gt;&gt; MBT jenis T-90: 150 unit, Light Tank jenis Scorpion: 500 unit, IFV jenis K-20: 1.000 unit, APC jenis Anoa: 1.000 unit, Panser Kanon jenis tarantula: 250 unit&lt;br /&gt;&gt; Helikopter serbu berat jenis Mi-35: 20 unit, helikopter serbu ringan jenis NBO-105 30 unit, helikopter serbu angkut personel jenis Mi-8 30 unit, helikopter angkut jenis Super Puma 20 unit.  &lt;br /&gt;&gt; 5 Batalion Arhanud dengan kemampuan sekelas S-300 Triumph ditempatkan di Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TNI AL : &lt;br /&gt;&gt; 2 Kapal Selam Tipe 209, 4 Kapal Selam Kelas Changbogo, 4 Kapal Selam Kelas Kilo &lt;br /&gt;&gt;10 Fregate dengan kemampuan anti udara 8 X C-805, 8 X Mistral, anti permukaan 8 X P-800 Onyx Yakhont, dan anti kapal selam dengan 8 X SUT torpedo dan Roket RBU 6000, selain itu juga dilengkapi meriam oto melara, penangkis serangan udara sekelas Phalanx, dan masing-masing 1 helikopter ASW jenis NAS 332 Super Puma.  &lt;br /&gt;&gt; 20 Korvet dengan kemampuan anti udara 8 X Mistral, anti permukaan 8 X C-802, anti kapal selam 8 X SUT torpedo, meriam oto melara dan penangkis serangan udara sekelas Phalanx, masing-masing dilengkapi 1 helikopter ASW jenis NBO 105. &lt;br /&gt;&gt; 20 Kapal Cepat Rudal dengan kemampuan anti udara sekelas Phalanx, anti permukaan dengan 8 X C-705, dan anti kapal selam Roket RBU 6000. &lt;br /&gt;&gt; 10 LSD kelas Makassar&lt;br /&gt;&gt; 10 LST &lt;br /&gt;&gt; 1 LHD sekelas Canberra class&lt;br /&gt;&gt; 10 unit CN 235 MPA&lt;br /&gt;&gt; 5 unit CN 235 ASW dilengkapi 4 X rudal Harpoon  &lt;br /&gt;&gt; 20 unit CN 219 MPA&lt;br /&gt;&gt; 10 unit helikopter NAS 332 untuk angkut personel&lt;br /&gt;&gt; 5 unit CN 235 untuk angkut personel (Paratroopers) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TNI AU : &lt;br /&gt;&gt; 36 unit F-16 Blok C/D&lt;br /&gt;&gt; 24 unit SU 30 &lt;br /&gt;&gt; 16 unit F-50 Golden Eagle&lt;br /&gt;&gt; 16 unit Super Tucano&lt;br /&gt;&gt; 12 unit F-5 tiger &lt;br /&gt;&gt; 40 unit Hawk 100/200&lt;br /&gt;&gt; 4 unit CN 235 AWACS&lt;br /&gt;&gt; 8 unit Hercules versi tanker&lt;br /&gt;&gt; 40 unit Hercules tipe J (Angkut Personel)&lt;br /&gt;&gt; 1.000 unit QW 3 rudal manpads untuk Paskhas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-6514898231599400372?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/6514898231599400372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=6514898231599400372' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6514898231599400372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6514898231599400372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/08/mef-yang-ideal-guna-mengimbangi.html' title='MEF yang ideal guna mengimbangi peningkatan kekuatan India, China, dan beberapa negara ASEAN'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-3878926913007683592</id><published>2011-05-27T18:26:00.000-07:00</published><updated>2011-08-14T17:57:21.710-07:00</updated><title type='text'>PT. DI Akan Rakit T/F-50 untuk TNI</title><content type='html'>Indonesia telah mengalokasikan 400 juta USD untuk membeli 16 unit KAI T-50 jet latih terbaru melalui fasilitas kredit ekspor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Enes Park, Wakil Presiden Eksekutif KAI, bahwa Menteri Pertahanan RI telah menandatangani persetujuan pembeliannya pada hari rabu mendatang. Dalam perjanjian tersebut diharuskan bahwa pengiriman pesawat dalam jangka waktu 18 bulan sejak ditandatangani perjanjian tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumumuan pembelian pesawat tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari surat pemerintah Indonesia yag dikirim pada 12 April 2011 kepada KAI, perusahaan manufaktur pesawat T-50 sebagai tindak lanjut penggantian pesawat latih lawas BAE Hawk MK 53. Surat tersebut dapat dikatakan ketegasan pemerintah Indoneseia dalam membeli pesawat buatan Korea tersebut dengan menyingkirkan kompetitor dari T-50, seperti L-159 dan Yak-130. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 mesin jet General Electric F 404 akan diproduksi di fasilitas KAI di Sacheon, Korea Selatan. Mesin tersebut akan dikapalkan ke Indonesia dengan kondisi terpisah, dimana PT. DI yang akan menyelesaikan perakitannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-3878926913007683592?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/3878926913007683592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=3878926913007683592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3878926913007683592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3878926913007683592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/05/pt-di-akan-rakit-tf-50-untuk-tni.html' title='PT. DI Akan Rakit T/F-50 untuk TNI'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5870342209575331056</id><published>2011-05-13T18:13:00.002-07:00</published><updated>2011-05-13T19:49:25.104-07:00</updated><title type='text'>Menyambut Datangnya Alutsista Baru</title><content type='html'>Berita kepastian hibah 24 + 6 reserved F-16 ex USAF pada Desember ini membawa harapan akan terbentuknya suatu skuadron udara yang boleh disebut mengimbangi kekuatan udara setidaknya di wilayah ASEAN. Saat ini TNI AU sudah memiliki 10 unit F-16, sehingga total F-16 menjadi 34 unit, ditambah lagi Sukhoi yang akan digenapi menjadi 16 unit. Adapun total pesawat combatan TNI AU menjadi 122 unit (Setelah ditambah 10 unit Hawk MK 53, 8 unit Hawk 109, 29 unit Hawk 209, dan 15 F-5). Namun semua itu juga masih ada kemungkinan penambahan 12 unit T-50 dari Korsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan pesawat combatan bermesin jet. TNI AU juga akan kedatangan 16 unit Super Tucano yang mulai tiba pada tahun 2012. TNI AL juga sudah berbenah untuk menyambut kedatangan 2 unit kapal selam kelas Changbogo tipe 209 dan 1 unit fregat PKR Sigma. Begitupula dengan TNI AD yang akan menyambut datangnya 165 unit Tank berbagai jenis dalam waktu dekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan sejumlah alutsista baru dilain sisi menambah kekuatan tempur TNI, namun disisi lain sangat bertolak belakang dengan komitmen pemerintah yang jelas-jelas sudah dibentuk UU Revitalisasi industri pertahanan. Industri pertahanan dalam negeri kemungkinan hanya akan menjadi penonton datanganya sejumlah alutsista canggih dari negara luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih tentang masih belum bisa diproduksinya alutsista tersebut di dalam negeri membuat impor alutsista menjadi semakin halal. Ironi memang uang sejumlah 7 milyar USD kalau diinvestasikan untuk pengembangan industri pertahanan dalam negeri akan sangat membantu terutama dalam pembiayaan awal produksi, sehingga tidak perlu repot cari pinjaman bank sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kedatangan alutsista baru ini setidaknya mendatangkan kontribusi bagi industri pertahanan dalam negeri setidaknya dengan pola TOT dari negara pengekspor alutsista...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5870342209575331056?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5870342209575331056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5870342209575331056' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5870342209575331056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5870342209575331056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/05/menyambut-datangnya-alutsista-baru.html' title='Menyambut Datangnya Alutsista Baru'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-1742371342896589958</id><published>2011-04-15T20:05:00.001-07:00</published><updated>2011-04-15T20:33:18.502-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan TNI era 1960 s/d 1965</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-BOy409SqwkI/TakHqSoI8YI/AAAAAAAAAVA/evkku8ncc18/s1600/KRI%2BIrian%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 212px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BOy409SqwkI/TakHqSoI8YI/AAAAAAAAAVA/evkku8ncc18/s400/KRI%2BIrian%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596012435120648578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan militer indonesia era 1960 adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan belanda sudah tidak sebanding dengan indonesia, dan amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru uni sovyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1960, belanda masih bercokol di papua. Melihat kekuatan republik indonesia yang makin hebat, belanda yang didukung barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali belanda.&lt;br /&gt;Presiden sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “trikora” di yogyakarta, dan isinya adalah:&lt;br /&gt;1. Gagalkan pembentukan negara boneka papua buatan kolonial belanda.&lt;br /&gt;2. Kibarkan sang saka merah putih di seluruh irian barat&lt;br /&gt;3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-hwfaBasVQew/TakIe46Mj_I/AAAAAAAAAVQ/A0Xksv7KJK8/s1600/KRI%2BIrian%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 286px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hwfaBasVQew/TakIe46Mj_I/AAAAAAAAAVQ/A0Xksv7KJK8/s400/KRI%2BIrian%2B3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596013338750128114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kedekatan indonesia dengan sovyet, maka indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, us$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-p-o4PggmkAY/TakH_5-wOCI/AAAAAAAAAVI/ozmIGBpbITU/s1600/KRI%2BIrian%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 179px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-p-o4PggmkAY/TakH_5-wOCI/AAAAAAAAAVI/ozmIGBpbITU/s400/KRI%2BIrian%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596012806461732898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan utama indonesia di saat trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan sovyet dari kelas sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah kri irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali indonesia. (kapal-kapal terbaru indonesia sekarang dari kelas sigma hanya berbobot 1600 ton).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-nssZNyPKaDs/TakI5mp2ZiI/AAAAAAAAAVY/vgxMIqPVtjs/s1600/Mig%2B21%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-nssZNyPKaDs/TakI5mp2ZiI/AAAAAAAAAVY/vgxMIqPVtjs/s400/Mig%2B21%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596013797706196514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angkatan udara indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :&lt;br /&gt;1. 20 pesawat pemburu supersonic mig-21 fishbed.&lt;br /&gt;2. 30 pesawat mig-15&lt;br /&gt;3. 49 pesawat tempur high-subsonic mig-17.&lt;br /&gt;4. 10 pesawat supersonic mig-19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat mig-21 fishbed adalah salah satu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih amerika saat itu, pesawat supersonic f-104 starfighter dan f-5 tiger. Sementara belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan perang dunia ii seperti p-51 mustang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--t54EWv_OmE/TakNulGAO3I/AAAAAAAAAVw/G_tBcO1wJJg/s1600/MIG19flamesRB47.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--t54EWv_OmE/TakNulGAO3I/AAAAAAAAAVw/G_tBcO1wJJg/s400/MIG19flamesRB47.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596019105866988402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat mig-21 dan mig-17 di perang vietnam sampai mendorong amerika mendirikan united states navy strike fighter tactics instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama top gun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis tu-16 tupolev (badger a dan b). Ini membuat indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu amerika, rusia, dan inggris. Pangkalannya terletak di lapangan udara iswahyudi, surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-pyE-Vo-Do0E/TakKp6P_WUI/AAAAAAAAAVg/cuEZmfIzMIY/s1600/Tu%2B16.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 284px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-pyE-Vo-Do0E/TakKp6P_WUI/AAAAAAAAAVg/cuEZmfIzMIY/s400/Tu%2B16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596015727111788866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan china dan australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang as-1 kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas whiskey, puluhan kapal tempur kelas corvette, 9 helikopter terbesar di dunia mi-6, 41 helikopter mi-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat antonov an-12b. Total, indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, ak-47.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua membuat indonesia menjadi salasahtu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga amerika di bawah pimpinan john f. Kennedy memaksa belanda untuk segera keluar dari papua, dan menyatakan dalam forum pbb bahwa peralihan kekuasaan di papua, dari belanda ke indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-1742371342896589958?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/1742371342896589958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=1742371342896589958' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1742371342896589958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1742371342896589958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/04/kekuatan-tni-era-1960-sd-1965.html' title='Kekuatan TNI era 1960 s/d 1965'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BOy409SqwkI/TakHqSoI8YI/AAAAAAAAAVA/evkku8ncc18/s72-c/KRI%2BIrian%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7410253314935909716</id><published>2011-03-31T19:29:00.000-07:00</published><updated>2011-04-01T22:21:33.292-07:00</updated><title type='text'>Rafale VS Sukhoi 35 E</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-lq94vlRogv4/TZVIJ2FRwGI/AAAAAAAAAUo/L507Ag8Vd6Y/s1600/Rafale_B_at_Paris_Air_Show_2007.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lq94vlRogv4/TZVIJ2FRwGI/AAAAAAAAAUo/L507Ag8Vd6Y/s400/Rafale_B_at_Paris_Air_Show_2007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590453846424010850" /&gt;&lt;/a&gt; (Gambar: Rafale on taxiing) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafale merupakan pesawat tempur generasi 4,5 buatan Dassault Aviation Perancis, Debut Raffale dimulai pada 4 juli 1986 dan mulai terdengar keampuhan teknologinya baru-baru ini saat perang antara tentara koalisi dengan Rezim Khadafi. Rafale disinyalir telah melumpuhkan beberapa obyek pertahanan udara vital dan pesawat tempur. Namun sebuah pertanyaan muncul apakah kesaktian Rafale yang disebut oleh produsen Dassault Aviation sebagai Omnirole (Maha bisa) bukan Multirole seperti yang banyak disebut sebagai (Multi peran) bagai pesawat tempur buatan barat dan Rusia sudah sebanding dengan musuh yang dihadapinya..? Nyatanya tidak demikian pesawat tempur yang dihajarpun tak lebih dari sebuah pesawat tempur latih/ringan lawas buatan tahun 80an Soko Galib buatan Yugoslavia dan artileri pertahanan udaranya tak lebih dari rudal jarak pendek dan kanon anti udara yang pengaruhnya sangat kecil untuk menjatuhkan sebuah Rafale. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kemampuan Rafale yang half stealth (sulit dideteksi radar) dan radar AESA yaitu Radar Susunan Terpindai Elektronis Aktif yang dapat mengenali dan menembak musuh lebih dari satu target membuat Rafale pantas menyandang sebutan Omnirole, namun perlu dilihat pula bahwa harga 1 unit Rafale masih sangat mahal bagi negara dengan budget militer pas-pasan, per unitnya untuk ekspor dibanderol sekitar 90 juta dollar, belum termasuk persenjataan dan maintenance.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut performa Raffale (Sumber: Wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kru: 1–2&lt;br /&gt;    * Panjang: 15,27 m&lt;br /&gt;    * Lebar sayap: 10,80 m&lt;br /&gt;    * Tinggi: 5,34 m&lt;br /&gt;    * Luas sayap: 45,7 m²&lt;br /&gt;    * Bobot kosong: 9.500 kg (C), 9.770 kg (B),[76] 10.196 kg (M)&lt;br /&gt;    * Bobot maksimum lepas landas: 24.500 kg (C/D), 22.200 kg (M)[77]&lt;br /&gt;    * Mesin: 2× Snecma M88-2 mesin turbofan&lt;br /&gt;          o Dorongan kering: 50,04 kN masing-masing&lt;br /&gt;          o Dorongan dengan pembakar lanjut: 75,62 kN dengan M88-Eco (&gt;90 kN setelah &lt;br /&gt;            tahun 2010) masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Laju maksimum:&lt;br /&gt;          o Ketinggian tinggi: 2.390 km/jam [76]&lt;br /&gt;          o Ketinggian rendah: 1.390 km/jam&lt;br /&gt;    * Jarak jangkau: 3.700+ km&lt;br /&gt;    * Radius tempur: 1.852+ km pada misi penetrasi&lt;br /&gt;    * Batas tertinggi servis: 16.800 m&lt;br /&gt;    * Laju panjat: 304,8+ m/s&lt;br /&gt;    * Beban sayap: 326 kg/m²&lt;br /&gt;    * Dorongan/berat: 1,13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persenjataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Senjata api: 1× 30 mm (1,18 inci) GIAT 30/719B cannon dengan 125 bulatan&lt;br /&gt;    * Titik keras: 14 untuk Angkatan Udara Perancis (Rafale B,C), 13 untuk Angkatan &lt;br /&gt;      Laut Perancis (Rafale M) dengan kapasitas 9.500 kg bahan bakar eksternal dan &lt;br /&gt;      persenjataan,&lt;br /&gt;    * Rudal:&lt;br /&gt;          o Udara-ke-udara:&lt;br /&gt;                + MICA IR/EM atau&lt;br /&gt;                + Magic II dan di masa depan&lt;br /&gt;                + MBDA Meteor&lt;br /&gt;          o Udara-ke-tanah:&lt;br /&gt;                + MBDA Apache atau&lt;br /&gt;                + SCALP EG atau&lt;br /&gt;                + AASM atau&lt;br /&gt;                + GBU-12 Paveway II atau&lt;br /&gt;                + AM 39 Exocet atau&lt;br /&gt;                + Rudal nuklir ASMP-A&lt;br /&gt;    * Lainnya:&lt;br /&gt;          o Poda penentu sasaran Thales Damocles&lt;br /&gt;          o Poda pengintaian RECO NG&lt;br /&gt;          o sampai 5 drop tangki&lt;br /&gt;          o Rafale dapat juga memuat poda pengisian bahan bakar Rafale-ke-Rafale[78]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avionik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Radar Thales RBE2&lt;br /&gt;    * Sistem peperangan elektronik Thales SPECTRA.&lt;br /&gt;    * Sistem pencarian dan pelacakan infra merah Thales/SAGEM OSF (Optronique &lt;br /&gt;      Secteur Frontal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-fMMUlrMFgpI/TZVIV5we0pI/AAAAAAAAAUw/gB6dPrU-KvA/s1600/800px-Russian_Air_Force_Sukhoi_Su-35_Belyakov.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fMMUlrMFgpI/TZVIV5we0pI/AAAAAAAAAUw/gB6dPrU-KvA/s400/800px-Russian_Air_Force_Sukhoi_Su-35_Belyakov.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590454053568959122" /&gt;&lt;/a&gt; (Gambar: SU 35 E Super Flanker)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukhoi 35 E (Super Flanker) merupakan pesawat tempur multi peran layaknya Raffale, namun dengan sederet embel-embel dibelakangnya, seperti kelas berat, berjelajah panjang, bermuatan berat, dll. Pesawat ini hasil rancangan Mikhail Simonov seorang Sarjana Teknik Penerbangan yang mengawali debut pertamanya bersama Sukhoi pada tahun 1950. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukhoi Su-35 adalah versi perbaikan dari Sukhoi Su-27, dan pada mulanya didesain sebagai Su-27M. Pengembangan Su-27M bermula pada awal dasawarsa 1980-an.[10] Sebuah purwarupa Su-27M (T-10S-70) pertama diluncurkan pada tahun 1988. Perubahan dari Su-27 di antaranya kanard, mesin yang dinaikkan kualitasnya, radar baru, dan sistem kendali fly by wire digital.[11] Perubahan lainnya di antaranya kokpit kaca, probe pengisian bahan bakar di udara, gir moncong roda-kembar, radar yang lebih canggih, dua penyangga tambahan di bawah sayap, kapasitas bahan bakar yang lebih besar, dan sirip ekor yang lebih lebar dengan ujung serat karbon horizontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purwarupa pertama dipamerkan pada tahun 1992 di Pameran Dirgantara Farnborough.[13] Sukhoi mengubah desainnya untuk pesawat tempur dari Su-27M hingga Su-35 pada tahun 1993.[10] Sepuluh purwarupa Su-35 dibuat, empat di antaranya adalah ubahan Su-27 enam lainnya adalah sama sekali baru.[14] Tiga produksi Su-27M selesai dilakukan pada tahun 1996 dan diserahkan kepada Angkatan Udara Rusia (VVS) pada tahun itu juga untuk diujicoba.[15] Lima Su-35 digunakan oleh Tim Aerobatik Rusia. Secara keseluruhan 15 pesawat Su-35 (Su-27M) yang laik terbang telah diproduksi, termasuk di antaranya sebuah purwarupa Su-35UB dengan dua tempat duduk.[1] Dua dari Su-35 dimodifikasi menjadi Su-37 pada pertengahan akhir dasawarsa 1990-an.[16] Su-35 dijuluki dengan sebutan "Super Flanker".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun purwarupa asli Su-27M/Su-35 tidak pernah memasuki deretan produksi, ada banyak perbaikan yang diajukan yang disertakan ke dalam varian ekspor Su-27, misalnya Sukhoi Su-30MKI. Tetapi, Angkatan Udara Rusia tidak menerima varian yang lebih maju dan tetap menggunakan armada Su-27 yang diterima pada masa Soviet dulu, dengan sedikit tambahan Su-30 (Sumber: Wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debut pertempuran sukhoi 35 E memang belum pernah terjadi secara langsung dan terbuka apalagi dog fight namun SU 27 sempat digunakan dalam skala terbatas saat pertempuran 5 hari di Georgia pada tahun 2008 lalu, tidak seperti pesawat-pesawat tempur milik negeri paman sam semisal F-14, F-15, dan F-16, bahkan F-22 Raptor sekalipun pernah terlibat langsung dalam berbagai pertempuran aktif, bisa dimaklumi memang neger tersebut memiliki posisi yang penting sebagai polisi dunia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut data statis SU 35 E (Super Flanker) (Sumber: Wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kru: 1&lt;br /&gt;    * Panjang: 21,9 m&lt;br /&gt;    * Lebar sayap: 15,3 m&lt;br /&gt;    * Tinggi: 5,90 m&lt;br /&gt;    * Luas sayap: 62,0 m²&lt;br /&gt;    * Berat kosong: 18.400 kg[48]&lt;br /&gt;    * Berat terisi: 25.300 kg&lt;br /&gt;    * Berat maksimum lepas landas: 34.500 kg&lt;br /&gt;    * Mesin: 2× Saturn 117S dengan turbofan TVC&lt;br /&gt;          o Dorongan kering: 8.800 kgf[49] (86,3 kN) masing-masing&lt;br /&gt;          o Dorongan dengan afterburner: 14.500 kgf masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kecepatan maksimum: Mach 2,25[43] (2.390 km/h,[46]) pada ketinggian&lt;br /&gt;    * Jarak jangkau: 3.600 km ; (1.580 km di atas daratan)&lt;br /&gt;    * Jarak jangkau feri: 4.500 km dengan tangki bahan bakar tambahan&lt;br /&gt;    * Batas tertinggi terbang: 18.000 m&lt;br /&gt;    * Laju panjat: &gt;280 m/s&lt;br /&gt;    * Beban sayap: 408 kg/m²&lt;br /&gt;    * Dorongan/berat: 1,1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persenjataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1 × 30 mm kanon internal Gryazev-Shipunov GSh-30-1 dengan 150 putaran&lt;br /&gt;    * 2 × rel ujung sayap untuk peluru kendali udara ke udara R-73 (AA-11 "Archer") &lt;br /&gt;      atau poda ECM&lt;br /&gt;    * 12 × stasiun rangka dan sayap untuk sampai 8.000 kg artileri, termasuk peluru &lt;br /&gt;      kendali udara ke udara, peluru kendali udara ke darat, roket, dan bom seperti:&lt;br /&gt;    * Vympel R-27: R-27R, R-27ER, R-27T, R-27ET, R-27EP, R-27AE&lt;br /&gt;    * Vympel R-77: R-77, dan R-77M1, R-77T yang diajukan&lt;br /&gt;    * Vympel R-73: R-73E, R-73M, R-74M&lt;br /&gt;    * Kh-31: Kh-31A, Kh-31P (Peluru kendali anti-radiasi)&lt;br /&gt;    * Kh-35: Kh-59&lt;br /&gt;    * Kh-29: Kh-29T, Kh-29L&lt;br /&gt;    * Bom terpandu laser KAB-500&lt;br /&gt;    * Bom terpandu laser KAB-1500&lt;br /&gt;    * Bom terpandu laser LGB-250&lt;br /&gt;    * 250 kg bom tak-terpandu FAB-250&lt;br /&gt;    * 500 kg bom tak-terpandu FAB-500&lt;br /&gt;    * Roket terpandu laser S-25, roket tak-terpandu S-250&lt;br /&gt;    * Poda roket tak-terpandu S-8&lt;br /&gt;    * Poda roket tak-terpandu S-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avionik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Irbis-E PESA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut data statis umum perbandingan Rafale VS Sukhoi 35 E (Sumber: Wikipedia) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dimensi pesawat Rafale masih lebih kecil daripada SU 35, dimana dimensi yang   &lt;br /&gt;      lebih kecil akan menyulitkan radar dalam memndeteksi pesawat, skor (1 : 0)&lt;br /&gt;    * Mesin Rafale adalah Snecma M88-2 turbofan dengan dorongan kering(tanpa after &lt;br /&gt;      burner 50,04 kN sementara SU 35 86,3 kN dan dorongan dengan afterburner &lt;br /&gt;      masing-masing sebesar 90 kN dan 145 kN, mesin jet SU 35 memiliki daya &lt;br /&gt;      dorong yang lebih besar, hal ini akan berbanding lurus dengan kemampuannya&lt;br /&gt;      dalam menggotong senjata, skor (0 : 1)    &lt;br /&gt;    * Kecepatan pesawat, kedua pesawat mampu melesat di atas Mach 2 sekitar 2.300 Km&lt;br /&gt;      /jam, skor (0 : 0) &lt;br /&gt;    * Jarak jangkau Fery (dengan tambahan tabung BBM ekstra) Rafale mampu melesat&lt;br /&gt;      sejauh 3.700 Km sementara SU 35 sejauh 4.500 Km, skor (0 : 1) &lt;br /&gt;    * Batas service ceiling (maksimum tinggi terbang), dimana erat kaitannya dengan&lt;br /&gt;      fungsi intai dan manuver saat dog fight, Rafale mampu terbang setinggi 16.800&lt;br /&gt;      meter sementara SU 35 setinggi 18.000, skor (0 : 1) &lt;br /&gt;    * Laju panjat (erat kaitanya dengan manuver ability saat dog fight dan &lt;br /&gt;      kemampuan mengelak rudal musuh), Rafale mampu melaju dengan kecepatan 304,8 &lt;br /&gt;      m/dtk sementara SU 35 sebesar 280 m/dtk, skor (1 : 0)&lt;br /&gt;    * Beban sayap (erat kaitannya dengan kemampuan membawa senjata berupa rudal dan&lt;br /&gt;      sejenisnya), dalam sayap Rafale mampu menahan beban sebesar 326 kg/m2, &lt;br /&gt;      sementara SU 35 sebesar 408 kg/m2, skor (0 : 1)&lt;br /&gt;    * Perbandingan dorongan mesin dan berat pesawat (erat kaitannya dengan &lt;br /&gt;      kemampuan manuver/kelincahan pesawat), Rafale sebesar 1,13 sementara SU 35 sebesar&lt;br /&gt;      1,1 walau bobot SU 35 lebih berat namun tidak mengurangi kemapuannya bermanuver, &lt;br /&gt;      skor (0 : 1)&lt;br /&gt;    * Avionik Radar (erat kaitannya untuk mendeteksi musuh) Rafale mengandalkan radar&lt;br /&gt;      Thales RBE2, sistem peperangan elektronik SPECTRA dan sistem pelacakan infra &lt;br /&gt;      merah SAGEM OSF yang dapat mengendus obyek sejauh 100 s/d 120 Km sementara SU 35&lt;br /&gt;      mampu mencium obyek sejauh 400 Km, skor (0 : 1)&lt;br /&gt;    * Harga, dari semua hal kesaktian suatu produk pesawat tempur harga selalu menjadi &lt;br /&gt;      patokan disamping juga kemampuannya, harga 1 unit Rafale dibanderol sebesar 90&lt;br /&gt;      juta dollar untuk pasar ekspor, sementara SU 35 dengan seabrek kesaktiannya &lt;br /&gt;      sekitar 60 juta dollar, skor (0 : 1). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum total skor untuk Rafale adalah 2 sementara SU 35 adalah 7 (2 : 7), jadi apabila ada pertempuran di atas langit Libya dimana peran omnirole Rafale sangat diagung-agungkan, apabila ditandem dengan lawan yang sepada seperti SU 35 E Super Flanker, boleh jadi akan menjadi bangkai besi di darat, kemampuan SU 35 saat ini untuk pesawat sejenis generasi 4 ++ atau 4,5 masih yang teratas...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7410253314935909716?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7410253314935909716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7410253314935909716' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7410253314935909716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7410253314935909716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/03/rafale-vs-sukhoi-35-e.html' title='Rafale VS Sukhoi 35 E'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lq94vlRogv4/TZVIJ2FRwGI/AAAAAAAAAUo/L507Ag8Vd6Y/s72-c/Rafale_B_at_Paris_Air_Show_2007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-8672308047051553843</id><published>2011-03-29T01:16:00.001-07:00</published><updated>2011-03-29T23:52:47.080-07:00</updated><title type='text'>Kapal Selam Efek Deteren Yang Menakutkan</title><content type='html'>Masih hangat dalam memori kita beberapa peperangan yang terjadi dalam kurun waktu 1990 s/d 2011 ini. Sebut saja Perang Teluk I dan II, Irak, Afghanistan, dan terakhir Libya. Memang sosoknya masih kalah pamor dibandingkan dengan hingar bingarnya jet-jet tempur canggih AS dan sekutunya, namun coba kita perhatikan lebih dalam bahwa sebelum jet-jet tempur mengudara kapal selamlah yang pertama kali ambil bagian dari seluruh pertempuran yang menghabiskan dana milyaran dollar tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun berada di bawah kolom air, namun kemampuannya untuk melumat berbagai obyek vital militer dipermukaan seperti pangkalan udara benar-benar sangat mematikan. Kapal Selam bertanaga nuklir semisal USS Los Angeles atau lebih gila lagi kapal selam kelas Typhoon Rusia mampu berendam di bawah kolom air hingga 400 meter dalam jangka waktu sekitar 4 bulan tanpa harus naik ke permukaan. Selain itu operasional kapal selam ini mampu menmbus perairan tropis hingga dingin, perairan dangkal atau dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan fungsi lethal dari kapal selam tersebut, sunyi, senyap, sulit dideteksi musuh, namun sekali serang dapat sangat mematikan bagi musuh. Pernah ada case di perairan Nusa Tenggara dimana pada saat itu kapal selam kita sedang mengalami kerusakan pada bagian pumping untuk menyedot air saat menyelam, pada saat yang bersamaan kapal perang AS jenis fregat berada pada zona ekonomi eksklusif RI, menurut mereka kapal perangnya sedang dalam pengintaian kapal selam RI, dengan sopannya komandannya mengirimkan pesan permohonan maaf dan hendak keluar dari zona tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harga sebuah kapal selam nuklir sangat mahal sekitar 2 milyar dollar per unitnya, namun kemampuan lethalnya tidak diragukan lagi. Memang jangan terlalu jauh berbicara tentang kapal selam nuklir, toh Jerman yang telah lama dikenal sebagai produsen kapal selam tidak memiliki kapal selam nuklir namun, kemampuan kapal selam konvensionalnya tetap tidak dapat dipandang sebelah mata, teknologi AIPnya mampu mengurangi kebisingan turbin dan alloy logamnya mampu membuat kapal selam konvensional terbarunya kelas 212 menjadi kapal selam di dunia yang berkemampuan siluman.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang rencana penambahan dua kapal selamnya yang hingga saat ini masih dalam tahap finalisasi antara kilo atau amur class dari rusia dan changbogo class dari Korsel yang bersedia TOT (Transfer of Technology) dengan PT. PAL membuat harapan akan kebangkitan arsenal kita, harapannya PT. PAL mampu menjadi produsen kapal selam pertama di Asia Tenggara...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-8672308047051553843?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/8672308047051553843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=8672308047051553843' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8672308047051553843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8672308047051553843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/03/kapal-selam-efek-deteren-yang.html' title='Kapal Selam Efek Deteren Yang Menakutkan'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-8692337014356021634</id><published>2011-03-25T02:15:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T02:35:28.862-07:00</updated><title type='text'>Perlunya satuan AWACS</title><content type='html'>Perang antara pasukan koalisi dengan rezim Moammar Khadafi yang erat kaitannya dengan penghancuran artileri udara atau kekuatan militer berbasis udara. Kita saksikan saja jet-jet tempur canggih Rafale, F-16 Blok D, dan tak ketinggalan AWACS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dalam pertempuran ini peran AWACS boleh disebut memiliki peran strategis..? Pertama AWACS itu sendiri berfungsi sebagai peringatan dini terhadap obyek yang berada di wilayah udara, sepeti pesawat tempur, rudal permukaan, atau rudal udara-udara. Kedua sebagai kontrol bagi teman baik itu yang berada di udara, laut, atau darat. Karena bagaimanapun juga AWACS memiliki jangkauan hingga 400 Km yang meliputi wilayah darat, laut, dan udara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu tugas AWACS sebagai kapal patroli sangat penting, terutama bagi negara yang memiliki wilayah yang luas seperti Indonesia, tetapi saat ini kita hanya mengandalkan pesawat yang hanya memiliki fungsi patroli maritim dimana fungsi utamanya untuk mengawasi laju kapal perang dan kapal selam bagi yang dilengkapi tambahan sonar untuk ASW (Anti Sub Marine Warfare). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang saat ini kita (PT. DI) telah mampu mengembangkan CN 235 versi MPA (Maritime Patrol Aircraft) yang dapat menampilakn data visual obyek yang berada di laut atau darat. Lain halnya dengan fungsi AWACS yang memantau pergerakan obyek di udara, semisal jangkauan maksimal radar Sukhoi sekitar 80 mil, dapat dibantu dengan adanya fungsi AWACS apabila ada musuh yang masuk pada diluar jangkauan radar Sukhoi, sehingga Sukhoi kita dapat dengan segera mengintercept atau mempersiapkan combat systemnya lebih awal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya optimis apabila ada dukungan pemerintah CN 235 pun dapat difungsikan seperti AWACS, toh untuk mendapatkan radarnya sudah banyak dijual di pasar ekspor senjata. Semoga kedatangan AWACS dapat terealisasi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-8692337014356021634?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/8692337014356021634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=8692337014356021634' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8692337014356021634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8692337014356021634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/03/perlunya-satuan-awacs.html' title='Perlunya satuan AWACS'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-8763661302018777934</id><published>2011-03-18T00:25:00.001-07:00</published><updated>2011-03-18T01:19:25.857-07:00</updated><title type='text'>Perlunya belajar dari sejarah masa lalu</title><content type='html'>Siapa yang tidak tahu bahwa negara adidaya pada era perang dunia pertama hingga pertengahan perang dunia kedua adalah Jerman dengan pemerintahan Nazi di bawah rezim Hitlernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benak Hitler pada saat itu hanyalah bagaimana memperkuat armada militernya hingga memperluas kekuasaannya ke seluruh dunia, khususnya Eropa. Bagaimana tidak ketika negara dalam belahan dunia lain masih dalam keterbelakangan sebut saja Jepang, China, lebih-lebih Indonesia. Jerman sudah mampu membuat ribuan pesawat jet tempur yang terkenal seperti Messerschmidt, kapal selam, dan tank bajanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal ketika Hitler memutuskan untuk menyerang Moskow pada sekitar tahun 1937 setelah sebelumnya menaklukan Inggris Raya dan Perancis ber mil-mil perjalanan dilalui tentara darat Hitler dengan membawa logistik dan tentunya kendaraan lapis baja hingga memasuki Kota Smolensk yang hanya berjarak sekitar 80 Km dari Moskow. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lenin yang saat itu menjabat posisi tertinggi di Rusia mengerahkan kekuatan darat habis-habisan untuk membendung laju pasukan Nazi. Kontras sekali memang tank buatan Jerman VS Rusia saat itu berbeda jauh sekali, tank milik Jerman terlampau kuat hingga mampu menembus Moskow. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun belajar dari kekalahan Moskow pada perang dunia ke dua, Negara Beruang Merah tersebut bangkit hingga menjadi salah satu kekuatan militer terbesar dunia saat ini. Senjata apa yang tidak mampu dibuat Rusia, demi mempertahankan harga diri bangsa sudah sepantasnya negara bertanggung jawab untuk melindungi seluruh komponen bangsa dari Sabang sampai Merauke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sudah dibuat negara kita saat ini..? Berkali-kali wilayah laut kita dimasuki Malaysia, wilayah udara kita sudah diludahi pesawat tempur milik Singapura, namun kita tidak bisa berbuat apa-apa, diembargo alutsita oleh AS tidak membuat kita berpikir untuk memberdayakan industri militer dalam negeri. Belajarlah dari Iran, China, Swedia, Brasil, dan Rusia maka negara kita akan disegani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-8763661302018777934?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/8763661302018777934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=8763661302018777934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8763661302018777934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8763661302018777934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/03/perlunya-belajar-dari-sejarah-masa-lalu.html' title='Perlunya belajar dari sejarah masa lalu'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-8815072175405579613</id><published>2011-03-12T05:45:00.000-08:00</published><updated>2011-03-16T17:09:51.620-07:00</updated><title type='text'>Untuk Sementara Coba Kembangkan Yang Di Darat Dahulu</title><content type='html'>Mahalnya investasi di bidang matra laut lebih-lebih udara, membuat anggaran negara terkoreksi miliaran dollar untuk menambah alutsista khusus untuk kedua matra tersebut. Namun sekali lagi kedaulatan suatu negara adalah harga mati, terlebih lagi RI yang memiliki teritori darat, laut, dan udara yang sangat luas, beserta Sumber Daya Alam yang melimpah ruah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi untuk dikuasai oleh pihak asing membuat TNI tidak bisa berdiam diri dan terlena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri strategis seperti yang diharapkan banyak pihak nyatanya masih mengalami kesulitan yang sangat berarti demi mengadopsi teknologi tingkat tinggi yang dimiliki oleh alutsista yang berplatform di laut dan udara. RI yang telah dikenal dunia dengan peperangan gerilyanya merupakan suatu pengakuan dunia atas keberhasilan RI dalam merebut kemerdekaan dan melawan kelompok separatis. Apalagi pengakuan dunia lainnya terhadap Kopassus yang masuk peringkat 3 jajaran pasukan elit dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan dunia tersebut seharusnya diimbangi dengan adanya pengembangan alutsista bermatra darat yang mutakhir, ironis sekali negara sebesar ini tak memiliki MBT. Memang poros kekuatan militer sudah bergeser dari darat menjadi laut dan udara. Tapi jangan pernah meremehkan matra darat, bagaimanapun juga semua basis pertahanan baik laut dan udara adalah di darat, semua suplai kebutuhan persenjataan dari kedua matra tersebut berasal dari darat. Kapal perang jenis apapun tetap akan berlabuh, begitupula pesawat tempur generasi lima juga tetap akan mendarat. Lalu bagaimana konsekuensinya untuk Alutista RI..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jangka pendek 5 tahun ke depan RI harus memperkuat armada daratnya dengan rudal permukaan berdaya jelajah menengah 400 Km yang ditempatkan di sepanjang garis pantai utama, kemudian menambah kavaleri dengan jajaran MBT, Panser Kanon, MLRS dan Amphibi, membekali infantrinya dengan rudal anti tank dan anti udara, serta artileri berat lainnya sekelas howitzer. Toh kesemua alutsista tersebut sudah kita kuasai teknologinya tinggal bagaimana pemerintah mau mendukungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang hingga saat ini RI belum memiliki satuan khusus untuk operasional rudal permukaan. Sudah seharusnya pemerintah jeli melihat tantangan luasnya wilayah negara kita, mungkin untuk sementara dapat ditaruh disepanjang daerah yang rawan konflik, seperti Selat Malaka, Kepulauan Natuna, Gugus kepulauan Manado bagian utara, Benkayang, Pulau Sebatik, dan wilayah selatan perairan Nusa Tenggara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-8815072175405579613?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/8815072175405579613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=8815072175405579613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8815072175405579613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8815072175405579613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/03/untuk-sementara-coba-kembangkan-yang-di.html' title='Untuk Sementara Coba Kembangkan Yang Di Darat Dahulu'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7533027926141872474</id><published>2011-02-25T00:00:00.000-08:00</published><updated>2011-02-25T00:44:41.134-08:00</updated><title type='text'>Arti sebuah battle cruiser</title><content type='html'>Sebuah harga battle cruiser, berikut data battle cruiser kelas kirov milik Russian Navy (Sumber: Wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Displacement:  24,300 tons standard, 28,000 (full load)&lt;br /&gt;Length:  252 m (827 ft)&lt;br /&gt;Beam:  28.5 m (94 ft)&lt;br /&gt;Draft:  9.1 m (30 ft)&lt;br /&gt;Propulsion:  2-shaft CONAS, 2× KN-3 nuclear propulsion with 2× GT3A-688 steam turbines&lt;br /&gt;140,000 shp[1]&lt;br /&gt;Speed:  32 knots (59 km/h)&lt;br /&gt;Range:  1,000 nautical miles (2,000 km) at 30 knots (56 km/h) (combined propulsion),&lt;br /&gt;unlimited at 20 knots (37 km/h) on nuclear power&lt;br /&gt;Complement:  710&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sensors and&lt;br /&gt;processing systems: &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radars: (NATO reporting name):&lt;br /&gt;Voskhod MR-800 (Top Pair) 3D search radar, foremast&lt;br /&gt;Fregat MR-710 (Top Steer) 3D search radar, main mast&lt;br /&gt;2 × Palm Frond navigation radar, foremast&lt;br /&gt;Sonar:Horse Jaw LF hull sonar&lt;br /&gt;Horse Tail VDS (Variable Depth Sonar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Electronic warfare&lt;br /&gt;and decoys:  2 x PK-2 Decoy dispensers (400 rockets)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Armament &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Missiles:&lt;br /&gt;• 20 x P-700 Granit (SS-N-19 Shipwreck) AShM&lt;br /&gt;• 14 x SS-N-14 Silex ASW cruise missiles (Ushakov only)&lt;br /&gt;• 96 S-300PMU Favorit SA-N-6 Grumble surface-to-air missiles (Ushakov, Lazarev, Nakhimov)&lt;br /&gt;• 96 S-300FM (SA-N-20 Gargoyle) long-range SAM (Pyotr Velikhy)&lt;br /&gt;• 192 9K311 Tor (SA-N-9 Gauntlet) point defense SAM&lt;br /&gt;• 44 OSA-MA (SA-N-4 Gecko) PD SAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guns:&lt;br /&gt;•1 x twin AK-130 130 mm/L70 dual purpose gun (2x AK-100 100 mm/L60 DP guns in Ushakov)&lt;br /&gt;•8 xAK-630 six-barreled gatling 30 mm/L60 PD guns (Ushakov, Lazarev)&lt;br /&gt;•6 x CADS-N-1 Kashtan gun/missile system (Nakhimov, Pyotr Velikhy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Torpedoes and others:&lt;br /&gt;• 1 x 10 RBU-1000 305 mm ASW rocket launchers&lt;br /&gt;• 2 x 6 RBU-12000 (Udav-1) 254 mm ASW rocket launchers&lt;br /&gt;• 10 x 533 mm ASW/ASuW torpedo tubes, Type 53 torpedo or RPK-2 Viyuga (SS-N-15) ASW missile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Armour: &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;76 mm plating around reactor compartment, light splinter protection&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aircraft carried:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3 helicopters&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Aviation facilities: &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Below-deck hangar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Battle cruiser dirancang untuk kapal perang yang bersifat ofensif bukan defensif seperti halnya korvet ataupun fregat sekalipun. Battle cruiser, lain halnya dengan Kapal Induk yang berporos pada air craft carrier dimana persenjataan dari kapal itu sendiri boleh dikata "kurang diperhatikan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dari tingkat lethal weaponnya, saya berpendapat bahwa penggunaan battle cruiser untuk negara dengan luas teritori besar masih lebih menakutkan dari kapal induk terbaru sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Battle cruiser mampu dijejali ratusan rudal permukaan ke permukaan dengan jangkauan antar benua seperti tipe tomahawk yang mampu melahap target sejauh 2.500 Km. Memang battle cruiser diciptakan bukan sekedar untuk perlindungan diri suatu negara melainkan juga sangat agresif untuk membumi hanguskan suatu negara dalam sekali berlayar. Kemampuan pertahanan diri dari semua bentuk serangan dari darat, laut, dan udara sekalipun mampu dipatahkan dari jarak yang sangat jauh, lain halnya dengan beberapa anti udara kelas fregat yang hanya mampu menahan gempuran udara dari jarak yang pendek tidak lebih dari 20 Km. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat efek yang sangat luar biasa dari kehadiran battle cruiser, maka sebagai suatu negara maritim yang jangan hanya menunggu musuh datang, namun setidaknya mampu menghadang musuh dari jarak jangkauan yang sangat jauh benar-benar sangat diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila melihat dari bobot total full payloadnya battle cruiser kelas kirov ini sekitar 30.000 ton, maka saya optimis ke depan PT. PAL yang mampu membuat kapal tanker berbobot mati 50.000 ton, juga mampu membuat kirovnya PT. PAL. Berbekal pengalaman membuat fregat canggih, sudah sepantasnya dengan dukungan penuh pemerintah mari direncanakan pembuatan battle cruiser toh Rusia pasti bersedia memasang arsenal canggihnya. Semoga...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7533027926141872474?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7533027926141872474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7533027926141872474' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7533027926141872474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7533027926141872474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/02/arti-sebuah-battle-cruiser.html' title='Arti sebuah battle cruiser'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5584710174379657662</id><published>2011-02-24T23:57:00.001-08:00</published><updated>2011-02-25T00:00:13.364-08:00</updated><title type='text'>PTDI-EADS siap buat pesawat militer C 295</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1uSgjzUspds/TWdhEkUwhaI/AAAAAAAAAUg/TKtnV9YLJvA/s1600/C295_MPA_VP-1_Chile-600x400.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1uSgjzUspds/TWdhEkUwhaI/AAAAAAAAAUg/TKtnV9YLJvA/s400/C295_MPA_VP-1_Chile-600x400.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577533394619762082" /&gt;&lt;/a&gt; (Foto: C295 AU Spanyol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKARTA: PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) kembali berkongsi dengan pabrikan pesawat asal Eropa, European Aeronautic Defence and Space Company (EADS)-CASA untuk membuat pesawat militer C295.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Utama PTDI Budi Santoso mengatakan saat ini pihaknya telah siap membuat pesawat C295, dan untuk tahap pertama perseroan membidik proyek pengadaan pesawat di lingkungan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seperti diketahui, TNI ada proyek penggantian pesawat Fokker 27, dan kami membidik proyek tersebut dengan menawarkan pesawat C295. Pembuatan akan dilaksanakan bila kontrak telah diperoleh,” ujarnya, hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Budi Santoso, komponen lokal dalam pesawat C295 lebih dari 40%, sehingga perseroan berpotensi ditunjuk langsung oleh pemerintah. Permodalan akan disediakan oleh EADS, dan PTDI akan mengerjakan pembuatan pesawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk profit sharing dengan EADS, kami masih membahasnya. Kerja sama ini kami jalin dengan EADS setelah sebelumnya sempat mengalami kerenggangan ketika pemerintah tidak melibatkan Cassa dalam proyek N250,” lanjut Budi Santoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C295 merupakan pesawat kemiliteran yang mampu menjalankan berbagai fungsi, terutama untuk keperluan patroli maritim. Di lingkungan NATO, pesawat ini dilengkapi dengan sistem misil terbaru antikapal selam dan kapal permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat ini juga bisa berfungsi sebagai pesawat angkut ringan, yang mampu mengangkut personil militer hingga 70 orang. Sejauh ini pesawat C295 telah dipakai di berbagai negara. NATO menggunakan pesawat ini untuk operasi militer di Irak dan Afganistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Santoso mengatakan EADS merelokasi pabrik pesawat Casa 212 yang sebelumnya berada di Spanyol. Hal ini lantaran biaya produksi di Eropa jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seluruh pabrik pembuatan pesawat itu sekarang berada di Bandung. Produksi Casa 212 dikirim ke Thailand serta Vietnam,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTDI memiliki kapasitas produksi sebesar 12 unit setahun untuk setiap jenis pesawat yang diproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini pesawat-pesawat yang diproduksi PTDI adalah N-2130, N-250, NC-212, CN-235, N-219. Pada awal berdirinya, BUMN ini menghasilkan pesawat Sikumbang, Belalang, Kunang, serta Gelatik (diproduksi dengan lisensi dari CEKOP Polandia yang sekarang dikenal dengan nama PZL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk helikopter, produksi PTDI a.l. NBO 105 (lisensi dari MBB Jerman), NBK 117, NBell 412 (lisensi dari Bell Helicopter, AS), NAS 330 Puma (lisensi dari Aerospatiale, Prancis), NAS 332 Super Puma yang merupakan pengembangan dari Puma,serta Tailboom.(er)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BISNIS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5584710174379657662?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5584710174379657662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5584710174379657662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5584710174379657662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5584710174379657662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/02/ptdi-eads-siap-buat-pesawat-militer-c.html' title='PTDI-EADS siap buat pesawat militer C 295'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1uSgjzUspds/TWdhEkUwhaI/AAAAAAAAAUg/TKtnV9YLJvA/s72-c/C295_MPA_VP-1_Chile-600x400.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7025119174736880383</id><published>2011-02-18T20:43:00.001-08:00</published><updated>2011-02-18T21:08:24.779-08:00</updated><title type='text'>Mendesaknya dibuat satu batalyon rudal permukaan</title><content type='html'>Korea Utara, negara miskin dengan jumlah penduduk sekitar 1/3 penduduk Jawa Barat, saat ini sedang menjadi sorotan dunia karena aksinya mentorpedo kapal perang jenis korvet milik Korea Selatan yang menewaskan sekitar 40 serdadu lautnya, tidak itu saja negeri ginseng bagian utara tersebut pernah membombardier perbatasan sehingga menewaskan 2 orang pasukan Korsel penjaga perbatasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geram dengan ulah negara tetangganya membuat Korsel dan seterunya AS melakukan show off latihan perang skala besar di perairan perbatasan, sekitar Laut Kuning. Ulah Korsel menyulut amarah Korut yang mengancam akan melancarkan perang suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ancaman serius Korut membuat Korsel gentar juga, ia meminta restu Amerika untuk memberi ijin meningkatkan jelajah rudal Hyunmoonya dari sebelumnya 300 Km menjadi 1.000 Km. Memang rudal tersebut merupakan hasil lisensi dari negeri Paman Sam sehingga pengembangannya tidak dapat dilakukan sembarangan, bak gayung bersambut, akhirnya Hyunmoo mampu melesat jauh sehingga mampu menghantan Pyongyang dalam sekali enter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil Korutpun menawarkan opsi dengan mengajak berunding Korsel dan seterusnya. Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari peristiwa yang sedang hangat terjadi ini adalah bahwa betapa tingginya efek deterence yang dihasilkan oleh jangkauan suatu rudal, semakin jauh ia, maka semakin tinggi pula pengaruh tangkalnya. Saya pernah berpikir kalau peperangan masa depan tidak akan melibatkan manusia lagi, cukup dengan mengirimkan rudal-rudal jarak jauhnya yang dilengkapi hulu ledak nuklir, maka dengan sekejap hancur luluhlah suatu negara beserta isi-isinya. Mengerikan sekali memang, namun apa boleh buat dalam menghadapi musuh, segala cara akan dilakukan demi keamanan nasional (National Security). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah saja dalam menggertak suatu negara sekelas Amerika dengan beberapa buah rudal balistik berhulu ledak nuklir. Berapapun pesawat tempur atau apalah yang dimilikinya, maka akan nothing apabila rudal balistik nuklir telah berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu pengembangan roket eksperimen yang telah memasuki tahap ujicoba sudah sepatutnya mendapat perhatian lebih dengan mengembangkan jangkauannya menjadi 300 Km (sesuai aturan internasional untuk jangkauan rudal) dan satu hal yang utama yaitu setidaknya dapat dipandu dan dilengkapi hulu ledak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7025119174736880383?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7025119174736880383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7025119174736880383' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7025119174736880383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7025119174736880383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/02/mendesaknya-dibuat-satu-batalyon-rudal.html' title='Mendesaknya dibuat satu batalyon rudal permukaan'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-8200691501003764723</id><published>2011-02-15T21:35:00.001-08:00</published><updated>2011-02-18T19:16:57.310-08:00</updated><title type='text'>Kenapa Matra Udara Sering Dianaktirikan..</title><content type='html'>Melihat perkembangan militer di kawasan ASEAN yang sangat menggeliat akhir-akhir ini, mau tidak mau menuntut perubahan terutama dalam hal peremajaan Alutsista di tubuh TNI. Mengingat kesiapan Alutsista kita yang kurang dari 50% dengan catatan usia pakai yang sudah terlampau tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi pertahanan negara yang masih berkutat di darat membuat pertahanan nasional benar-benar sudah tidak relevan lagi dalam menghadapi serangan musuh yang sudah bertitik tolak pada kekuatan udara (Air Superiority). Seperti halnya Singapura yang luas wilayahnya tidak lebih dari luas Jawa Barat, nemun memiliki pertahanan udara yang menakutkan, mungkin apabila benar-benar terjadi bentrok konvensional dengan negri jiran tersebut, maka dengan mudahnya jet-jet super canggih mereka sekelas F-15 dan F-16 Blok-52 yang dilengkapi rudal udara ke udara maupun udara ke darat dengan proyeksi BVR (Beyond Visual Range) akan dengan mudahnya menaklukan Jakarta dari jarak yang tidak dapat dijangkau oleh alutsista apapun yang dimiliki RI saat ini, apalagi pertahanan udaranya yang cuma mampu melahap target sejauh maksimal 5 Km. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara ini terlampau luas wilayahnya, lebih dari 5.000 Km dari timur ke barat dan lebih dari 3.000 Km dari utara ke selatan, apalah artinya kekuatan darat ataupun laut yang mumpuni kalaupun terjadi serangan di bagian lain di negara ini dalam jangkauan yang jauh dari pusat komando, mudahnya secanggih-canggihnya kapal perang sekelas battle cruiser kelas kiev Russia akan kesulitan juga kalo terjadi "Fight" dengan Sukhoi RI apabila full loaded (bersenjata lengkap), apalagi cuma tank, jenis apapun ia tak akan sanggup menahan gempuran udara semisal Super Tucano yang segera diadposi TNI AU.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekuatan udara yang mumpuni maka militer kita akan dengan mudah dan cepat menjangkau teritori negara kita yang sedang dimasuki musuh, saat ini era dirgantara bukannya kembali masa lalu yang berporos di darat dan dilaut. Panglima perang armada asia pasifik Jenderal Mc Arthur pun ambil bicara apabila suatu negara telah mampu menguasai kekuatan udara, maka akan dengan mudah menaklukan musuh dimanapun berada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseriusan pemerintah untuk membuat hingga sepuluh skuadron Sukhoi dan 4 skuadron F-16, setidaknya untuk 5 s/d 10 tahun ke depan akan membuat daya tangkal yang luar biasa bagi musuh, apalagi ditambah beberapa unit batere rudal jarak menengah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-8200691501003764723?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/8200691501003764723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=8200691501003764723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8200691501003764723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8200691501003764723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/02/kenapa-matra-udara-sering-dianaktirikan.html' title='Kenapa Matra Udara Sering Dianaktirikan..'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7046342857285284628</id><published>2011-02-11T20:47:00.000-08:00</published><updated>2011-02-11T21:11:27.993-08:00</updated><title type='text'>Jangan Hanya Slogan Bisa Bikin Ini Bikin Itu..</title><content type='html'>Melihat beberapa situs militer di dunia maya nampak beberapa postingan yang menyebutkan bahwa saat ini Indonesia khususnya beberapa industri strategisnya tengah bekerjasama akan membuat alutsista dari jenis darat, laut dan udara, terdengar kabar bahwa dalam tahun 2011 PT. PAL sudah siap membangun fregat dan kapal selam, PT. DI bekerjasama dengan pabrikan Korsel akan membuat helikopter ringan dan pesawat tempur KFX generasi 4,5, begitupula PT. Pindad yang santer kabarnya bersama Lapan akan membuat rudal permukaan dengan teknologi proximity fuse yang juga dipakai pakai rudal exocet blok 2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat bahwa beberapa industri strategis tersebut nampaknya tidak berprisnsip benar-benar mandiri untuk benar-benar membangun kekuatan matra darat, laut, dan udara secara mandiri. Sebagai contoh PT. PAL yang saat ini sudah mampu membuat bulk carrier untuk pesanan MV dari Italia dan Singapura dengan bobot mati 50.000 dwt mengapa tidak mampu mengaplikasikannya ke dalam bentuk militer menjadi seperti kapal induk milik Perancis yang bobot full loadnya tidak lebih dari 45.000 dwt. Mudahnya cuma di edit dek dasarnya menjadi landasan pacu pesawat dan di hull kirinya dibuatkan semacam pusat kontrolnya (baca: kapal induk) jangan jauh-jauh dulu untuk kapal induk minimal untuk kapal induk pengangkut helikopter toh PT. DI sudah mampu membuat Super Cougar (Super Puma generasi terbaru). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupula dengan PT. DI yang sudah puluhan tahun buat helikopter, tapi masih saja tidak berkembang menjadi bentuk militer, apa susahnya tinggal di edit bagian kokpit menjadi model serbu 2 pilot dan kanan-kiri bodynya dipasangin sayap buat gotong roket, senapan mesin berat, ataupun rudal sekelas AGM 114 hell fire, kenapa mereka cuma terus-menerus berkutat di model yang itu-itu saja, rasanya mereka cuma bisa bongkar pasang saja, gak usah muluk-muluk bikin yang lebih canggih, kenapa tidak bisa contoh India atau China, sesulit itukah..? atau memang tidak ada kemauan dari pemerintah untuk "Benar-benar kita itu punya kemampuan". Ada pula kabar PT. DI sudah bisa buat roket FFAR sekitar seribu unit, kenapa bodoh banget nggak tanggap untuk buat yang bisa dipandu (rudal) toh jangkauan roket tersebut sudah sama dengan Hellfirenya Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh berbeda dengan PT. Pindad yang cuma bisa contoh VAB Perancis tetapi gak punya kemampuan untuk modifikasi menjadi bentuk yang lebih berat/canggih semisal panser kanon yang dilengkapi turet 120 mm dan rudal anti tanknya, rasa-rasanya tidak sesulit dengan apa yang dibayangkan, kenapa sulit sekali mencontek roda rantai yang biasa dipakai di alat berat sejenis excavator terus dipasangin di Anoanya Pindad, apa memang bangsa ini sebegitu bodohnya, apa memang tidak ada kemauan..? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setuju dengan prinsip China yaitu dengan membuat tiruan tetapi dengan mendesain ulang alias mengurangi kelemahan dan menambahnya dengan kelebihan/fitur baru, sebagai contoh rudal C-802 ternyata lebih agresif dari Harpoonnya Amerika dengan harga yang jauh lebih murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga "Mereka" bisa berpikir untuk benar-benar mendedikasikan pengalamannya untuk membuat alutsista kita menjadi lebih disegani..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7046342857285284628?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7046342857285284628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7046342857285284628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7046342857285284628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7046342857285284628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/02/jangan-hanya-slogan-bisa-bikin-ini.html' title='Jangan Hanya Slogan Bisa Bikin Ini Bikin Itu..'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5856090269613873230</id><published>2011-02-11T19:07:00.000-08:00</published><updated>2011-02-11T19:12:28.807-08:00</updated><title type='text'>Hovercraft Kartika TNI AD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-rVc4i48uCMk/TVX5-nnAcOI/AAAAAAAAAUY/_9RFdMB5OSc/s1600/Kartika%2BHovercraft%2B2_Defense%2BStudies.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rVc4i48uCMk/TVX5-nnAcOI/AAAAAAAAAUY/_9RFdMB5OSc/s400/Kartika%2BHovercraft%2B2_Defense%2BStudies.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572634968120652002" /&gt;&lt;/a&gt; (Foto: Kartika Hovercraft saat pameran Indo Defence 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hovercraft adalah suatu kendaraan yang berjalan di atas bantalan udara (air cushion). Bantalan udara tersebut ditimbulkan dengan cara meniupkan udara ke ruang bawah kapal (plenum chamber) melalui skirt (sekat yang lentur) sehingga tekanan udara di dalam plenum chamber lebih tinggi daripada tekanan udara luar sehingga timbul gaya angkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggerakkan kapal bantalan udara, digunakan gaya dorong yang diperoleh dari baling-baling seperti pada pesawat udara. Gaya angkat kapal ini bekerja pada penampang yang luas, sehingga tekanan terhadap tanah atau air (ground pressure) yang ditimbulkan tidak besar. Dengan demikian, kendaraan ini dapat berjalan di atas lumpur, air maupun daratan dengan membawa beban yang cukup berat. Karena tidak adanya kontak langsung antara hovercraft dan permukaan daratan atau air, maka hambatan yang terjadi kecil sehingga hovercraft dapat melaju dengan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Landing Craft Air Cushion (LCAC) yang digunakan marinir AS, Kartika menggunakan struktur material sandwich composite pada lambungnya dan open loop dengan Finger Skirt pada bantalan craftnya. Ditenagai oleh 2 buah mesin diesel berkekuatan 330Hp dengan thrust engine 2x502Hp, hovercraft ini ditengarai mampu dipacu hingga kecepatan 20-25 knot (cruising speed) dengan endurance 7 jam. Muatan maksimum yang bisa diangkut hingga 3 ton, sehingga sanggup membawa 1 mobil truck 3/4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hovercraft yang diberinama Kartika ini memiliki dimensi panjang 14,2m, lebar 7m dan tinggi 3,1m. Untuk propeller menggunakan variabel pitch control dengan sistem belt transmision, sedangkan daya angkatnya (lifter) dan pengendalinya memakai sistem centrifugal fan yang terhubung dengan hydraulic motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utamanya untuk mengangkut pembekalan TNI. Tapi Hovercraft ini juga bisa dimanfaatkan untuk misi kemanusian, misalnya menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, Hovercraft Kartika juga mampu menerjang ombak dengan ketinggian 1,2 meter.Hovercraft mampu beroperasi hingga tujuh jam, dengan bahan bakar 1,2 ton Solar, juga masih mampu menerjang ombak di atas ketinggian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai daya angkut Hovercraft Kartika dapat mengangkut beban 5,5 ton. Meski dalam spesifikasinya tertulis 3 ton. Itu juga masih dapat ditambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(DitbekangAD)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5856090269613873230?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5856090269613873230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5856090269613873230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5856090269613873230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5856090269613873230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/02/hovercraft-kartika-tni-ad.html' title='Hovercraft Kartika TNI AD'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rVc4i48uCMk/TVX5-nnAcOI/AAAAAAAAAUY/_9RFdMB5OSc/s72-c/Kartika%2BHovercraft%2B2_Defense%2BStudies.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-2868553855502095455</id><published>2011-02-11T19:01:00.000-08:00</published><updated>2011-02-11T19:05:48.458-08:00</updated><title type='text'>Indonesia to Develop Light Attack Helicopter, Military Co-op with S Korea</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jZiz0TnmQ3c/TVX4oCFWPiI/AAAAAAAAAUQ/KqXiJHLrewc/s1600/KAH.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jZiz0TnmQ3c/TVX4oCFWPiI/AAAAAAAAAUQ/KqXiJHLrewc/s400/KAH.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572633480578612770" /&gt;&lt;/a&gt; (Foto: KAH Light Attack Helicopter)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, (Xinhua) -- Indonesia's plane company PT Dirgantara Indonesia will develop a light attack helicopter and military cooperation with South Korea, a top executive said here on Thursday.&lt;br /&gt;"We are in cooperation with the Indonesian Army to develop a light attack helicopter that could be used to confront separatist and smugglers," said Budi Santoso, president director of PT Dirgantara Indonesia in a parliamentary hearing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said that characteristic of the helicopter is different from MI35 that is designed for opened battle in which noise is not important. "The most important element of the light attack helicopter is its low noise while flying. We don't need helicopters like MI35 that its noise could be heard from a distance of 10 kilometers," Santoso said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He also said that the Defense Ministry and its South Korean counterpart are developing a program named the Korean Fighter Program (KFP). "This is our opportunity to upgrade our skill and to grow new expertise, mainly in engineering," he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to Santoso, general lifetime of a plane is about 20- 30 years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"However, during the lifetime, we need maybe twice or three times of upgrade on weaponry and avionic system. If we have the expertise, we could upgrade it according to our needs," he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Xinhua)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-2868553855502095455?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/2868553855502095455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=2868553855502095455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2868553855502095455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2868553855502095455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/02/indonesia-to-develop-light-attack.html' title='Indonesia to Develop Light Attack Helicopter, Military Co-op with S Korea'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jZiz0TnmQ3c/TVX4oCFWPiI/AAAAAAAAAUQ/KqXiJHLrewc/s72-c/KAH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-1207948416140061529</id><published>2011-02-05T16:57:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T17:32:05.262-08:00</updated><title type='text'>KCR-641 "Clurit" Kapal Cepat Rudal Asli Batam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TU352u05xMI/AAAAAAAAAUI/M2WhQVEdtIc/s1600/P1240349.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TU352u05xMI/AAAAAAAAAUI/M2WhQVEdtIc/s400/P1240349.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570383032805344450" /&gt;&lt;/a&gt; (Foto: KRI-641 Clurit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BATAM – Industri shipyard di Batam mengukir sejarah baru. Kemarin (4/2) sebuah kapal perang untuk menembakkan rudal, Kapal Cepat Rudal (KCR), diluncurkan setelah hampir setahun dikerjakan. Yang membanggakan kapal berkecepatan 30 knot itu sepenuhnya dikerjakan putra-putri bangsa ini.&lt;br /&gt;Menurut Kepala Dinas Pengadaan TNI AL Laksamana Pertama TNI Suryo Djati Prabowo, sebagian besar bahan kapal perang tersebut diproduksi di dalam negeri. Kapal perang itu dinama KCR-40 Clurit. “Ini satu-satunya kapal cepat rudal di Indonesia buatan anak bangsa di batam” ujar Suryo disela peluncuran kapal sepanjang 44 meter itu di PT.Palindo Marine Industry, Tanjunguncang, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal sejenis yang saat ini dimiliki Indonesia, kata Suryo, merupakan buatan luar negeri. Namun fasilitasnya tak jauh berbeda dengan KCR-40 yang sepenuhnya karya anak negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran kapal KCR-40 yang berbahan baja-alumunium itu dianggap menandai sejarah baru industri perkapalan (shipyard) di Batam. “Dengan keberhasilan ini kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu membangun dan mengembangkan alutsista secara mandiri di dalam negeri”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal yang sepenuhnya di buat di PT. Palindo Marines Industries, Batam tersebut akan dilengkapi sistem persenjataan modern. Diantaranya, sensor weapon control (sewaco), meriam kaliber 30mm enam laras sebagai close in weapon system (CIWS), dan peluru kendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan Lanal Batam, Kolonel Laut (P) Iwan Isnurwanto mengatakan, KCR-40 terbuat dari baja khusus pada bagian hulu (lambung). High tensile steel itu juga produk dalam negeri yang diperoleh dari PT. Krakatau Steel. Untuk bagian atas kapal tersebut menggunakan bahan alumunium alloy yang memungkinkan stabilitas dan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal dengan sistem fixed propeller lima daun itu juga akan dilengkapi satu unit meriam enam barrel kaliber 30mm, dua unit meriam anjungan kalier 20mm, dan dua set peluncur peluru kendali C-705.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun telah diluncurkan dari galangan kapal PT. Palindo Marine Industries, KCR 40 masih akan menjalani tahap finishing berupa harbour test, yard trial test, dan sea acceptance test, “Setelah beres, kapal buatan Batam itu segera masuk jajaran operasi TNI-AL,” ujar Suryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak bangsa yang berada dibelakang proses pengerjaan KCR tersebut, menurut Direktur PT. Palindo Marines Industries Hermanto, berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) di Batam. “Desain dan pengembangan ditangani sejak awal oleh putra-putri bangsa dari ITS di Batam”, katanya.(spt/jpnn/c4/soe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jawa Pos)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-1207948416140061529?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/1207948416140061529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=1207948416140061529' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1207948416140061529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1207948416140061529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/02/kcr-641-clurit-kapal-cepat-rudal-asli.html' title='KCR-641 &quot;Clurit&quot; Kapal Cepat Rudal Asli Batam'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TU352u05xMI/AAAAAAAAAUI/M2WhQVEdtIc/s72-c/P1240349.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-575890244738991927</id><published>2011-02-04T19:33:00.000-08:00</published><updated>2011-02-04T19:39:20.223-08:00</updated><title type='text'>Sub Skimmer Kendaraan Tempur Bawah Air Buatan Dislitbangal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TUzF82k5dMI/AAAAAAAAATo/m0RNkfKCsFU/s1600/Subskimmer%2B2_Defense%2BStudies.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TUzF82k5dMI/AAAAAAAAATo/m0RNkfKCsFU/s400/Subskimmer%2B2_Defense%2BStudies.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570044488383558850" /&gt;&lt;/a&gt;(Foto: Sub Skimmer diklaim lebih hebat dari tipe sejenis buatan Inggris)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (SINDO) - Sekilas rancang bangunnya serupa dengan speedboat pada umumnya. Namun, dengan teknologi dan peralatan yang melengkapinya, kendaraan tempur air buatan dalam negeri ini memiliki kelebihan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan tempur air yang dikenal dengan nama Sub Skimmer ini merupakan kendaraan tempur air yang dapat mengapung di atas permukaan air dan memiliki kemampuan menyelam ke dalam air. Di Indonesia yang mengoperasikan kendaraan jenis ini adalah Detasemen Jala Mengakara (Denjaka) yang merupakan detasemen pasukan elit korps Marinir TNI Angkatan Laut.&lt;br /&gt;Pengoperasiannya ditujukan untuk melayani kebutuhan pasukan khusus dalam menyusup ke daerah lawan, melaksanakan sabotase, dan sebagai sarana transportasi pasukan dalam jumlah terbatas. Selama ini Denjaka menggunakan kendaraan sejenis yang didatangkan dari Inggris. Namun, dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut (Dislitbangal) memutuskan untuk mengembangkan dan menyempurnakan kendaraan tempur air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja sama dengan PT Prima Maritim dan Denjaka, proses perancangan, pembangunan, dan uji coba Sub Skimmer dimulai sejak awal 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pengembangan dengan masukan-masukan dari pengguna terutama Denjaka dimulai sejak 2009,” ujar Direktur PT Prima Maritim Toto Wirawan saat pameran alat-alat pertahanan di Markas Besar TNI Cilangkap beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toto menyatakan, dibandingkan dengan Sub Skimmer buatan Inggris yang selama ini dipergunakan oleh Denjaka TNI AL, produk dalam negeri ini memiliki sejumlah kelebihan.Kemampuan menyelamnya jauh lebih stabil karena dilengkapi rangka kokoh di kedua sisinya yang juga berfungsi untuk melindungi bantalan udara. “Rangka pelindung ini yang tidak dimiliki Sub Skimmer buatan Inggris,”ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, rangka Sub Skimmer yang dapat memuat sampai enam personel ini juga dibuat dari bahan komposit anti peluru. Dia pun mengungkapkan untuk membuatsatualatsejenismembutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Salah satu tim penguji Sub Skimmer dari Denjaka, Sersan Satu Imron, mengungkapkan, Sub Skimmer di permukaan dapat mencapai kecepatan hingga 25 knot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam air mencapai kecepatan antara empat sampai lima knot dengan kemampuan menyelam sampai empat meter dan mampu bertahan di dalam air sampai delapan jam. “Untuk keperluan infiltrasi atau penyusupan sebenarnya tidak memerlukan waktu yang lama,”ujarnya. Pengembangan selanjutnya Sub Skimmer akan dilengkapi peralatan antisonar. Kendaraan ini memang sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih jauh dan bahkan untuk diproduksi secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dipamerkan di pameran alat pertahanan di Mabes TNI akhir Januari lalu kendaraan tempur air ini menyita perhatian dari petinggi-petinggi TNI. Selain merancang Sub Skimmer, Dislitbang TNI AL juga membangun wahana Sky Diving di Brigade Infantri II Marinir Cilandak. Wahana ini berupa mesin penggerak daun propeller putaran tinggi untuk membuat udara tekanan tinggi yang digunakan sebagai sarana latihan melayang di udara sebelum melaksanakan terjun bebas di udara yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dislitbang TNI AL Laksamana Pertama Tri Santosa juga mengungkapkan, Dislitbang TNI AL telah mengembangkan alat Reserve Osmosis untuk mengolah air laut menjadi air tawar dengan kapasitas produksi 5 ton/hari. Alat ini sudah digunakan oleh pasukan perdamaian Indonesia di Libanon. “Juga digunakan bagi prajurit yang bertugas pengamanan pulau terluar di Pulau Nipah,”katanya. (pasti liberti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Seputar Indonesia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-575890244738991927?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/575890244738991927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=575890244738991927' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/575890244738991927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/575890244738991927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2011/02/sub-skimmer-kendaraan-tempur-bawah-air.html' title='Sub Skimmer Kendaraan Tempur Bawah Air Buatan Dislitbangal'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TUzF82k5dMI/AAAAAAAAATo/m0RNkfKCsFU/s72-c/Subskimmer%2B2_Defense%2BStudies.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7085204657452042800</id><published>2010-08-27T13:43:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T13:46:28.141-07:00</updated><title type='text'>PTDI dan XIAN China Kerjasama Industri Pesawat Terbang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/THgjzMSBTeI/AAAAAAAAATU/f9B0mgBCFFw/s1600/MA-60.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 292px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/THgjzMSBTeI/AAAAAAAAATU/f9B0mgBCFFw/s400/MA-60.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510193506464910818" /&gt;&lt;/a&gt; XIAN MA-60 Merpati Nusantara Airlines&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Menteri BUMN Mustafa Abubakar menuturkan adanya peluang kerja sama industri pesawat terbang milik Cina, Xi'an dengan BUMN industri pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Menurut Mustafa, Xi'an berminat untuk melakukan kerja sama dalam hal pembiayaan, desain, produksi, dan pemasaran pesawat PTDI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diharapkan PTDI dan Xi'an dapat menjalin kerja sama strategis. Kita tidak hanya ingin membeli pesawat mereka, tapi yang penting, kerja sama dengan mereka untuk bekerja sama dengan industri pesawat terbang kita," tutur Mustafa saat ditemui pada acara Lebaran Fair 2010 di JCC, Jakarta, Rabu (25/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, nanti diharapkan Xi'an bisa membeli pesawat produk PT DI karena mereka dianggap juga membutuhkan pesawat-pesawat kecil berkapasitas 20-50 kursi. "Mereka nanti bersedia kerja sama di pembiayaan, desain, produksi, pemasaran, bukan hanya di kedua negara ini, tapi juga di region, ASEAN. Kita lakukan win-win solution," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berencana bekerja sama dalam pembiayaan, tapi menurutnya belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai jumlah pendanaan yang akan diberikan. Tapi, lanjutnya, sesuai komitmen pemerintah Cina yang disebutkan beberapa waktu lalu, pemerintah Cina menyediakan USD35 miliar guna mengimbangi neraca perdagangan kedua negara. Dana tersebut akan cenderung dipakai untuk produk teknologi tinggi, seperti senjata dan pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"USD 35 miliar ini bisa digunakan untuk membeli produk-produk Indonesia, produk yang hightech (teknologi tinggi), seperti senjata dan pesawat terbang. Nah diharapkan produk PTDI ini bisa dibeli mereka, sehingga bisa mengimbangi neraca perdagangan kita," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar informasi, Xi'an dikabarkan akan menjual 15 pesawat MA60 mereka kepada PT Merpati Nusantara yang akan segera didatangkan ke Indonesia.(wdi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Okezone)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7085204657452042800?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7085204657452042800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7085204657452042800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7085204657452042800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7085204657452042800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/08/ptdi-dan-xian-china-kerjasama-industri.html' title='PTDI dan XIAN China Kerjasama Industri Pesawat Terbang'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/THgjzMSBTeI/AAAAAAAAATU/f9B0mgBCFFw/s72-c/MA-60.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5965361482753178756</id><published>2010-08-21T22:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T22:50:33.942-07:00</updated><title type='text'>Pemerintah Indonesia dan India Kerjasama Antariksa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/THCyerfFr1I/AAAAAAAAATE/2N9sDr5oeTg/s1600/lapan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/THCyerfFr1I/AAAAAAAAATE/2N9sDr5oeTg/s400/lapan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508098584413056850" /&gt;&lt;/a&gt; Skema Spaceport untuk Wahana Ruang Angkasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor - Pemerintah Indonesia dan India menjalin proyek kerja sama dalam bidang antariksa. Pembentukan komite bilateral tersebut adalah wujud implementasi dari proyek kerja sama bidang teknologi dan aplikasi antariksa. Kedua tim komite hadir di Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara di Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, pertengahan Agustus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia mengajukan permohonan kepada India untuk memindahkan kepemilikan stasiun TT &amp; C Lapan-ISRO (Lembaga Antariksa India) di Biak, Papua, kepada Indonesia. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Rapat Komite Kerja Sama Indonesia dan India yang digelar di Bali, yang ditandatangani Sekretaris Utama Lapan Bambang Koesoemanto dan Direktur ISTRAC (Jaringan Komando dan Tracking ISRO SK Shivakumar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan Indonesia tak langsung diamini. Sebab proses perpindahan kepemilikan harus dilakukan di level pemerintahan, yang memakan proses diplomasi antarpemerintah selama dua bulan. Bila disetujui, India akan menyiapkan proposal persetujuan untuk perpindahan stasiun TT &amp; C tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan proses perpindahan kepemilikan satelit, India meminta Indonesia mengembangkan kerja sama di beberapa bidang kedirgantaraan. Di antaranya meliputi identifikasi tempat pembangunan antena TT &amp; C satelit baru dengan ketinggian 40 meter di Biak, pengoperasian stasiun bumi satelit yang dapat dipindahkan, perolehan data satelit penginderaan jauh IRS, Cartosat, dan Oceansat-2.(Sumber : Liputan 6)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5965361482753178756?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5965361482753178756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5965361482753178756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5965361482753178756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5965361482753178756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/08/bogor-pemerintah-indonesia-dan-india.html' title='Pemerintah Indonesia dan India Kerjasama Antariksa'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/THCyerfFr1I/AAAAAAAAATE/2N9sDr5oeTg/s72-c/lapan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-2847718646780738704</id><published>2010-08-17T05:23:00.001-07:00</published><updated>2010-08-17T05:26:01.305-07:00</updated><title type='text'>New Light Frigate by PT. PAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TGp_YQtYtLI/AAAAAAAAAS0/4jOXyVAdPcw/s1600/Sigma+10514.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 257px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TGp_YQtYtLI/AAAAAAAAAS0/4jOXyVAdPcw/s400/Sigma+10514.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506353549192770738" /&gt;&lt;/a&gt; Frigate Sigma Class 10514 series&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Bangun Kapal Perang Tempur Modern&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT PAL akan bekerja sama dengan perusahaan galangan dari Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Pemerintah Indonesia meresmikan pembangunan kapal perang produksi dalam negeri, 'Light Fregat-Perusak Kawal Rudal'. Kapal ini merupakan kapal perang tempur modern pertama yang akan dibuat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah langkah awal industri pertahanan Indonesia untuk maju," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin 16 Agustus 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pembangunan kapal Fregat seperti ini telah dilakukan di tempat lain, namun ini bukti keseriusan Indonesia mempertahankan kedaulatan dan negara kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Purnomo, pembangunan kapal perang ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar US$ 220 juta dengan lama pembangunan selama empat tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenhan akan menyerahkan sepenuhnya pembangunan kapal ini kepada PT PAL selaku industri pertahanan dalam negeri. "Pembangunan diserahkan sepenuhnya pada PT PAL dengan memaksimalkan konten lokal," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kapal PKR ini dibangun di divisi kapal perang. "Dimana manajemen dan organisasi proyek yang meliputi mesin, pengadaan, konstruksi, dan keuangan dikelola secara terpisah dari kegiatan korporasi PT PAL," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembangunan kapal Fregat ini, kata dia, PT PAL tak akan sendirian, tapi akan bekerja sama dengan perusahaan galangan dari Belanda, Damen-Schelde sebagai pemenang tender pembangunan kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kesepakatan antara Kemenhan dengan Damen-Schelde, Belanda sebagai pemenang tender. Seperti, hak paten desain kapal perang PKR yang dipersenjatai dengan berbagai jenis rudal menjadi milik bersama Kemenhan dengan pemenang tender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenhan dan PT PAL juga memiliki hak untuk menjual kapal yang sama ke negara ASEAN dan Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi Kapal PKR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal PKR dirancang untuk bisa digunakan dalam beberapa misi operasi, antara lain peperangan elektronika, peperangan anti udara, peperangan anti kapal selam, peperangan anti kapal permukaan, bantuan tembakan kapal. Kapal perang PKR juga dilengkapi dengan rudal SAM, SSM, dan rudal anti kapal selam.&lt;br /&gt;Kapal tersebut dilengkapi dengan perlengkapan persenjataan diantaranya meriam kaliber 76 sampai 100 mm dan kaliber 20 sampai 30 mm, peluncur rudal ke udara, helipad di deck kapal, dan senjata torpedo serta perlengkapan pendukung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang keseluruhan kapal 105 meter, lebar 14 meter, kedalaman 8,8 meter, kecepatan 30/18/14 knot dengan kekuatan mesin utama 4 X 9.240 kekuatan kuda (horse power).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal mampu menampung 100 hingga 120 awak kapal. Kapal ini juga mampu beroperasi hingga batar terluar Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, baik sendirian maupun mengawal kapal lainnya. (sj)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Vivanews)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-2847718646780738704?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/2847718646780738704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=2847718646780738704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2847718646780738704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2847718646780738704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/08/new-light-frigate-by-pt-pal.html' title='New Light Frigate by PT. PAL'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TGp_YQtYtLI/AAAAAAAAAS0/4jOXyVAdPcw/s72-c/Sigma+10514.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-3802595056627444352</id><published>2010-07-17T20:36:00.000-07:00</published><updated>2010-07-17T20:39:50.470-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Tandatangani Kesepakatan Pengembangan Jet Tempur KF-X Dengan Korsel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TEJ3KtqWWMI/AAAAAAAAASs/d1gaIIGEwBU/s1600/KFX+9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 273px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TEJ3KtqWWMI/AAAAAAAAASs/d1gaIIGEwBU/s400/KFX+9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495085521285044418" /&gt;&lt;/a&gt; Photo: KF-X (Photo: Militaryphotos)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia-Korsel Kembangkan Jet KF-X&lt;br /&gt;SEOUL, KOMPAS.com — Indonesia, Kamis (15/7/2010), sepakat bergabung dalam proyek pengembangan jet tempur KF-X, Korea Selatan, yang tertunda selama beberapa tahun akibat masalah teknis dan pendanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indonesia akan memperoleh sekitar 50 jet tempur KF-X dengan menanggung 20 persen biaya pengembangan proyek bernilai miliaran dollar AS itu," kata Kementerian Pertahanan Korsel dalam sebuah pernyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua negara juga sepakat untuk bekerja sama dalam produksi dan pemasaran jet tempur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan ini ditandatangani di Seoul oleh Komisioner Kementerian Pertahanan Korsel dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Indonesia, Eris Herryanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korsel telah meluncurkan proyek tersebut pada tahun 2000 untuk memproduksi jet tempur buatan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama ditangguhkan karena masalah teknis dan ekonomi, Presiden Lee Myung-Bak pada Januari lalu setuju untuk mendorong proyek tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara Korsel dan Korut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korsel berencana menonaktifkan semua jet tempur F-4 dan F-5 pada 2020. Kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan, sekitar 170 jet tempur F-5 beroperasi di Korsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat-pesawat tersebut kali pertama terbang pada 1975 dan telah mengalami sejumlah kecelakaan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengaktifan kembali proyek itu akan dimulai awal tahun depan, dan kami berencana memproduksi jet-jet tempur baru setelah studi kelayakan rampung pada akhir 2012," kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami memerlukan mitra asing yang akan mentransfer teknologi dan suku cadang utama jet tempur tersebut," ujarnya, tanpa menyebutkan total dana yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut juru bicara tersebut, di samping pengembangan proyek kunci KF-X itu, Korsel juga akan terus membeli jet-jet tempur canggih dari perusahaan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kompas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-3802595056627444352?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/3802595056627444352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=3802595056627444352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3802595056627444352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3802595056627444352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/07/indonesia-tandatangani-kesepakatan.html' title='Indonesia Tandatangani Kesepakatan Pengembangan Jet Tempur KF-X Dengan Korsel'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TEJ3KtqWWMI/AAAAAAAAASs/d1gaIIGEwBU/s72-c/KFX+9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7459104354706673062</id><published>2010-07-17T20:25:00.001-07:00</published><updated>2010-07-17T20:35:29.342-07:00</updated><title type='text'>PT. DI Bisa Produksi Jet Tempur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TEJ0uE15w7I/AAAAAAAAASc/oEo9fTb1mok/s1600/KFX+13.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TEJ0uE15w7I/AAAAAAAAASc/oEo9fTb1mok/s400/KFX+13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495082830268056498" /&gt;&lt;/a&gt; Photo: KFX Fighter (Photo: Yonhap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANDUNG(SI) – PT Dirgantara Indonesia (DI) menyatakan siap membuat pesawat tempur KF-X guna mendukung kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUMN ini memiliki kompetensi membuat jet tempur berkemampuan di atas rata-rata. ”Desain,sumber daya manusia,teknologi, dan quality control kami menyatakan siap,”ujar Kepala Humas PT DI Rakhendi Triyatna di Bandung kemarin. Kesiapan PT DI bukanlah isapan jempol. Rakhendi menyebutkan, antara tahun 1986-1990 saat masih bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara(IPTN), pihaknya pernah memproduksi tujuh komponen untuk 40 pesawat tempur F-16. Hasilnya excellent,” tandasnya. Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI I Wayan Midhio mengatakan bahwa RI akan berusaha agar pembuatan KF-X dapat dilakukan di Tanah Air, khususnya di PT DI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, diharapkan Indonesia bisa mendapat transfer teknologi. Namun di mana kepastian pesawat tempur KF-X akan diproduksi, menurut dia, sejauh ini belum dibicarakan. ”Kami berharap pesawatnya dapat dibuat di sini (Indonesia). Ini akan dibahas dalam kesepakatan selanjutnya.Kalau yang ditandatangani Pak Erris Herryanto (Sekjen Kemhan) kemarin itu baru perjanjian awal,” ujar I Wayan. I Wayan menuturkan, nota kesepahaman dengan Korsel berkaitan dengan rencana produksi bersama (joint production), riset hingga terbentuknya prototipe pesawat tempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prototipe tersebut dapat diproduksi di Indonesia tahun 2020 oleh PT DI. Lebih jauh dia menjelaskan, Indonesia tidak akan mendapat lisensi dari pesawat KF-X karena rancangan awal dari jet tempur tersebut adalah milik Korsel sepenuhnya. Indonesia dalam hal ini hanya menjadi mitra kerja sama, terutama dalam hal pemasaran. Kendati demikian, dia menjamin Indonesia akan mendapat keuntungan dari kerja sama ini karena dapat menyerap teknologi, sedangkan pihak Korsel dapat memangkas biaya produksi dan terbantu di urusan penjualan produk pesawat tempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TEJ1bO6CLbI/AAAAAAAAASk/3L4dsF--blA/s1600/F-16+Ambalat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TEJ1bO6CLbI/AAAAAAAAASk/3L4dsF--blA/s400/F-16+Ambalat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495083606063852978" /&gt;&lt;/a&gt; Photo: F-16 Blok 15 OCU TNI-AU di Ambalat (Photo: Kaskus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, selain sudah mempunyai kemampuan membuat pesawat, Indonesia dipilih Korsel karena memiliki kedekatan dengan banyak negara berkembang. ”Pasar dari KF-X yang utama adalah negara berkembang dan Indonesia sebagai negara berkembang memiliki banyak kolega dengan negara-negara lain,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Kemhan RI meneken kesepakatan dengan Korsel untuk memproduksi dan memasarkan jet tempur KF-X yang tertunda beberapa tahun karena terbentur masalah teknis dan pendanaan. Kesepakatan bukan hanya menjadi kebanggaan bangsa karena tidak banyak negara yang bisa memproduksi pesawat tempur, tapi juga untuk melepaskan ketergantungan alat utama sistem senjata (alutsista) dari negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesepakatan yang diteken Komisioner Kementerian Pertahanan Korsel dan Sekjen Kemhan RI Marsekal Madya TNI Erris Herryanto, Indonesia akan menanggung 20% biaya dan akan memperoleh 50 pesawat yang mempunyai kemampuan tempur melebih F-16 ini. Sekjen Kemhan Erris Herryanto sebelumnya pernah mengungkapkan, anggaran yang dibutuhkan untuk proyek strategis tersebut sebesar USD8 miliar dengan jangka waktu kerja sama hingga 2020. Selama waktu itu diharapkan sudah bisa disiapkan lima prototipe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat militer MT Arifin berharap dalamkerjasamapembuatan pesawat KF-X tersebut Indonesia bisa memastikan adanya alih teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses alih teknologi dapat terjadi dengan melibatkan PT DI dalam pembuatan KF-X. Menurutnya, tanpa adanya transfer teknologi, kerja sama yang memakan banyak biaya tersebut akan sia-sia,bahkan mendatangkan kerugian. ”Kita harus melihat dulu perjanjiannya seperti apa? Yang terpenting, Indonesia harus mendapatkan transfer ilmu dari adanya kerja sama pembangunan pesawat ini,”ujarnya. Dia pun menilai Indonesia sudah saatnya memproduksi sendiri materi keperluan pertahanan dan keamanan. Jika ilmuwan Tanah Air mampu dengan optimal menyerap teknologi dari Korsel, hal itu dinilainya sebagai perkembangan yang luar biasa. Selama ini Indonesia masih banyak membeli senjata, pesawat,dan kapal dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”PT DI memang begitu bagus di era Habibie. Namun setelah itu banyak ilmuwan terbaik kita yang lebih memilih bekerja di Singapura dan negara-negara lain. Ini bisa menjadi momentum yang bagus untuk PT DI,”imbuhnya. Kerja sama Indonesia-Korsel ini ternyata sudah sampai ke telinga para blogger sista (sistem pertahanan) dan Facebooker di Indonesia. Berdasarkan penelusuran harian Seputar Indonesia hingga sore kemarin,sudah ada akun Facebook dengan nama Dukung RI Produksi Pesawat Tempur Ini. (Seputar Indonesia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7459104354706673062?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7459104354706673062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7459104354706673062' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7459104354706673062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7459104354706673062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/07/pt-di-bisa-produksi-jet-tempur.html' title='PT. DI Bisa Produksi Jet Tempur'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TEJ0uE15w7I/AAAAAAAAASc/oEo9fTb1mok/s72-c/KFX+13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5262065065419152731</id><published>2010-07-11T01:45:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T01:46:38.881-07:00</updated><title type='text'>Amunisi Howitzer 105 mm buatan PINDAD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TDmDaSd3E6I/AAAAAAAAASU/TljHilYEOvg/s1600/105howitzer2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TDmDaSd3E6I/AAAAAAAAASU/TljHilYEOvg/s400/105howitzer2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492565708211950498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Granat Meriam adalah salah satu alutsista munisi kaliber besar (MKB) yang digunakan oleh TNI Angkatan Darat dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian disampaikan Kol. Wardoyo, SB, Slp, Dirbinlitbang Pussen Armed TNI AD yang didampingi Dr. Ir. Ade Bagja, Deputi Direktur Litbang, Direktorat Produk Sistem Senjata, PT. PINDAD (Persero), pada Iptek Talk, Minggu, 11 Juli 2010, Pkl. 18.30-19.00 WIB di TVRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wardoyo, di TNI AD granat meriam lebih dikenal dengan munisi meriam. Granat meriam ini terdiri dari dua paket, yaitu munisi dan selongsong. Granat meriam yang terdiri dari dua paket tersebut akan dimasukkan ke dalam laras meriam atau diloading, dalam pelaksanaan tergantung dari elevasi atau sudut yang diinginkan. Penggunaan granat meriam / munisi meriam di TNI AD sudah sejak perang dunia ke dua selesai. Sampai saat ini TNI AD masih menggunakan granat meriam produk dari luar negeri, akan tetapi bukan berarti TNI AD tidak mau menggunakan produk lokal, melainkan karena PT. PINDAD sendiri sebagai perusahaan senjata dalam negeri belum membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wardoyo menjelaskan bahwa memang selama ini TNI AD berkiblat ke luar negeri, selama ini meriam yang digunakan memang berasal dari luar negeri. Berdasarkan pengalaman, walaupun meriam itu buatan luar negeri belum menjadi jaminan, tetap saja masih ada hambatan dalam penggunaannya di lapangan. Tetapi ternyata, granat meriam produk lokal, yaitu hasil anak bangsa di PT. PINDAD sudah memenuhi syarat-syarat tipe granat meriam yang digunakan dalam rangka pengadaan barang TNI AD, maka PT. PINDAD bisa mengikuti proses pelelangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade menjelaskan bahwa memang sampai saat ini PT. PINDAD belum membuat granat meriam. Akan tetapi keinginan untuk membuat sudah lama, apalagi PT. PINDAD sudah mempunyai fasilitas yang bisa digunakan dalam produksi granat meriam. Fasilitas ini sudah ada sejak tahun 1991, dan bisa di optimalkan. Fasilitas ini disebut dengan filling plan yang berada di divisi munisi, di kota kecil Turen, sekitar 30 km dari kota Malang Jawa Timur. Filling plan yang dimiliki PT. PINDAD di Turen itu merupakan filling plan terbesar se-Asia Tenggara. Bahkan beberapa negara tetangga tidak memiliki filling plan seperti yang dimiliki oleh PT. PINDAD. Fasilitas ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan TNI AD. Jadi bisa dikatakan bahwa PT. PINDAD sudah siap untuk memproduksi granat meriam, tetapi bukan memproduksi granat meriam secara keseluruhan. Fasilitas filling plan tersebut hanya untuk hulu ledaknya saja. Granat meriam terdiri dari beberapa bagian seperti, bagian selongsong, bagian propelan sebagai pendorong. PT. PINDAD tetap akan melakukan produksi secara bertahap sampai dapat memproduksi sendiri granat meriam secara keseluruhan untuk kemandirian dalam hal pengadaan alutsista dalam negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ade, di dalam bagian granat meriam ada yang diisi dengan bahan eksplosif, supaya granat tersebut memiliki efek daya ledak. Untuk mengisi bahan eksplosif hulu ledak dari granat meriam ini maka digunakanlah fasilitas filling plan. Teknologi yang digunakan adalah teknologi dari swedia, yang mana tahun 1991 sudah mulai dipakai. Kapasitas dari filling atau pengisian TNT ataupun campuran TNT ke dalam hulu ledak granat meriam ini sendiri mencapai 1.200 kg/shift, dimana dalam hulu ledak granat meriam 105 isinya hanya 2 kg TNT, berarti dalam 1 hari bisa lakukan pengisian hulu ledak granat meriam sebanyak 600 hulu ledak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5262065065419152731?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5262065065419152731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5262065065419152731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5262065065419152731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5262065065419152731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/07/amunisi-howitzer-105-mm-buatan-pindad.html' title='Amunisi Howitzer 105 mm buatan PINDAD'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TDmDaSd3E6I/AAAAAAAAASU/TljHilYEOvg/s72-c/105howitzer2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-2497465943552238952</id><published>2010-06-27T06:27:00.001-07:00</published><updated>2010-06-27T06:41:43.380-07:00</updated><title type='text'>LAPAN is ready to orbit satellite in 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TCdU4rHGdiI/AAAAAAAAASM/mBGaFiCG8JM/s1600/sat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 251px; height: 201px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TCdU4rHGdiI/AAAAAAAAASM/mBGaFiCG8JM/s400/sat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487448003596154402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Juni 2010, Bantul -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menargetkan pada 2010 sudah mampu mengorbitkan satelit sendiri, kata Kepala Pusat Teknologi Terapan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Dr Rika Andiarti di sela penyelenggaraan Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010 di Pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta, Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini kami sedang mempersiapkan dengan matang rencana peluncuran roket pengorbit satelit. Saat ini mungkin baru akan meluncurkan satelit "Nano" dengan berat di bawah 10 kilogram," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rika Andiarti , satelit "nano" ini dapat difungsikan untuk pemantauan suhu udara maupun kelembabab udara dan -data kecil atau sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke depan kami targetkan mampu mengorbitkan satelit berukuran besar seperti yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan lainnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan berbagai persiapan uji coba peluncuran roket pengorbit satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lima tahun ke depan kami harus sudah mampu memproduksi roket peluncur satelit berukuran besar, sehingga Indonesia tidak lagi meminta bantuan negara lain untuk mengorbitkan satelit," kata Rika .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamin keamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Dr Djamasri menambahkan, dengan mengorbitkan sendiri atelit maka keamanan negara akan lebih terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini Indonesia masih meminta bantuan negara lain untuk mengorbitkan satelit, dan ini sangat rawan karena muatan roket dan satelit bisa disusupi kepentingan negara pengorbit satelit," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Djamasri mengatakan, teknologi kedirgantaraan khusunya tentang roket sangat bermanfaat dan bisa untuk berbagai kepentingan seperti mitgasi bencana. Teknologi kedirgantaraan juga sangat mendukung untuk kepentingan pertahanan Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika dari Pantai Pandansimo, Kabupaten Bantul kita mampu membuat roket dengan daya luncur antara 3.000 hingga 5.000 kilometer maka pertahanan akan semakin kokoh dan negara lain tidak akan seenaknya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTARA News&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-2497465943552238952?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/2497465943552238952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=2497465943552238952' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2497465943552238952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2497465943552238952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/06/lapan-is-ready-to-orbit-satellite-in.html' title='LAPAN is ready to orbit satellite in 2010'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TCdU4rHGdiI/AAAAAAAAASM/mBGaFiCG8JM/s72-c/sat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-8372273637705422964</id><published>2010-06-03T06:48:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T06:54:59.991-07:00</updated><title type='text'>Skuadron baru penjaga perbatasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TAezqBd8BhI/AAAAAAAAASE/SFb135CRCMs/s1600/UAV1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TAezqBd8BhI/AAAAAAAAASE/SFb135CRCMs/s400/UAV1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478545006249379346" /&gt;&lt;/a&gt; Pesawat tanpa awak/UAV (photo : karbol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Supadio Akan Miliki Skadron Pesawat Tanpa Awak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pontianak (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara akan menambah satu skadron berupa pesawat tanpa awak di Pangkalan Udara Supadio Pontianak untuk memperkuat kemampuan pemantauan termasuk daerah perbatasan di Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufa`at di Pontianak, Rabu malam mengatakan, pesawat tanpa awak mempunyai fungsi yang sangat strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di negara maju, pesawat ini dapat dioperasikan dari jarak jauh," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut dia, dapat dipersenjatai serta dilengkapi dengan peralatan pendeteksi untuk kondisi malam dan siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, status Lanud Supadio Pontianak akan ditingkatkan menjadi Kelas A atau Bintang 1. Salah satu syarat minimalnya mempunyai dua skadron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Lanud Supadio menjadi pangkalan Skadron Udara I Elang Khatulistiwa. Pesawat yang digunakan jenis Hawk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada skadron pesawat tanpa awak, Supadio bisa menjadi pangkalan udara Kelas A," kata mantan Komandan Lanud Supadio tahun 2000 - 2002 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan pesawat tersebut diharapkan terwujud awal tahun depan. Ia melanjutkan, untuk alat utama sistem senjata (Alutsista) pengadaan dilakukan oleh Mabes TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Wagub Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, banyak isu strategis di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti pergeseran patok, kegiatan ilegal yang melibatkan warga kedua negara. Misalnya ilegal tambang, perdagangan manusia dan pembalakan liar," kata Christiandy Sanjaya.(*) (T.T011/R009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Antara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-8372273637705422964?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/8372273637705422964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=8372273637705422964' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8372273637705422964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8372273637705422964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/06/skuadron-baru-penjaga-perbatasan.html' title='Skuadron baru penjaga perbatasan'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TAezqBd8BhI/AAAAAAAAASE/SFb135CRCMs/s72-c/UAV1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7722145057727225343</id><published>2010-06-03T06:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T06:40:49.882-07:00</updated><title type='text'>C-212 to replace Nomad in 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TAewOHBPe_I/AAAAAAAAAR8/Z5zJnOPcs7U/s1600/c212.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 271px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TAewOHBPe_I/AAAAAAAAAR8/Z5zJnOPcs7U/s400/c212.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478541228168412146" /&gt;&lt;/a&gt; Future assembly of the C-212 light transport is likely to move to Indonesia (photo : Airbus Military)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C-212 Assembly Set for Indonesian Shift&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Future assembly of the C-212 light transport is likely to move to Indonesia as part of an Airbus Military initiative to reduce the type's unit cost and allow its Spanish facilities to be dedicated to producing the larger CN-235 and C-295 models.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The question is: can we find an industrial arrangement on which we can continue to produce this aircraft in a very competitive way," says Airbus Military managing director Domingo Ureña.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We are working with our colleagues in Indonesia to see how we can jointly offer this product to the market," he reveals. Airbus Military has a long-standing partnership with Indonesian Aerospace on the CN-235, and Ureña says "an agreement has been reached" to extend this to also include assembly of the C-212.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ureña believes the C-212 can continue to meet requirements for operators in regions such as Asia Pacific, but says: "We need to be able to offer a cheap price. I hope in the short- to medium-term to go back to the market and say that we have the solution."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airbus Military is close to concluding a deal with Thailand for an undisclosed number of C-212s configured for fisheries protection duties. The company has also been selected to provide Vietnam with five, although a contract has yet to be signed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Developed initially for the Spanish air force and first flown in 1971, more than 480 C-212s have been ordered. It is now offered in its -400 production standard, a configuration that is less than 10 years old.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meanwhile, senior vice-president commercial Antonio Rodriguez-Barberán says Airbus Military is also "starting to consider not a replacement for the C-212, but a re-engineering of the aircraft to make it more modern".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airbus Military delivers around 24 CN-235s and C-295s a year from its San Pablo site near Seville, Spain, but has not yet produced the C-212 on its new assembly line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The company is believed to have initiated early studies on the development of a larger successor for both the CN-235 and C-295, but officially says that it is in no rush to replace the types.&lt;br /&gt;(Flight International)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7722145057727225343?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7722145057727225343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7722145057727225343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7722145057727225343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7722145057727225343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/06/c-212-to-replace-nomad-in-2010.html' title='C-212 to replace Nomad in 2010'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TAewOHBPe_I/AAAAAAAAAR8/Z5zJnOPcs7U/s72-c/c212.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-8704813167052562247</id><published>2010-06-03T05:56:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T06:30:43.915-07:00</updated><title type='text'>Hubungan mesra Indonesia-Korsel 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TAet91FlBAI/AAAAAAAAAR0/q013rt5N5pk/s1600/kfx.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TAet91FlBAI/AAAAAAAAAR0/q013rt5N5pk/s400/kfx.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478538749453599746" /&gt;&lt;/a&gt; KFX versi 201 (photo: militaryphotos)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indonesia-Korsel buat pesawat tempur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Tahun ini, Indonesia diharapkan bisa menandatangani perjanjian kerja sama dengan Korea Selatan untuk pembuatan pesawat tempur. Dengan demikian, Indonesia diharapkan tak akan bergantung kepada negara lain dalam hal penyediaan pesawat tempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Erris Herryanto, Rabu (2/6). ”Kemungkinan besar tahun ini sudah ditandatangani,” kata Erris. Kesepakatan untuk studi kelayakan ditandatangani tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Pertahanan menerima hasil studi kelayakan pada Juli 2009. Dalam studi itu disebutkan, Indonesia layak untuk berpartner membuat pesawat tempur. Spesifikasi pesawat tempur dengan kode KFX ini kira-kira berada di atas F-16, tetapi di bawah spesifikasi F-35.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Erris, langkah tersebut merupakan suatu kemajuan karena tidak banyak negara yang bisa membuat pesawat tempur. Apabila memiliki pabrik pesawat tempur, Indonesia tidak akan bergantung lagi kepada negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Erris, masalah komitmen dan perjanjian secara rinci tengah dibahas. Namun, tidak ada perbedaan yang mencolok. Saat ini tengah disusun redaksional perjanjian di antara kedua belah pihak. Erris belum bisa merinci beberapa hal yang tertuang dalam perjanjian itu, termasuk apa saja yang akan diperoleh Indonesia dan apa saja yang harus disediakan. ”Yang jelas, kita punya PT Dirgantara Indonesia dan tenaga ahli,” kata Erris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan biaya yang diajukan sekitar 8 miliar dollar Amerika Serikat dengan jangka waktu kerja hingga tahun 2020. Pada tahun 2020 diharapkan sudah bisa disiapkan lima prototipe. Dari keseluruhan anggaran itu, Indonesia diharapkan menanggung sebesar 20 persen. Akan tetapi, ujar Erris, belum ada kesepakatan soal keuangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Super Tucano&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pengadaan pengganti pesawat OV-10 Bronco, Direktur Pengadaan Direktorat Jenderal Sarana Pertahanan Marsekal Pertama Mukhtar Lubis mengatakan belum ada kepastian. Mabes TNI masih mengevaluasi masukan dari TNI AU. Menurut Mukhtar, pihaknya belum bisa memastikan bahwa pesawat yang akan dibeli adalah Super Tucano dari Brasil. ”Masih harus diteliti dulu spesifikasi dan juga prosedurnya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Sukhoi, kata Mukhtar, pihaknya tengah mengirim sejumlah personel untuk mengikuti pelatihan. Hal itu dilakukan untuk persiapan kedatangan lagi tiga pesawat Sukhoi Su-27SKM yang diharapkan tiba pada September mendatang. ”Soal persenjataan, kita beli dengan paket yang berbeda,” kata Erris. (EDN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kompas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-8704813167052562247?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/8704813167052562247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=8704813167052562247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8704813167052562247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8704813167052562247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/06/hubungan-mesra-indonesia-korsel-2010.html' title='Hubungan mesra Indonesia-Korsel 2010'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/TAet91FlBAI/AAAAAAAAAR0/q013rt5N5pk/s72-c/kfx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-9127970052626800654</id><published>2010-05-26T06:45:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T06:50:28.628-07:00</updated><title type='text'>Lapan siapkan lokasi baru di Pulau Enggano, Bengkulu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/S_0mlTFx-xI/AAAAAAAAARs/Ls6zImrdkfk/s1600/SLV+Lapan+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/S_0mlTFx-xI/AAAAAAAAARs/Ls6zImrdkfk/s400/SLV+Lapan+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475575144173927186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SLV LAPAN (foto: Kompas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Dengan mempertimbangkan faktor keamanan saat peluncuran roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional akan memindahkan tempat peluncuran wahana antariksa tersebut ke Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.&lt;br /&gt;Untuk tujuan itu telah ada persetujuan dari pemerintah daerah setempat.&lt;br /&gt;Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun hari Selasa (25/5) mengatakan, pemindahan itu juga dilatarbelakangi kondisi sekitar lokasi peluncuran yang lama yang berada di daerah Pamengpeuk, Provinsi Jawa Barat. Pamengpeuk kini telah padat menjadi daerah permukiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pemindahan itu berkaitan dengan rencana Lapan untuk meluncurkan satelit yang berukuran lebih besar, yang memerlukan zona aman atau bebas yang lebih luas,” kata Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perairan Bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Enggano yang terletak di selatan perairan Provinsi Bengkulu relatif lebih aman karena di arah selatan menghadap perairan bebas. Namun, Adi juga melihat ada faktor yang kurang menguntungkan di pulau itu, yaitu aktivitas kegempaan di pulau kecil itu tergolong tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, peluncuran roket akan menggunakan kendaraan peluncur roket atau satelit (satellite launch vehicle/SLV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pembuatan roket akan dilakukan di Pusat Pembuatan Roket di Pulau Jawa,” kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan Bambang Tedjasukmana. Untuk transportasi SLV dan roket itu Lapan akan bekerja sama dengan mitra terkait yang memiliki sarana kapal memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi mengharapkan, lokasi peluncuran roket dari pulau tersebut sudah dapat terlaksana tahun depan. Rencananya, akan diluncurkan roket eksperimen berdiameter 550 mm. Akhir tahun ini direncanakan RX-550 akan menjalani uji statik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengarah pada peluncuran roket berkapasitas menengah itu, lanjut Bambang, akan dilakukan peremajaan prasarana yang ada, antara lain, yaitu mesin pembuat bahan bakar roket. Selama ini yang dilakukan hanya sebatas memodifikasi peralatan yang telah usang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Adi, proses pembuatan bahan bakar roket atau propelan merupakan kunci yang menentukan unjuk kerja roket ketika diluncurkan, terutama terhadap daya dorongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan peluncuran roket tersebut, lanjut Adi, Lapan mengalokasikan sebagian besar dana untuk pembangunan fasilitas peroketan dan sisanya untuk mempersiapkan peluncuran satelit kembar Lapan A-2 dan Lapan A-3 yang menggunakan roket Indian Space Research Organization (ISRO) dari India. Peluncuran akan dilakukan tahun depan. (YUN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kompas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-9127970052626800654?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/9127970052626800654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=9127970052626800654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/9127970052626800654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/9127970052626800654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/05/lapan-siapkan-lokasi-baru-di-pulau.html' title='Lapan siapkan lokasi baru di Pulau Enggano, Bengkulu'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/S_0mlTFx-xI/AAAAAAAAARs/Ls6zImrdkfk/s72-c/SLV+Lapan+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5950141493760550915</id><published>2010-05-22T06:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T22:46:45.172-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Akan Alih Teknologi Rudal C-705</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/S_fiLQGAtWI/AAAAAAAAARk/kc0AuqQoDLA/s1600/C-705.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 279px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/S_fiLQGAtWI/AAAAAAAAARk/kc0AuqQoDLA/s400/C-705.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474092555018745186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rudal permukaan ke permukaan C-705 (photo: PeopleDaily)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indonesia-Tiongkok Kerja Sama Alih Teknologi dan Ilmu Kemiliteran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Hubungan Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok bakal tambah harmonis. Kemarin (21/5) militer dua negara tersebut sepakat menjalin kerja sama alih teknologi dan ilmu kemiliteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita menawarkan adanya joint production peralatan senjata. Misalnya, kita tawarkan membuat rudal bersama," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro setelah bertemu dengan Wakil Ketua Komisi Militer Tiongkok Jenderal Guo Boxiong di Jakarta kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan orang nomor dua di jajaran militer Tiongkok itu disambut dengan penghormatan militer. Jenderal Guo didampingi Duta Besar Tiongkok Zhang Qi Yue dan sejumlah perwira tinggi militer Tiongkok. "Mereka memiliki teknologi militer yang luar biasa. Kita berharap bisa belajar dan berbagi pengalaman," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Guo mengatakan, negaranya berencana membuat rudal C-705 untuk pertahanan udara dan laut. Peluru kendali tersebut merupakan pengembangan dari rudal C-802 yang telah digunakan kapal-kapal perang milik TNI Angkatan Laut. "Akan sangat bagus jika rudal tersebut bisa dibuat bersama oleh teknisi Indonesia," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia juga menawari militer Negeri Tirai Bambu itu peralatan pendukung non-alutsista. Misalnya, kain seragam, kopel, sepatu, dan baret. "Tentara Tiongkok punya 2,5 juta anggota. Kalau seluruh seragamnya kita yang membuat, itu potensi ekonomi yang sangat besar," terang mantan menteri ESDM tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pejabat itu juga sepakat untuk mengadakan pelatihan bagi perwira-perwira militer Indonesia. Pelatihan tersebut berbentuk sekolah komando, penanggulangan pembajakan di laut, search and rescue (SAR), serta program master dan doktoral di bidang ilmu pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenderal Guo juga menyambut proposal Kementerian Pertahanan untuk melanjutkan pelatihan pilot-pilot pesawat Sukhoi di Beijing. Sejak tahun lalu, TNI-AU memang mengirim 10 perwira untuk melakukan simulasi penerbangan dengan Sukhoi. Tiongkok adalah pemakai pesawat Sukhoi terbesar setelah Rusia. (rdl/c6/noe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jawa Pos)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5950141493760550915?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5950141493760550915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5950141493760550915' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5950141493760550915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5950141493760550915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2010/05/china-dan-indonesia-akan-alih-teknologi.html' title='Indonesia Akan Alih Teknologi Rudal C-705'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/S_fiLQGAtWI/AAAAAAAAARk/kc0AuqQoDLA/s72-c/C-705.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7994326135515931341</id><published>2009-12-18T21:01:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T21:33:23.526-08:00</updated><title type='text'>Kapal patroli cepat 38 m Bea Cukai by PT. PAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SyxiAKsoPDI/AAAAAAAAARc/xm1hJjRnpiM/s1600-h/KapalPatroli171209.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 229px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SyxiAKsoPDI/AAAAAAAAARc/xm1hJjRnpiM/s400/KapalPatroli171209.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416812206830926898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal Patroli Cepat 38 Meter Aumunium, melakuan pelayaran perdana usai peresmian dan penyerahan kapal tersebut, di dermaga divisi kapal perang PAL Indonesia, Tanjung Perak Surabaya, Kamis (17/12). Kapal ini merupakan pesanan Direktorat Jendral Bea dan Cukai Departemen Keungan RI, yang merupakan karya rancang bangung putra-putra terbaik PT. PAL Indonesia. Kapal ini akan digunakan oleh Dirjen Bea dan Cukai untuk mendukung pengamanan dan penegakan hukum di wilayah kedaulatan laut Indonesia. (Foto: ANTARA/Bhakti Pundhowo/EI/Koz/nz/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Desember 2009, Surabaya -- Dipenghujung tahun 2009 PT PAL INDONESIA (PERSERO), kembali menyerahkan Kapal Patroli Cepat 38 meter Aluminium pesanan Direktorat Jenderal Bea &amp; Cukai Departemen Keuangan Republik Indonesia., Kamis 17 Desember 2009 pukul 10 pagi, bertempat di dermaga divisi kapal perang PAL INDONESIA. Hal tersebut membuktikan bahwa PAL INDONESIA mempunyai komitmen yang tinggi untuk memberikan yang terbaik kepada pelangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal Patroli Cepat 38 Meter Aluminium ini merupakan hasil Rancang &amp; Bangun serta pengembangan produk sebelumnya yang telah di lakukan oleh PAL INDONESIA dan kapal ini merupakan kapal pertama dari tiga kapal sejenis yang di pesan oleh direktorat Jenderal Bea &amp; Cukai Departemen Keuangan Republik Indonesia.dengan pendanaan dari Islamic Development Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan PAL INDONESIA untuk menerima order pembangunan Kapal Patroli Cepat 38 meter Aluminium ini berdasarkan pengalaman yang di miliki sejak tahun 1980 sampai dengan sekarang telah menghasilkan kapal patroli dari berbagai jenis dan ukuran di antaranya : Kapal Patroli Cepat 14 meter Aluminium untuk POLRI , Kapal Patroli Cepat 28 meter lambung Kayu dan Aluminium untuk Ditjen Bea &amp; Cukai dan POLRI, Kapal Patroli Cepat 57 meter berbagai versi serta Landing Platform Dock 125 meter untuk TNI Angkatan Laut Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep pembangunan Kapal Patroli Cepat 38 meter Aluminium ini di rancang khusus sebagai kapal patroli cepat untuk mendukung pengamanan dan penegakan hukum di wilayah kedaulatan laut indonesia. Dengan menggunakan standard class Lloyd Register. Konstruksi lambung dan anjungan kapal di buat dari bahan aluminium dan di desain sedemikian rupa sehingga mampu menahan gelombang yang tinggi dan lincah pada saat manuver. Berdasarkan kontrak kecepatan maksimum 30 knots dan kecepatan maksimum yang di capai pada saat official trial adalah 33 knots.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over prestasi seperti ini adalah yang kedua kalinya dalam tahun ini yaitu; proyek pembangunan kapal Patroli Cepat 38 meter Aluminium dan Proyek pembangunan kapal landing platform dock 125 meter – KRI Banjarmasin 592 yang telah yang telah di serahkan bulan lalu dan sudah masuk jajaran Kolinlamil TNI-AL dimana berdasarkan kontrak kecepatan maksimum 15 knots,official trial mencapai kecepatan maksimum 16,4 knots.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menkeu RI, Sri Mulyani (kanan), Dirut PT.PAL, Harsusanto (kiri), didepan Kapal Patroli Cepat 38 Meter Alumunium, di dermaga divisi kapal perang PAL Indonesia, Tanjung Perak Surabaya, Kamis (17/12). (Foto: ANTARA/Bhakti Pundhowo/EI/Koz/nz/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal ini di pasang dua baling-baling serta di lengkapi dengan Radar NavNet yang mampu mengintegrasikan data-data peralatan sistim navigasi dan komunikasi seperti, echo sounder, speed log dan GPS kedalam Peta Elektronik dan Sistim Radar serta di lengkapi pula dengan Automatic Identification System (AIS) yang memungkan terjadinya pertukaran data(data exchange) dengan kapal lain atau stasiun pantai dan juga di lengkapi dengan kemudi secara otomatis, alat pendeteksi arah angin serta mampu mendeteksi kapal di sekitarnya. Untuk pembangunan Kapal Patroli Cepat 38 meter Aluminium ini telah menggunakan komponen lokal lebih dari 40 % yang di pasok oleh industri –industri dalam negeri diantaranya; PT Pindad (persero) dan industri lainnya untuk peralatan permesinsn dan steering gear dan peralatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menkeu RI, Sri Mulyani (kiri) mengangkat replika kapal patroli cepat 38 meter alumunium, bersama Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi (tengah) dan Dirut PT.PAL, Harsusanto. (Foto: ANTARA/Bhakti Pundhowo/EI/Koz/nz/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran Utama Kapal :&lt;br /&gt;Panjang : 42.00 Meter&lt;br /&gt;Panjang garis : 38.00 Meter&lt;br /&gt;Panjang antara garis : 36.70 Meter&lt;br /&gt;Lebar : 7.30 Meter&lt;br /&gt;Tinggi : 4.47 Meter&lt;br /&gt;Sarat air kekuatan : 1.85 Meter&lt;br /&gt;Sarat air desain : 1.65 Meter&lt;br /&gt;Kecepatan maks. Tidak kurang dari : 30.00 konts&lt;br /&gt;Complement : 25 Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keberhasilan rancang bangun Kapal Patroli Cepat 38 meter Aluminium ini akan menambah kekuatan armada laut di jajaran Direktorat Jenderal Bea &amp; Cukai Departemen Keuangan Republik Indonesia dan merupakan kontribusi PAL INDONESIA untuk memenuhi kebutuhan kapal dalam negeri khususnya kapal patroli cepat dalam rangka kemandirian bangsa untuk pemenuhan kebutuhan ALUTSISTA (Alat Utama Sistim Pertahanan Nasional)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAL INDONESIA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7994326135515931341?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7994326135515931341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7994326135515931341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7994326135515931341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7994326135515931341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/12/kapal-patroli-cepat-38-m-bea-cukai-by.html' title='Kapal patroli cepat 38 m Bea Cukai by PT. PAL'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SyxiAKsoPDI/AAAAAAAAARc/xm1hJjRnpiM/s72-c/KapalPatroli171209.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5006632115920284423</id><published>2009-12-11T15:37:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T16:10:28.325-08:00</updated><title type='text'>Lapan Siap Kembangkan Rudal Militer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SyLfR3aPz3I/AAAAAAAAARU/Kun91d-DIqw/s1600-h/roket+lapan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SyLfR3aPz3I/AAAAAAAAARU/Kun91d-DIqw/s400/roket+lapan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414135200077565810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan siap mengembangkan teknologi roket untuk keperluan rudal militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardhienata mengatakan, teknologi roket yang dimiliki Lapan sebenarnya sudah menunjang untuk dikembangkan menjadi senjata pelindung alat utama sistem senjata (alutsista).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lapan hanya membuat roket untuk keperluan sipil. Tapi, tidak menutup kemungkinan (pembuatan roket/rudal militer) jika teknologi dari ilmuwan Lapan ini diminta Dephan (Departemen Pertahanan) untuk bersama-sama mengembangkan alutsista," tegas Soewarto Hardhienata kepada harian Seputar Indonesia (SI) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, teknologi roket milik Lapan pada dasarnya merupakan dual use. Teknologi itu bisa dipakai untuk keperluan sipil maupun militer. Namun, saat ini Lapan baru mengembangkan roket untuk keperluan sipil karena sesuai dengan kewenangan mereka. Adapun untuk keperluan militer, semua diserahkan kepada Dephan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Roket Lapan selama ini hanya akan dipakai untuk mendorong satelit dan tidak untuk membuat rudal balistik," tandasnya. Meski demikian, ungkap Soewarto, untuk keperluan militer, Lapan sudah melakukan kerja sama dengan Dephan dalam membuat roket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk detailnya saya tidak bisa menyebut, tapi salah satunya kita dan Dephan membuat kaliber 122 untuk TNI AL," jelasnya. Sebagaimana diketahui, Lapan berhasil mengembangkan roket untuk keperluan mendorong satelit. Roket pendorong satelit (RPS) buatan Lapan ini telah sukses diuji coba beberapa bulan lalu dengan produk RX 420, RX 320,dan RX 250. Bahkan, saat ini untuk mendukung RPS, Lapan juga sedang mendesain roket RX 520 dengan daya jangkau hingga 200 km. Sementara itu, Ketua Pokja Pertahanan Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan, sudah saatnya Indonesia memiliki roket berhulu ledak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan teknologi yang dimiliki Lapan, ujar dia, seharusnya Dephan, LIPI, Pindad maupun PT PAL dapat bersinergi untuk melakukan penelitian dalam membuat roket berhulu ledak. "Keberhasilan Lapan dalam menguji sejumlah roketnya bisa dipakai untuk keperluan militer. Harusnya, Dephan tanggap dan melakukan sinergi untuk membuat roket-roket jarak menengah. Karena, roket-roket ini hanya tinggal diberi hulu ledak," ungkap Tubagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan roket berhulu ledak buatan dalam negeri, menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Indonesia bisa bersikap mandiri. Terutama dalam memproduksi senjata.(Koran SI/Koran SI/ahm)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5006632115920284423?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5006632115920284423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5006632115920284423' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5006632115920284423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5006632115920284423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/12/lapan-siap-kembangkan-rudal-militer.html' title='Lapan Siap Kembangkan Rudal Militer'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SyLfR3aPz3I/AAAAAAAAARU/Kun91d-DIqw/s72-c/roket+lapan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-2576230047707543889</id><published>2009-10-25T06:40:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T07:02:13.889-07:00</updated><title type='text'>Lemjitek TNI AD Ciptakan Robot Tempur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SuRXU18Jj5I/AAAAAAAAARM/mxoNxCiX5So/s1600-h/Robot+TNI_Melani101006.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 248px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SuRXU18Jj5I/AAAAAAAAARM/mxoNxCiX5So/s400/Robot+TNI_Melani101006.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396534269085061010" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALANG(SI) – Siapa bilang anak negeri tidak mampu menciptakan teknologi perang, seperti produksi Pentagon Amerika Serikat atau negara maju lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya,meski dengan segala keterbatasan fasilitas yang dimiliki Lembaga Pengkajian Teknologi (Lemjitek) TNI AD, Karangploso,Kabupaten Malang, mampu menciptakan robot tempur. Robot tempur yang masih dalam bentuk prototype ini, sudah mampu dioperasionalkan dan diujicobakan di lapangan terbuka. Sistem operasionalnya juga sangat canggih, yakni menggunakan sistem kendali jarak jauh memanfaatkan gelombang radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah seorang anggota teknisi lapangan Lemjitek TNI AD, Kapten Arh.Petrus Gunawan, prototype robot tempur ini sudah beberapa kali diujicobakan,dan mampu menempuh jarak hingga 1 km dari pusat kendali. ”Ukurannya 1,5 m kali 0,5 m dengan berat sekitar 100 kg. Robot ini memiliki mesin penggerak dua roda,dan mampu mengangkut beban hingga sekitar 150 kg, kecepatan maksimalnya bisa mencapai 60 km/jam,” terangnya. Robot yang diciptakan pada tahun 2009 dan belum memiliki nama ini, digerakkan dengan tenaga listrik dari dua baterei yang tersimpan di dalam bodi robot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua baterei ini memiliki kekuatan 36 volt yang berfungsi untuk penggerak, dan 12 volt untuk sistem kontrolnya. Gunawan mengaku, kondisi robot ini belum sepenuhnya sempurna karena baru selesai proses perakitannya, kemungkinan masih sekitar 70-80% dari kondisi ideal yang diinginkan. Meski dinyatakan belum sepenuhnya sempurna, namun robot tempur ini memiliki kemampuan yang setara dengan robot tempur impor. Selain dapat dikendalikan secara jarak jauh, robot ini dilengkapi dengan kamera pengintai sebanyak enam unit,dan sensor ultra- sonic untuk mengenali setiap hambatan yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami juga memasang dua senjata perusak pada robot ini, yakni senapan mesin ringan (SMR) jenis Minimi kaliber 5,56 mm, dan roket anti tank Estalansa caliber 90 mm yang bisa dioperasionalkan dari jarak jauh,”ungkapnya. Rencananya Lemjitek TNI AD akan terus menyempurnakan robot tempur ini,bahkan akan mengusulkannya ke Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) TNI AD,untuk dijadikan salah satu perlengkapan tempur. Teknisi lapangan Lenjitek TNI AD lainnya,Kapten Arm.Gatut Yuli Susanto mengaku,robot tempur ini sengaja dirancang untuk senjata pengintaian sehingga dilengkapi kamera dan alat sensor.&lt;br /&gt;”Namun, apabila ada kondisi darurat seperti ada serangan dari lawan,baik senjata ringan maupun kendaraan tempur berat, robot ini mampu juga menjadi alat tempur yang efektif dan aman,karena bisa dikendalikan dari jauh”katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Seputar Indonesia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-2576230047707543889?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/2576230047707543889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=2576230047707543889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2576230047707543889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2576230047707543889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/10/lemjitek-tni-ad-ciptakan-robot-tempur.html' title='Lemjitek TNI AD Ciptakan Robot Tempur'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SuRXU18Jj5I/AAAAAAAAARM/mxoNxCiX5So/s72-c/Robot+TNI_Melani101006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-919672193235226124</id><published>2009-10-10T07:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T15:54:17.944-07:00</updated><title type='text'>Jet tempur generasi kedua (pertengahan 1950 s/d awal 1960)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCci9exNtI/AAAAAAAAAQE/5xQ1pPRvAzU/s1600-h/300px-F-100C_4mation_060905-F-1234S-064.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 187px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCci9exNtI/AAAAAAAAAQE/5xQ1pPRvAzU/s400/300px-F-100C_4mation_060905-F-1234S-064.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390980878395586258" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 1. F-100 Super Sabre&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan pesawat tempur generasi kedua dilatarbelakangi oleh suatu terobosan teknologi, berbagai pelajaran yang diambil dari medan tempur Perang Korea, dan fokus kepada operasional yang mengarah kepada pengembangan senjata nuklir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCeZhZcU-I/AAAAAAAAAQc/-YsFnmFC3W4/s1600-h/300px-HAL-HF-24-Marut.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 126px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCeZhZcU-I/AAAAAAAAAQc/-YsFnmFC3W4/s400/300px-HAL-HF-24-Marut.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390982915261486050" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 2. HAL HF-24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi dalam aerodinamik, propulsi, dan bahan dasar pembangunan body pesawat (terutama campuran aluminium) memungkinkan desainer pesawat tempur untuk bereksperimen dengan berbagai inovasi aeronautika seperti sayap lekuk, delta, dan badan pesawat. Penggunaan yang lebih luas lagi dari mesin turbojet afterburning membuat jet pada masa ini mampu menembus kecepatan suara, dan kemampuan untuk mempertahankan kecepatan supersonic saat terbang menjadi kualifikasi yang umum pada jet tempur pada generasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCd6XEZcaI/AAAAAAAAAQU/NfsUCKNPpWA/s1600-h/300px-Gloster.javelin.xh903.arp.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 209px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCd6XEZcaI/AAAAAAAAAQU/NfsUCKNPpWA/s400/300px-Gloster.javelin.xh903.arp.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390982379912917410" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 3. Gloster Javelin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain pesawat tempur juga menjadi lebih baik yaitu dengan adanya teknologi elektronik baru yang membuat radar menjadi kecil namun lebih efektif untuk ditaruh diatas pesawat tempur dengan ukuran yang lebih kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCfI481WiI/AAAAAAAAAQk/ECB4rfPYuPU/s1600-h/300px-IAI_nesher.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 145px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCfI481WiI/AAAAAAAAAQk/ECB4rfPYuPU/s400/300px-IAI_nesher.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390983729037793826" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 4. IAI Nesher &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radar yang melekat dalam tubuh pesawat memungkinkan pendeteksian pesawat musuh yang berada diluar pandangan mata, dengan demikian meningkatkan sasaran deteksi musuh dengan meningkatkan jangkauan radar yang berpangkalan di darat. Dengan cara yang sama, peningkatan pengembangan peluru kendali menjadikan rudal udara ke udara menggantikan peranan senjata mesin (kanon) sebagai senjata utama untuk pertamakalinya dalam sejarah pesawat tempur. Selama periode ini peluru kendali passive homing berpemandu inframerah menjadi senjata utama yang umum digunakan, tetapi sensor awal rudal inframerah ini memiliki sensitifitas yang buruk dan sangat sempit dalam pandangan mata (umumnya tidak lebih dari 30o), hal ini membuat efektifitas rudal menjadi terbatas dan hanya dapat digunakan untuk jarak pendek, tail-chase engagement (serangan dari belakang pesawat musuh). Peluru kendali berpemandu radar juga diperkenalkan pada masa ini, tetapi contoh awalnya menampilkan gambar yang tidak realistis. Peluru kendali Semi Active Radar Homing (SARH) dapat melacak dan menghalau pesawat musuh dengan memasang radar tersebut di bagian pesawat. Rudal berpemandu radar jarak menengah dan jauh menjanjikan suatu perubahan dalam pertempuran diluar jangkauan mata. Dan banyak sekali usaha-usaha yang dilakukan untuk pengembangan teknologi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCfzWoFy-I/AAAAAAAAAQs/lwLEzIlKDXI/s1600-h/300px-SuperMystereB2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 142px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCfzWoFy-I/AAAAAAAAAQs/lwLEzIlKDXI/s400/300px-SuperMystereB2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390984458558360546" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 5. Super Mystere&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan terjadinya perang dunia III menampilakan mekanisasi angkatan bersenjata dalam jumlah besar dan serangan senjata nuklir mengarahkan kepada derajat spesialisasi melalui pendekatan dua desain, yaitu: (1) interceptor (seperti English Electric Lightning dan Mikoyan Gurevich MiG-21F dan (2) fighter bomber (seperti Republic F-105 Thunderchief dan Sukhoi 7). Dogfighting (air combat),  merupakan penyederhanaan dari dua hal diatas. Interceptor merupakan salah satu pengembangan yang luar biasa dimana peluru kendali menggantikan secara penuh peranan dari senjata (canon) dan pertarungan udara akan berlangsung diluar pandangan mata (beyond visual range combat). Sebagai hasilnya, interceptor didesain dengan kemampuan membawa rudal yang besar dan radar yang tangguh, mengorbankan dalam hal kecepatan, ketinggian jelajah, dan kemampuan menanjak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCibY7epAI/AAAAAAAAARE/BaGfsOoOK34/s1600-h/300px-MiG_above_clouds.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCibY7epAI/AAAAAAAAARE/BaGfsOoOK34/s400/300px-MiG_above_clouds.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390987345394574338" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 6. MiG 21 Fishbed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan peran utamanya sebagai pertahanan udara, penekannya ada pada kemampuan untuk menghalau jet tempur pembom yang mampu terbang pada ketinggian jelajah yang tinggi. Pengkhususan sebagai interceptor pertahanan terkadang memiliki jangkauan yang terbatas dan kecil, jika begitu, pesawat tersebut dimasukan kepada pesawat tempur serang darat. Jet tempur pembom dapat berfungsi sebagai air superiority (pertahanan udara) dan serang darat, selain itu juga terkadang didesain untuk kecepatan tinggi, mampu terbang rendah yang ditujukan untuk mengirimkan meriam udaranya. Peluru kendali berpemandu televisi dan inframerah diperkenalkan untuk meningkatkan kemampuan bom konvensional dan beberapa dilengkapi kemampuan untuk mengirimkan bom nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCgOfpRWNI/AAAAAAAAAQ0/H4n_fqeTcys/s1600-h/300px-Luftwaffe_Museum_Fiat_G91_2007.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 202px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCgOfpRWNI/AAAAAAAAAQ0/H4n_fqeTcys/s400/300px-Luftwaffe_Museum_Fiat_G91_2007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390984924835698898" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 7. Fiat G-91&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa pesawat tempur yang dapat dikategorikan generasi kedua berdasarkan negara asal:&lt;br /&gt;1. Perancis: (a) Dassault Etendard IV, (b) Dassault Super Mystere, (c)Dassault Mirage II/5&lt;br /&gt;2. India: (a)HAL HF-24 Marut &lt;br /&gt;3. Israel (a)IAI Nesher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StChgUG7nsI/AAAAAAAAAQ8/abFEJtbxS_c/s1600-h/300px-Saab_Draken.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StChgUG7nsI/AAAAAAAAAQ8/abFEJtbxS_c/s400/300px-Saab_Draken.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390986330488151746" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 8. Saab 35 draken&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Italia: (a)Fiat G-91&lt;br /&gt;5. RRC: (a)Shenyang J-6 “Farmer”, (b)Chengdu J-7 “Fishbed&lt;br /&gt;6. Sweden: (a)Saab 32 Lansen, (b)Saab 35 Draken &lt;br /&gt;7. Uni Soviet: (a)Mikoyan-Gurevich MiG-19 Farmer, (b) Mikoyan-Gurevich MiG-21F Fishbed, (c) Sukhoi Su-7 Fitter A, (d) Sukhoi Su-9/11 Fishpot &lt;br /&gt;8.  United Kingdom: (a) De Havilland Sea Vixen, (b) English Electric Lightning, (c) Gloster Javelin, (d) Hawker Hunter, (e) Supermarine Scimitar, (f) Supermarine Swift &lt;br /&gt;9. USA: (a) Chance-Vought F-8 Crusader, (b) Grumman F-9 Cougar, (c) Grumman F-11 Tiger, (d) North American F-100 Super Sabre, (e) McDonnell F-101 Vodoo, (f) Convair F-102 Delta Dagger, (g) Lockheed F-104 Star Fighter, (h) Republic F-105 Thunderchief, (i) Convair F-106 Delta Dart&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-919672193235226124?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/919672193235226124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=919672193235226124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/919672193235226124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/919672193235226124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/10/jet-tempur-generasi-kedua-pertengahan.html' title='Jet tempur generasi kedua (pertengahan 1950 s/d awal 1960)'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCci9exNtI/AAAAAAAAAQE/5xQ1pPRvAzU/s72-c/300px-F-100C_4mation_060905-F-1234S-064.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-98092399224276067</id><published>2009-10-10T06:42:00.000-07:00</published><updated>2009-12-11T15:35:09.636-08:00</updated><title type='text'>Pesawat tempur bermesin jet generasi pertama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCPiilL4-I/AAAAAAAAAO8/vk0MYuyIqSQ/s1600-h/300px-Dassault_Ouragan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCPiilL4-I/AAAAAAAAAO8/vk0MYuyIqSQ/s400/300px-Dassault_Ouragan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390966577523581922" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 1. Dassault Ouragan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menjadi hal yang umum dalam komunitas penerbangan dengan mengklasifikasikan jet tempur dengan istilah “Generasi” tidak lain adalah untuk tujuan sejarah. Memang tidak terdapat definisi yang resmi mengenai penggenerasian jet tempur; lebih lanjut, hal ini semata-mata untuk mengetahui lebih mudah bahwa pengembangan mereka adalah berjenjang dengan pendekatan desain, kemampuan tempur, dan perubahan teknologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerangka waktu yang diasosiasikan dengan setiap “Generasi” adalah kurang tepat dan hanya berupa indikasi suatu periode dimana filosofi desain dan penerapan teknologi dipengaruhi oleh desain pesawat tempur dan pengembangannya. Kerangka waktu ini juga meliputi periode puncak pada saat pesawat tersebut masuk masa tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jet tempur subsonik generasi pertama (pertengahan 1940 s/d pertengahan 1950)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi pertama jet tempur merupakan sebuah inisial, desain jet tempur subsonik diperkenalkan pada akhir masa perang dunia II dan pada periode awal pasca perang. Mereka berbeda sedikit dari rekannya pesawat bermesin piston dalam penampilannya, dan banyak diantaranya yang bersayap tidak berlekuk (unswept). Senapan merupakan persenjataan utama. Dorongan pengembangan pesawat bermesin turbojet menyisakan keuntungan yang kurang berarti dalam hal kecepatan maksimalnya. Top speed pesawat tempur ini peningkatannya kurang begitu berarti selama masa perang dunia II oleh karena adanya pengembangan mesin piston yang lebih bertenaga, dan mulai memasuki rejim penerbangan transonik dimana efisiensi mesin piston berpropeller (baling-baling) menurun secara pasti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCQ3I6PbBI/AAAAAAAAAPM/8n-vz8lniXY/s1600-h/300px-EF-10B_VMCJ-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCQ3I6PbBI/AAAAAAAAAPM/8n-vz8lniXY/s400/300px-EF-10B_VMCJ-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390968030921452562" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 2. F-3D Skynight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat bermesin jet pertama dikembangkan selama masa perang dunia II dan terlihat berperang dua tahun menjelang akhir periode ini. Messerschmitt mengembangkan jet tempur pertama yang siap beroperasi, yaitu Me-262. Pesawat ini diperkirakan lebih cepat dibandingkan pesawat bermesin sejenis yang paling mutakhir, dan ditangan pilot yang berkompeten, cukup sulit bagi pilot tentara sekutu untuk menaklukannya. Desainnya tidak begitu banyak dikembangkan, namun cukuplah untuk menghentikan kampanye udara tentara sekutu, dan kombinasi dari kekurangan bahan bakar, kehilangan pilot, dan kesulitan teknis dengan mesin membuat serangan secara tiba-tiba menjadi rendah. Bagaimanapun juga, Me-262 mengindikasikan kelemahan pesawat bermesin piston. Didorong oleh laporan mengenai adanya jet tempur buatan Jerman, Gloster Meteor buatan Inggris mulai diproduksi segera setelah 2 pesawat sejenis masuk masa tugas pada sekitar masa yang sama di tahun 1944. Meteor umumnya digunakan untuk menghalau pesawat V-1 “Buzz Bomb”, oleh karena pesawat ini terbang lebih cepat daripada pesawat bermesin piston lainnya. Menjelang akhir perang dunia II hampir semua produksi pesawat tempur bermesin piston dihentikan. Beberapa desain pesawat yang mengkombinasikan mesin piston dan jet untuk propulsinya (pendorong) – seperti Ryan FR Fireball – terdapat laporan ada beberapa yang digunakan, tetapi menjelang akhir 1940 sebenarnya semua jenis pesawat tempur telah bermesin jet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCRgoMC4eI/AAAAAAAAAPU/x-eILVPJL4A/s1600-h/300px-F-89.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 201px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCRgoMC4eI/AAAAAAAAAPU/x-eILVPJL4A/s400/300px-F-89.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390968743692263906" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 3. F-89 Scorpion &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kelebihannya, pesawat tempur generasi pertama sangatlah jauh dari sempurna, terutama pada masa-masa awal generasi pertama. Masa awal operasionalnya dapat diukur dalam hitungan jam; mesinnya sendiri mudah pecah dan terlalu masif, dan tenaganya hanya dapat diatur secara perlahan. Banyak skuadron pesawat bermesin piston bertahan hingga awal dan pertengahan tahun 50an, bahkan dalam angkatan udara dengan kekuatan utama (walaupun tipenya dipertahankan, namun merupakan desain yang terbaik di era perang dunia II). Inovasi berupa kursi lontar dan ekor pesawat yang all-moving diperkenalkan pada periode ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCSDFCvnVI/AAAAAAAAAPc/GuUAYG4kTNk/s1600-h/300px-He162_color010.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 187px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCSDFCvnVI/AAAAAAAAAPc/GuUAYG4kTNk/s400/300px-He162_color010.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390969335553432914" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 4. He-162&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika adalah salah satu yang pertama untuk mulai menggunakan jet tempur pada periode pasca perang. Lockheed P-80 Shooting Star (segera di desain kembali menjadi F-80) nampak kurang elegan dibandingkan dengan Me-262 yang memiliki sayap lekuk, tetapi pesawat ini memiliki kecepatan jelajah 660 km/jam atau 410 mil/jam, sama cepatnya dengan top speed pesawat bermesin piston pada umumnya. Inggris kemudian mendesain beberapa jet tempur baru, termasuk yang menjadi icon pada saat itu de Havilland Vampire yang banyak dijual ke beberapa negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCT3_zI6SI/AAAAAAAAAPk/_V9QjaIYY6k/s1600-h/300px-Parked_Supermarine_Attacker.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 201px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCT3_zI6SI/AAAAAAAAAPk/_V9QjaIYY6k/s400/300px-Parked_Supermarine_Attacker.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390971344190499106" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 5. Supermarine Attacker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, Inggris melakukan alih teknologi mesin jet Rolls-Royce Nene kepada Soviet yang segera mengaplikasikannya menjadi pesawat tempur canggih Mikoyan-Gurevich MiG-15. Pesawat ini menerapkan sayap lekuk dalam pertempurannya, suatu penemuan yang pertama kali diajukan oleh peneliti Jerman yang memungkinkan terbang pada kecepatan yang lebih dekat dengan kecepatan suara dibandingkan dengan desain sayap lurus seperti yang diterapkan pada F-80. Top speed Mig-15 yang mampu mencapai 1.075 km/jam (668 mph) cukup membuat shock terapi bagi pilot F-80 Amerika yang menyergap MiG-15 di semenanjung Korea, bersama dengan persenjataan mereka berupa dua buah kanon 23 mm dan satu buah kanon 37 mm yang dibandingkan dengan senapan mesin. Bagaimanapun juga, dog fight jet tempur vs jet tempur pertama dalam sejarah yang berlangsung di selama perang Korea pada 8 November 1950, sebuah F-80 menghalau 2 buah MiG-15 Korea Utara dekat Sungai Yalu dan menembak jatuh kedua pesawat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCULJ4X2AI/AAAAAAAAAPs/XoZOwuwIRGo/s1600-h/300px-Saab_J29B_1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 149px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCULJ4X2AI/AAAAAAAAAPs/XoZOwuwIRGo/s400/300px-Saab_J29B_1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390971673314318338" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 6. Saab 29 Tunnan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika merespon dengan segera membentuk skuadron sayap lekuk F-86 untuk bertempur melawan MiG yang memiliki kesamaan kecepatan transonik. Kedua jenis pesawat tersebut memiliki kekuatan yang berbeda, tetapi memiliki cukup kesamaan sehingga teknologi yang canggih seperti radar ranging gunsight dan kemampuan veteran pilot Angkatan Udara Amerika Serikat mengakui keberadaan MiG-15. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCU64uBc9I/AAAAAAAAAP0/0NILYQRDrUY/s1600-h/300px-Yak-17_RD-10.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCU64uBc9I/AAAAAAAAAP0/0NILYQRDrUY/s400/300px-Yak-17_RD-10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390972493341225938" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 7. Yak 15/17 Feather&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan laut di beberapa negara di dunia juga melakukan transisi pesawat tempurnya menjadi bermesin jet selama periode ini, sehingga diperlukan catapult-launching (ketapel untuk menarik pesawat saat take off dari kapal induk) untuk jenis pesawat yang mendarat di kapal induk. Seperti Grumman F9F Panther yang diadopsi oleh AL Amerika Serikat sebagai jet tempur utama pada periode Perang Korea, dan pesawat ini merupakan yang pertama yang dapat melakukan afterburner. De Havilland Sea Vampire merupakan pesawat tempur pertama AL Inggris. Radar digunakan pada pesawat yang diterbangkan khusus diwaktu malam, seperti F3D Skynight yang juga menembak jatuh MiG saat Perang Korea, dan kemudian semakin disempurnakan oleh hadirnya F2H Banshee dan F7U Cutlass yang bersayap lekuk serta F3H Demon sebagai pesawat tempur malam segala cuaca. Versi awal Infra Red Air to Air Missile seperti AIM-9 Sidewinder dan rudal berpemandu radar seperti AIM-7 Sparrow yang sedang dikembangkan saat ini awalnya diperkenalkan pada jet tempur subsonik sayap lekuk Demon dan Cutlass versi AL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCV6lTSxLI/AAAAAAAAAP8/X2oRZalBo18/s1600-h/cf+100+canuck.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCV6lTSxLI/AAAAAAAAAP8/X2oRZalBo18/s400/cf+100+canuck.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390973587640468658" /&gt;&lt;/a&gt; gbr 8. CF-100 Cannuck      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa pesawat tempur yang dapat dikategorikan generasi pertama berdasarkan negara asal: &lt;br /&gt;1. Kanada&lt;br /&gt;a. Avro CF-100 Canuck &lt;br /&gt;2. Perancis&lt;br /&gt;a. Dassault Ouragen &lt;br /&gt;b. Dassault Mystere&lt;br /&gt;c. Dassault Mystere IV&lt;br /&gt;3. Nazi Jerman &lt;br /&gt;a. Messerschmitt Me-262&lt;br /&gt;b. Heinkel He-162&lt;br /&gt;4. RRC&lt;br /&gt;a. Shenyang J-5 “Fresco” &lt;br /&gt;5. Swedia &lt;br /&gt;a. Saab 21R &lt;br /&gt;b. Saab 29 Tunnan&lt;br /&gt;6. Uni Soviet&lt;br /&gt;a. MiG-9 Fargo &lt;br /&gt;b. MiG-15 Fagot &lt;br /&gt;c. MiG-17 Fresco &lt;br /&gt;d. Lavochkin La-15 Fantail&lt;br /&gt;e. Yakovlev Yak-15/17 Feather &lt;br /&gt;f. Yakovlev Yak-23 Flora  &lt;br /&gt;g. Yakovlev Yak-25 Flashlight&lt;br /&gt;7. United Kindom &lt;br /&gt;a. De Havilland Vampire &lt;br /&gt;b. De Havilland Venom &lt;br /&gt;c. Gloster Meteor &lt;br /&gt;d. Supermarine Attacker &lt;br /&gt;8. USA&lt;br /&gt;a. Bell P-59 Airacomet &lt;br /&gt;b. Lockheed P-80 Shooting Star &lt;br /&gt;c. Republic F-84 Thunderjet &lt;br /&gt;d. Republic F-84F Thunderstreak &lt;br /&gt;e. North American F-86 Sabre &lt;br /&gt;f. Northrop F-89 Scorpion &lt;br /&gt;g. Lockheed F-94 Starfire &lt;br /&gt;h. North American FJ-1 Fury&lt;br /&gt;i. North American FJ-2/3/4 Fury&lt;br /&gt;j. McDonell F2H Banshee &lt;br /&gt;k. McDonell F3H Demon&lt;br /&gt;l. Douglas F3D Skynight &lt;br /&gt;m. Douglas F4D Skyray &lt;br /&gt;n. Vought V7U Cutlass&lt;br /&gt;o. Grumman F9F Panther&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-98092399224276067?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/98092399224276067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=98092399224276067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/98092399224276067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/98092399224276067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/10/pesawat-tempur-bermesin-jet-dari_10.html' title='Pesawat tempur bermesin jet generasi pertama'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCPiilL4-I/AAAAAAAAAO8/vk0MYuyIqSQ/s72-c/300px-Dassault_Ouragan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-6766072299060579034</id><published>2009-10-09T16:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T17:06:07.255-07:00</updated><title type='text'>KRI Cakra 401, Kapal Selam Kelas U 209</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Ss_PAu5zgEI/AAAAAAAAANU/nsjiAxXWdHc/s1600-h/cakra+401-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 355px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Ss_PAu5zgEI/AAAAAAAAANU/nsjiAxXWdHc/s400/cakra+401-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390754890483204162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galangan kapal terkemuka Korea Selatan Daewoo telah merampungkan tugasnya dalam mengembalikan kemampuan tempur KRI Cakra, salah satu kapal selam buatan Jerman yang dimiliki TNI AL dan segera dilayarkan kembali ke perairan yang menjadi medan pengabdiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran KRI Cakra yang bernomor lambung 401 pada tanggal 19 Maret 1981 seolah menuntaskan dahaga TNI AL akan kebutuhan kapal selam disel elektrik moderen sebagai pengganti armada kapal selam klas Whiskey buatan Uni Sovyet yang satu demi satu harus dibesituakan karena ketiadaan suku cadang senagai imbas putusnya hubungan diplomatik dengan negara pembuatnya pasca pemberontakan Komunis 1965. Pilihan Indonesia pada kapal selam buatan industri Howaldt Deutsche Werke (HDW), Kiel ini sesuai dengan tuntutan strategis akan kebutuhan sosok kapal selam berkemampuan jelajah samudera dengan kelengkapan sensor dan senjata yang modern serta cocok dioperasikan di perairan tropis. Sampai tahun 1980 HDW telah memasarkan kapal selam klas 209 dengan berbagai variannya sebanyak 22 unit ke delapan negara Eropa dan Amerika Selatan tanpa terjadi komplain oleh negara pemakainya. Sampai tahun 2006 ini U-209 menjadi kapal selam paling laris di dunia dengan jumlah 64 unit dan dioperasikan oleh 14 negara di Eropa (3 negara), Amerika Latin (7 negara), Asia (3 negara)dan Afrika (1 negara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan ekspor kapal selam generasi ketiga Jerman ini tidak dapat dilepaskan dari tampilan teknologi yang lebih maju dari kapal selam disel elektrik sebelumnya seperti klas Whiskey buatan Rusia dan seangkatannya seperti klas Oberon buatan Inggris disertai manajemen penjualan yang user oriented . Kemajuan teknologi kapal ini terletak pada rancang bangun kapal, sistem penggerak,sensor dan senjata. Kemajuan rancang bangun mencakup struktur lambung monohull, desain kapal yang streamline, dan bahan lambung yang terbuat dari baja non magnetik. Rancang bangun ini memungkinkan kapal selam ini bermanuver secara lincah di dasar laut disertai dengan kemampuan mereduksi pantulan sonar. Kapal – kapal selam disel elektrik saat ini meniru rancang bangun U-209 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem penggerak pada kapal ini dirancang untuk mampu mendorong kapal selam lebih cepat melaju di bawah air dalam endurance di bawah permukaan yang lebih tinggi. Sepertiga bagian dari isi kapal selam ini dipenuhi oleh sistem pendorong yang berupa satu mesin pendorong, empat mesim disel, dan empat generator serta empat buah baterai yang masing – masing terdiri dari 120 cell. Komposisi sistem penggerak ini mampu mendorong kapal selam pada kecepatan maksimal 21,5 knot saat menyelam dan 8 knot sat berlayar di permukaan serta berlayar snarting. Bandingkan dengan klas Whiskey yang hanya melaju di kedalaman dengan kecepatan maksimal 13 knot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan teknologi lainnya adalah pilihan aplikasi persenjataan dari torpedo konvensional, advanced torpedo semacam torpedo SUT (Surface and Undersurface Torpedo) yang dapat dikendalikan dari kapal selam melalui kabel serat seperti yang dipasang pada dua kapal selam TNI AL, hingga peluru kendali anti kapal permukaan seperti yang diterapkan pada klas Shisumar AL India. Variasi senjata ini menjadi daya tarik tersendiri pada kapal selam U-209 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan HDW menekankan pada kebutuhan pengguna kapal selam produknya. Desain kapal selam U-209 di daerah sub tropis seperti Yunani berbeda dengan kapal selam U-209 yang dioperasikan di perairan tropis. Kapal – kapal selam tropis membutuhkan pendingin udara kabin untuk memberikan kenyamanan pada awak kapalnya, tingginya kadar garam (salinitas) air laut tropis juga memerlukan jenis sonar yang tidak sama dengan sensor bawah air di kawasan sub tropis. Disamping itu perusahaan Jerman ini juga memberikan kebebasan pada customernya untuk memilih persenjataan yang dibutuhkan untuk kapal selam dipesannya. Kiat yang paling penting lainnya adalah memberikan layanan purna jual berupa perbaikan yang dikerjakan di galangan Jerman atau di luar Jerman. Perusahaan ini juga memberikan lisensi pembangunan U-209 kepada galangan – galangan kapal di luar Jerman seperti Mazagon India dan Daewoo Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overhaul KRI Cakra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama adik kembarnya, KRI Nanggala-402, eksistensi KRI Cakra menjadi andalan kekuatan pemukul TNI AL sejak tahun 1981. Rangkaian operasi laut dan patroli laut menjaga perairan Indonesia menjadi menu utamanya setiap tahun. Karena hanya memiliki dua kapal, satuan kapal selam Armada RI Kawasan Timur harus membagi rotasi dua elemennya ini secara maksimal. Tentu saja jam layar keduanya amat tinggi dari unsur – unsur kombatan lainnya dengan komposisi operasi-siaga di pangkalan-perbaikan (1/3:1/3:1/3), sedangkan satuan kapal selam menganut ½ kekuatan operasi dan ½ kekuatan lainnya perbaikan.&lt;br /&gt;Jam layar yang sedemikian tinggi membuat KRI Cakra harus mengalami perbaikan besar atau overhaul pada tahun 1993. Perbaikan ini difokuskan pada pengembalian performa sistem pendorong, pergantian baterai dan meng up date sistem sensornya. Seluruh perbaikan tersebut dilakukan di galangan PT PAL Surabaya selama empat tahun. Sejak saat itu kiprah kapal selam ini semakin tinggi karena KRI Nanggala menyusul masuk dock pada tahun 1997-1999.&lt;br /&gt;Tujuh tahun setelah perbaikan besarnya, kemampuan KRI Cakra semakin menurun sehingga pemimpin TNI AL mengajukan program perbaikan besar dan sejumlah pergantian pada sebagian peralatan radar dan sonarnya dengan spare part baru. Pekerjaan mengembalikan performa KRI Cakra ini merupakan pekerjaan besar yang memerlukan galangan kapal yang berpengalaman untuk dapat menyelesaikan overhaul dengan hasil optimal dan cepat mengingat Indonesia membutuhkan kehadiran kapal selam ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Ss_NtuVZ3dI/AAAAAAAAANM/XltAOeVxFz8/s1600-h/cakra+401.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 255px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Ss_NtuVZ3dI/AAAAAAAAANM/XltAOeVxFz8/s400/cakra+401.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390753464401386962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan jatuh pada galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering(DSME), sebuah industri pembuatan kapal Korea Selatan yang berdomisili di kota Ockpo. Perusahaan ini telah mendapatkan lisensi dari HDW untuk membuat kapal – kapal selam klas U-209. Reputasi perusahaan tidak diragukan lagi dalam urusan pembuatan dan perbaikan kapal selam karena telah berhasil memproduksi 9 unit kapal selam U-209/1200 setipe dengan KRI Cakra klas Chang Bo Go untuk AL Korea Selatan sejak tahun 1989 beserta perbaikannya dengan hasil memuaskan. Dengan kata lain perusahaan itu memiliki kemampuan tinggi untuk melaksanakan overhaul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kontrak perbaikan KRI Cakra ini disepakati pada tahun 2004 senilai 60 juta dolar US dan dikerjakan selama 22 bulan. Overhaul itu meliputi perbaikan bangunan kapal, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, sistem kendali senjata, disel generator, tangki – tangki-tangki, dan peralatan sensor(radar dan sonar), serta penggantian sejumlah komponen radar dan sonar dengan peralatan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DSME memenuhi jadwal yang ditentukan. Perbaikan mulai dilaksanakan pada pertengahan Mei 2004, pada awal bulan Februari 2006 seluruh pekerjaan telah diselesaikan, dan diuji coba pada tanggal 13 Februari 2006. Menurut Kasal Laksamana TNI Slamet Soebijanto, perbaikan itu mengembalikan performa KRI Cakra 80 % dari kemampuan tertingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saat pemberangkatannya menuju Korea Selatan, kapal selam ini digendong dengan kapal tunda raksasa, maka saat berlayar kembali ke tanah air, 60 personel TNI AL dibawah pimpinan komandan KRI Letkol Laut (P) Iwan Isnarto melayarkannya dari Korea Selatan ke Indonesia dengan menempuh jarak 2812 mil laut dalam waktu 16 hari. Pelayaran ini sekaligus digunakan untuk menguji semua kemampuannya terutama sejumlah sistem yang menjadi fokus perbaikan di DSME tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRI Cakra tiba di pangkalannya dermaga Ujung Surabaya pada tanggal 21 April 2006. Upacara penyambutannya pun langsung dipimpin oleh Kasal Laksamana TNI Slamet Soebijanto. Hal ini menyuratkan betapa pentingnya kapal selam tersebut bagi armada tempur TNI AL saat ini. Kapal selam yang memakai nama senjata sakti tokoh pewayangan Sri Kresna ini kini telah kembali bertugas bersama saudara kembarnya yang menyandang namasenjata sakti Baladewa itu. Bergabungnya kembali kapal selam tersebut paling tidak cukup melegakan mengingat kompleksnya ancaman keamanan laut di Indonesia. Kasal mengharapkan pemerintah dapat memenuhi 12 kapal selam yang dalam kajian angkatan laut kekuatan tersebut akan mampu memberikan daya pukul dan memberikan efek penangkalan kepada semua pihak yang mencoba mengusik kedaulatan di perairan Indonesia. Orang nomor satu dijajaran TNI AL itu meyakini bahwa kapal selam merupakan alut sista angkatan laut yang paling strategis. Selamat bertugas kembali Cakra sambil mengharapkan kedatangan kapal – kapal selam berikutnya di jajaran TNI AL. (Heri Sutrisno-Dispenal)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-6766072299060579034?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/6766072299060579034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=6766072299060579034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6766072299060579034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6766072299060579034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/10/kri-cakra-401-kapal-selam-kelas-u-209.html' title='KRI Cakra 401, Kapal Selam Kelas U 209'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Ss_PAu5zgEI/AAAAAAAAANU/nsjiAxXWdHc/s72-c/cakra+401-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-3985120557961242190</id><published>2009-10-09T06:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T06:50:49.515-07:00</updated><title type='text'>KRI Krait 827</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Ss8-E2Me67I/AAAAAAAAANE/CsKUlXl8Ggo/s1600-h/KRI+Krait+827.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Ss8-E2Me67I/AAAAAAAAANE/CsKUlXl8Ggo/s400/KRI+Krait+827.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390595531974044594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kapal perang (KRI) berbahan dasar aluminium yang sukses dilakukan di Batam bukanlah sesuatu pekerjaan yang muda. Selain dikejar waktu, KRI itu haruslah sesuai standar marine class.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja persoalan waktu, biaya yang diploting dalam anggaran Mabes TNI-AL tidaklah mencukupi untuk membuat sebuah kapal bagus berstandar internasional itu. Buktinya, dalam proses pembuatan saja sudah tiga kali gambar (design) kapal tersebut diganti, hanya untuk suatu alasan yang lumrah, yakni anggaran tak mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain awal, seharunya kapal perang itu berkecepatan 32 knot. Itu berarti mesin yang dibutuhkan haruslah mesin 2.700 HP (horse power) x 2. Namun, harga mesin sebesar itu mencapai kurang lebih Rp8 miliar sampai Rp10 miliar untuk satu buah mesinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain yang telah susah payah dibuat, kemudian diganti dengan merancang kapal berkecepatan di bawahnya, yakni ukuran 1,250 HP x 3 dengan kecepatan 28 knot. Lagi-lagi tersandung pendanaan. Karena selisih harganya tak sedemikian signifikan. Rancangan kapal kembali dirubah terutama pada hull (bawah air) kapal tersebut. ”Dengan perubahan itu, para desainer kapal itu harus bekerja ekstra dan berhati-hati,” kata perwira pengawas (pawas) pembangunan Fasharkan Mentigi Kapten Gatot Arijanto ketika ditemui Batam Pos, belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat terkendala dana tersebut, ia bersama jajarannya kembali mengajukan proposal ulang dengan desain berkapasitas lebih kecil, yakni kecepatan kapal mencapai 20 knot, dengan desain mesin 1250 HP x 2, yakni mesin MAN buatan Jerman berstandar marine class. Setelah mendapat persetujuan Mabes TNI-AL dengan rancangan yang ada, kendala lain terus muncul, yakni tenaga kerja lapangan yang akan membuat kapal tersebut dari titik nol. Perlu shipyard yang berpengalaman dan mampu menyelesaikan pekerjaan kapal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilakukanlah survei keliling di seluruh shipyard yang ada di Batam. Dari keseluruhan yang dikunjungi, hanya sekitar empat hingga enam shipyard yang sanggup mengerjakan kapal tersebut, namun tak semunya memiliki lisensi seperti yang diharapkan. Alumni teknik perkapalan Universitas Hang Tuah Surabaya itu, mengaku nekat menggandeng PT Batam Express Shipyard (BES) yang nota bene perusahaan galangan milik anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama pimpinan tertinggi Fasharkan Mentigi Uban, yakni Kolonel Sugeng dan dua anak buahnya masing-masing Lettu Syahrul dan Agus Santoso, memutuskan untuk tetap menyelesaikan pekerjaan tersebut. ”Ditetapkan PT BES sebagai pelaksana pekerjaan itu bukanlah tanpa kendala,” kata dia. Pasalnya, PT BES belum pernah membuat kapal perang (KRI) terutama kapal yang memiliki linggi (haluan) yang agak ekstrim serta memiliki spesifikasi khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya manusia (SDM) lokal yakni putra-putri Indonesia yang berada di shipyard PT BES yang diawasi Fasharkan Mentigi selama 14 bulan secara bahu-membahu melaksanakan proyek itu. KRI made in Indonesia berbahan aluminium itu adalah kapal pertama yang mampu dikerjakan anak bangsa. Walau buatan dalam negeri, material pembuat kapal itu umumnya didatangkan dari luar negeri. ”Untuk plat aluminium ukuran 4 milimeter sampai 30 milimeter harus dibeli dari Italia, Yunani, bahkan Afrika Selatan. Mesinnya dibeli di Jerman. Sedangkan jaringan elektrikal (Schendier) dari Prancis,” ujar Gatot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRI Krait sendiri memiliki sistem pendukung pengaman untuk peluncuran rudal ke permukaan (SSM), radar marting (penandaan) yang bisa membaca nama kapal musuh. Walau terus mengalami banyak perubahan yang kadang membingungkan, namun Direktur PT BES Djuhairi Dahlan kepada Batam Pos, mengaku tetap optimis kapal produksi putra-putri Indonesia itu bakal sukses diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program alih teknologi antara PT BES dan Fasharkan Mentigi untuk menyelesaikan KRI tersebut akhirnya tercapai. ”Hanya satu tujuan, yakni menunjukkan pada negara lain bahwa Indonesia juga mampu mendesain, membuat, dan memiliki kapal perang berbahan aluminium,” imbuh Djuhairi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso disaksikan KSAL Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno meresmikan dua unit Kapal Perang RI (KRI) jenis Patroli Cepat (PC-40) yang dibuat oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau. Dua kapal yang diresmikan di Dermaga Fasharkan Mentigi, Rabu (7/1/2009), itu adalah KRI Krait-827 dan KRI Tarihu-829.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara peresmian dua KRI tersebut selain ditandai dengan penaikan bendera merah putih, ular-ular perang dan lencana perang di KRI juga ditandai dengan penyematan tanda jabatan oleh Panglima TNI kepada Komandan KRI Krait-827 Kapten Laut (P) Agus Darmawan dan Komandan KRI Tarihu-829 Kapten Laut (P) Tonny Sumarno. @detiknews&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-3985120557961242190?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/3985120557961242190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=3985120557961242190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3985120557961242190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3985120557961242190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/10/kri-krait-827.html' title='KRI Krait 827'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Ss8-E2Me67I/AAAAAAAAANE/CsKUlXl8Ggo/s72-c/KRI+Krait+827.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-4053771040700514822</id><published>2009-10-07T06:02:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T17:45:31.707-07:00</updated><title type='text'>Helicopter Carrier by PT. PAL Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SsyR4KhdGyI/AAAAAAAAAM8/MicXdfKKrks/s1600-h/KAPAL+INDUK+HELIKOPTER.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SsyR4KhdGyI/AAAAAAAAAM8/MicXdfKKrks/s400/KAPAL+INDUK+HELIKOPTER.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389843248139016994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan laut seluruh negara pasti merindukan memiliki Kapal perang Jenis ini. Negara mana yang tidak menginginkan kekuatan militer-nya mampu mobile / bergerak. Sebuah kapal induk sedang di kembangkan oleh putera-puteri Indonesia, dan ternyata kita bisa. Ternyata Indonesia Mampu Membuat Kapal Induk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal tersebut memang baru sebuah model yang dikembangkan PT PAL Surabaya, dan pada indodefence 2008 model kapal induk ini di pamerkan. PT. PAL sedang mengembangkan Kapal Induk Helikopter, PT.PAL percaya diri mampu membangun kapal semacam itu.Kemampuan tersebut terbangun oleh keberhasilan PT. PAL dalam memenuhi permintaan pembangunan kapal besar ukuran 50.000 ton yang dipesan berbagai perusahaan pelayaran internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal induk helikopter buatan PT.PAL memiliki kapasitas helipad sebanyak 6 (enam) helikopter. Namun, di dalam perutnya mampu untuk menyimpan 10 (sepuluh) buah helikopter lagi, sehingga jumlah 16 (enambelas) helikopter yang mampu dibawanya merupakan suatu kekuatan yang tidak kecil bagi sebuah armada perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila TNI AL memiliki kapal perang jenis ini maka bakal menjadi pendukung utama dalam sistem pertahanan maritim Indonesia. Kapal ini akan diproyeksikan sebagai kapal induk helikopter. Karena Indonesia tidak punya musuh, dan hanya dikhususkan bagi pertahanan atau defensif, maka kapal ini hanya layak dinamakan LPD atau "Amphibious transport dock". TNI AL memesan beberapa jenis kapal ini dari PT PAL yang dikerjakan bersama dengan Daewoo korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi negara kepulauan sangat lah penting memiliki sebuah armada laut yang tangguh apalagi Indonesia sering tertimpa bencana alam. Dengan kapal induk helikopter di harapkan mampu menggerakkan transportasi udara berupa helikopter ke titik bencana secara cepat. jadi selain kegunaan dalam fungsi militer, kapal induk helikopter mampu memberikan dukungan SAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content&amp;cat=1&amp;id=9833&lt;br /&gt;http://humbahas.blogspot.com/2009/03/kombinasi-yak-141-dengan-kapal-induk-pt_22.html&lt;br /&gt;Majalah Angkasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-4053771040700514822?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/4053771040700514822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=4053771040700514822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/4053771040700514822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/4053771040700514822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/10/helicopter-carrier-by-pt-pal-indonesia.html' title='Helicopter Carrier by PT. PAL Indonesia'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SsyR4KhdGyI/AAAAAAAAAM8/MicXdfKKrks/s72-c/KAPAL+INDUK+HELIKOPTER.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-3934100033931458615</id><published>2009-09-20T16:50:00.000-07:00</published><updated>2009-09-20T17:04:36.031-07:00</updated><title type='text'>Roket KAL 122mm-D230 Karya Anak Bangsa Meluncur di Pandanwangi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SrbClcAKrMI/AAAAAAAAAM0/Vkgd2DI_vck/s1600-h/D-230_Ristek.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SrbClcAKrMI/AAAAAAAAAM0/Vkgd2DI_vck/s400/D-230_Ristek.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383704352995847362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin, 31 Agustus 2009, suasana di Hotel Grand Aloha Lumajang begitu berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Pukul 05.30 WIB, para undangan sudah siap naik bus dan beberapa kendaraan lainnya menuju area uji tembak pandawangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 07.30 WIB, lokasi pendaratan helikopter telah dipersiapkan oleh petugas TNI-AL yang khusus didatangkan dari Surabaya dan petugas TNI-AU dari Lanud Abdul Rahman Saleh sebagai pendamping. Tanda kekanan dan kekiri dilambaikan dan sesekali perintah melalui komunikasi HT dilakukan oleh petugas untuk mengarahkan kemana helikopter harus mendarat. Pintu Heli dibuka Pabungkol [protokol] dan Paban III Srena memberi hormat kepada rombongan yang terdiri dari KASAL didampingi Dankormar, Danpuspenerbal, Asrena, Aslog dan ADC dan Mennegristek Kusmayanto Kadiman serta Deputi Bidang Program Riptek Teguh Rahardjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran rombongan di Lapangan Uji tembak TNI-AU Pandanwangi – Lumajang, Jawa Timur ini, dalam rangka memberi apresiasi kepada anak bangsa yang sejak tahun 2004 s/d tahun 2009 telah bekerja keras dalam kegiatan pengembangan teknologi kedirgantaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim D230 yang terdiri dari LAPAN, BPPT, ITB, PT DI, PT PINDAD dan PT LEN telah berkomitmen bahwa: pertama, seluruh potensi dan pengalaman yang dimiliki ,akan didedikasikan untuk pengembangan teknologi peroketan guna mendukung pertahanan dan keamanan negara; kedua untuk merealisasikan cita-cita tersebut hanya dapat dilakukan dengan sinergi antar litbang, industri dan perguruan tinggi dan KNRT sebagai koordinator; dan ketiga, semangat untuk mewujudkan Roket Kal 122mm D230 jangkaun 20-30km berdasarkan OPSREQ USER tetap dikembangkan kearah RX 1215-15km dan RX 2020-44km menjadi guided untuk tahun 2010. Upaya TIM D230 memang saat ini baru dapat membuktikan RX 1210 – 11km, RX 1213 – 12km folded fin dan RX 1213/1210 - 18km fixed fin separasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perancangan, pembuatan prototype dan pengujian teknis memang diperlukan waktu yang cukup, tetapi keputusan untuk membuat sendiri Roket Kal 122mm jangkauan 20-30 Km merupakan keberanian. Tantangan yang menarik bagi KNRT adalah: pertama, menjembatani berbagai kepentingan dengan hasil D230 dan yang kedua mendorong pola pikir dari pengembangan menjadi industri yang sudah tentu perlu strategi dalam penjabaran ke bahasa User atau Customer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mennegristek dan KASAL serta undangan lain dari TNI-AU/AD, BUMNIS, LPND begitu antusias menyaksikan uji terbang yang sekaligus membuktikan secara phisik bersama-sama terutama jarak jangkau. Dari hasil pantauan tim teknis jarak jangkau masih dibawah target, untuk itu TIM D230 perlu berupaya lebih keras lagi untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pihak User.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk D230 ini adalah merupakan bentuk itikad positif dan keseriusan terutama pada tahun 2008 Mennegristek telah memberikan tantangan pada TIM D230 untuk diubah menjadi peluang yang dapat dibuktikan kepada user, terutama dalam mengembangkan teknologi kedirgantaraan dengan pola “ABG”. Dari sisi pengguna atau user telah menunjukkan semangat untuk mengadopsi hasil produk dalam negeri yang ditandai dengan penandatanganan MoU antara Mennegristek dengan KASAL terutama untuk kemandirian industri pertahanan dalam negeri dengan kualitas yang sudah hampir pasti dapat dilakukan oleh anak bangsa ini jika dibandingkan dengan produk luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna menjaga keberlanjutan program serta mempertahankan semangat untuk merealisasi D230, maka dalam kesempatan uji luncur, Mennegristek telah menyampaikan secara simbolis 1 [satu] buah model D230 dan 4 buah roket Kal 122mm D230 RX 1210 serta 1 buah multi launcher kepada KASAL untuk dapat digunakan dalam tugas sebagai pengamanan NKRI yang secara teknis dalam waktu dekat akan dikirmkan ke Batuporon Madura milik TNI-AL.(ad-ptei/humasristek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ristek)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-3934100033931458615?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/3934100033931458615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=3934100033931458615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3934100033931458615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3934100033931458615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/09/roket-kal-122mm-d230-karya-anak-bangsa.html' title='Roket KAL 122mm-D230 Karya Anak Bangsa Meluncur di Pandanwangi'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SrbClcAKrMI/AAAAAAAAAM0/Vkgd2DI_vck/s72-c/D-230_Ristek.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7408203031468567212</id><published>2009-08-29T00:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T06:40:34.221-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCOsL-HxWI/AAAAAAAAAO0/Z7Fa6bz-wy8/s1600-h/Guided+Missile+Escort+105M.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCOsL-HxWI/AAAAAAAAAO0/Z7Fa6bz-wy8/s400/Guided+Missile+Escort+105M.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390965643741218146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - PT PAL Indonesia tengah mengincar proyek pembuatan kapal pengawal rudal milik TNI Angkatan Laut. Nilai kapal tersebut ditaksir mencapai EUR 170 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada rencana TNI AL membutuhkan kapal itu dan kami berharap bisa dibuat di PAL," ujar Direktur Utama PAL Indonesia Harsusanto di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (26/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Harsusanto, Departemen Pertahanan (Dephan) telah membuat pembelian (procurement) tentang pengadaan kapal tersebut. Kebutuhan pendanaan untuk proyek kapal itu akan diperoleh dari kredit ekspor. "Belum ada perusahaan yang ditunjuk. Diharapkan ada alih teknologi dari perusahaan yang menang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Hersusanto mengatakan program restrukturisasi PAL sudah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan. Saat ini pihaknya tinggal menyelesaikan administrasi antara PAL dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan mengundang PPA ke PAL minggu depan untuk merampungkan administrasinya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harsusanto menambahkan jika masalah administrasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu seminggu, proses pencairan suntikan modal dapat segera dilakukan pada awal September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LPD diserah Terimakan September&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAL tahun ini menargetkan produksi kapal sebanyak enam unit. Rencananya September, perusahaan akan menyerahkan satu unit kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) dilanjutkan peluncuran kapal tanker pada 3 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pada November-Desember 2009, PAL juga akan menyerahkan tiga unit kapal cepat 28 meter milik Bea Cukai dan dua unit kapal jenis escorttug untuk proyek Tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAL sendiri akan memperoleh tambahan modal sekitar US$44 juta yang akan digunakan untuk modal kerja pada divisi pemeliharan, perbaikan, engineering, dan divisi pembangunan kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : VIVANEWS.COM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7408203031468567212?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7408203031468567212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7408203031468567212' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7408203031468567212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7408203031468567212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/08/jakarta-pt-pal-indonesia-tengah.html' title=''/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/StCOsL-HxWI/AAAAAAAAAO0/Z7Fa6bz-wy8/s72-c/Guided+Missile+Escort+105M.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-1462063415427168729</id><published>2009-08-21T23:29:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T23:35:53.435-07:00</updated><title type='text'>Indonesian Scientific Journal Database (ISRA)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/So-RSUHRK5I/AAAAAAAAAMs/_F42AyYty00/s1600-h/Isra_Gatra.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/So-RSUHRK5I/AAAAAAAAAMs/_F42AyYty00/s400/Isra_Gatra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372672624299158418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kepala LIPI Prof. Dr. Umar Anggara mengamati radar ISRA saat peluncuran di Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna Subang, Kamis (20/8).&lt;br /&gt;LIPI Luncurkan Radar Pengawas Pantai (photo : Gatra)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBANG (SI) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan prototipe radar pengawas pantai (Indonesian sea radar) saat merayakan ulang tahunnya yang ke-42 di Balai Besar Pembangunan Teknologi Tepat Guna (B2PTTPG),Subang,kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radar yang diberi nama Indonesian Scientific Journal Database (ISRA) ini merupakan prototipe I dan satu-satunya radar pengintai kapal asing ilegal di perairan hasil karya anak bangsa. Selain untuk mengidentifikasi keberadaan kapal asing ilegal yang berlayar di perairan Indonesia, radar ini juga bisa mendeteksi aksi perompak dan kejahatan lainnya serta untuk mendeteksi terjadinya kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teknologi ini bisa mendeteksi kapal-kapal yang berada di wilayah perairan kita, sehingga kalau ada kapal asing ilegal dan kecelakaan laut, kita bisa mendeteksi. Misalnya, ada kapal yang hilang,kita bisa pantau apakah tenggelam atau apakah karena sebab lainnya,” ungkap Kepala Bidang Telekomunikasi Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI Mashury Wahab. Koordinator yang membidani pembuatan teknologi ini memaparkan, radar pengawas pantai itu mulai diteliti sekitar 20 ahli pertengahan 2006 dengan menghabiskan dana sekitar Rp4 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radar itu sudah diuji coba di laboratorium LIPI, Lapangan TNI Cimahi, dan pada Agustus-November 2009 akan diuji coba kembali di Cilegon,Banten. Mashury mengungkapkan, sistem kerja radar ini adalah dengan memanfaatkan sinyal yang ada di alat dengan dipancarkan ke objek (kapal). Kemudian, sinyal dipantulkan balik ke objek penerima (radar) dengan frekuensi diturunkan dari 9,4 GHz menjadi 2 MHz. Hasil pemantulan balik ini akan diubah menjadi data digital untuk diolah di komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data inilah yang kemudian digunakan untuk mencari posisi kapal. Kehebatan lain dari radar ini, ujar Mashury, adalah menggunakan teknologi Frequency Modulated Continuous Wave (FM-CW). Sehingga,konsumsi daya dan ukuran radar yang dipergunakan jauh lebih kecil dari radar biasa.Namun, jelas Mashury, jarak jangkauan kerja radar ini justru semakin luas, yakni dengan diameter cover area mencapai 64 km. Dengan kehadiran radar ini, kata Mashury, akan mampu meningkatkan pengawasan daerah perairan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, radar yang dimiliki Indonesia saat ini baru sekitar 30 unit yang dipasang di sepanjang perairan Indonesia. Padahal, untuk mengintensifkan pengawasan keamanan perairan, idealnya dibutuhkan sedikitnya 96 unit radar. Semua radar itu, ujar dia,merupakan buatan luar negeri. Meski demikian, Mashury mengaku, sampai tahun 2011 mendatang, LIPI hanya mampu memproduksi tiga unit radar jenis prototipe I ISRA tersebut.Hal itu disebabkan harga komponen penyusun radar cukup mahal serta waktu pembuatannya yang cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun depan, ungkap dia,TNI AL juga meminta dibuatkan radar untuk perlengkapan operasional kapal dengan fasilitas perlengkapan lebih variatif. “Radar yang kita buat untuk TNI AL itu dengan versi lain, seperti radar untuk memantau di udara dan memandu penembakan,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala LIPI Umar Anggara Jenie menjelaskan, radar pengawas pantai ini memiliki peranan penting untuk aplikasi sipil maupun militer. Sebab, menurut dia, radar ini dapat digunakan untuk mengatur lalu lintas transportasi laut dan udara. (annas nashrullah/sofian dwi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Seputar Indonesia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-1462063415427168729?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/1462063415427168729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=1462063415427168729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1462063415427168729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1462063415427168729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/08/indonesian-scientific-journal-database.html' title='Indonesian Scientific Journal Database (ISRA)'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/So-RSUHRK5I/AAAAAAAAAMs/_F42AyYty00/s72-c/Isra_Gatra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7507183348967524444</id><published>2009-06-30T22:27:00.000-07:00</published><updated>2009-06-30T22:28:35.258-07:00</updated><title type='text'>Hovercraft Hoverindo....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Skrz21S_srI/AAAAAAAAAMc/mcyGq67TbUk/s1600-h/Hovercraft+7.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Skrz21S_srI/AAAAAAAAAMc/mcyGq67TbUk/s400/Hovercraft+7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353359230428492466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TNI AL akan mengembangkan penggunaan hovercraft sebagai kapal untuk mengangkut pasukan. Sebab, kapal ini dapat dioperasikan pada jenis pantai apapun, termasuk untuk mendaratkan pasukan di daerah terpencil tanpa sekoci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapal ini kan terus disempurnakan sesuai dengan yang diinginkan oleh TNI AL,” kata Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Slamet Soebiyanto kepada Tempo dan Media Indonesia di atas KRI Dalpelle, di perairan Sangatta Kalimantan Timur, Rabu (14/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, ia berharap kapal ini bisa menggunakan dua atau tiga propeller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal Desember 2005, TNI AL memiliki tiga hovercraft buatan Hoverindo yang harganya jauh lebih murah dari harga yang ditawarkan produsen luar negeri. Jika produsen asing menawarkan hovecraft Rp 12 miliar, Hoverindo menjualnya seharga Rp 3 miliar per unit dengan pesifikasi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhir tahun ini, Hoverindo sanggup membuat 4 kapal. Nantinya, kata Slamet, di setiap kawasan akan ditempatkan Hovercraft untuk pendaratan. Dia menilai kecepatan, cara landing, dan ketnggian hovercraft yang diproduksi saat ini masih harus ditingkatkan. (Fanny Febiana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tempo Interaktif)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7507183348967524444?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7507183348967524444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7507183348967524444' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7507183348967524444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7507183348967524444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/06/hovercraft-hoverindo.html' title='Hovercraft Hoverindo....'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Skrz21S_srI/AAAAAAAAAMc/mcyGq67TbUk/s72-c/Hovercraft+7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-1957382107333609929</id><published>2009-06-19T18:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T18:03:22.118-07:00</updated><title type='text'>Pengembangan mutakhir militer Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Sj2dV7T5MzI/AAAAAAAAAMU/gSPGyjR5VG8/s1600-h/rudal+jelajah.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Sj2dV7T5MzI/AAAAAAAAAMU/gSPGyjR5VG8/s400/rudal+jelajah.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349604932409963314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut asianmilitaryreview.com bahwa saat ini Indonesia sedang mengembangkan peralatan tempur dalam negeri. Salah satu pengembangan pentingnya yang terbaru &lt;br /&gt;adalah 250 Kg bom berpemandu GPS dengan jarak tembak maksimum 200 Km. Bom ini &lt;br /&gt;memiliki panjang 1,94 m, dan uji cobanya direncanakan dalam tahun 2009 ini. &lt;br /&gt;Produk lain adalah rudal jelajah jarak dekat 100-150 Km. Rudal yang memiliki &lt;br /&gt;panjang 3 m ini telah melalui uji coba terowongan angin dan dalam pengembangan &lt;br /&gt;yang lebih mutakhir. Rudal ini di didorong oleh Austrian 20kgf turbojet engine.&lt;br /&gt;Rudal ini memiliki kecepatan jelajah hingga 0,4 mach atau setara dengan sekitar &lt;br /&gt;450 Km/jam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-1957382107333609929?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/1957382107333609929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=1957382107333609929' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1957382107333609929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1957382107333609929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/06/pengembangan-mutakhir-militer-indonesia.html' title='Pengembangan mutakhir militer Indonesia'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Sj2dV7T5MzI/AAAAAAAAAMU/gSPGyjR5VG8/s72-c/rudal+jelajah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-8707047910111667637</id><published>2009-06-13T20:23:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T20:36:27.514-07:00</updated><title type='text'>Lapan Orbitkan Roket RX-420 berdaya jangkau 100 km, Juli 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SjRvyLCXSlI/AAAAAAAAAMM/XB2Dn0ch3Zk/s1600-h/roket1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 315px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SjRvyLCXSlI/AAAAAAAAAMM/XB2Dn0ch3Zk/s400/roket1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347021565342468690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mencoba mengorbitkan roket RX-420 untuk pertama kalinya pada 2 Juli 2009. RX-420 merupakan cikal bakal roket peluncur satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman, di Jakarta, Kamis (11/6). Menristek dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI mengatakan, pengorbitan roket RX-420 dengan jarak jangkau 100 kilometer tersebut akan dilakukan karena Lapan sudah berhasil melakukan uji coba peluncuran roket RX-320 pada 2008. Menurut dia, RX 420 pada dasarnya memiliki daya jangkau yang lebih tinggi mencapai 190 kilometer seandainya struktur roket bisa dibuat lebih ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daya jangkau roket ini bisa kita ibaratkan bila diluncurkan dari Jakarta bisa menembus Bandar Lampung," kata dia. Rencananya, uji coba akan dilanjutkan pada 2010 dengan roket yang diluncurkan merupakan gabungan dari RX 420-420 dan 2011 giliran gabungan 420-420 - 320 dan SOB 420.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2014 seluruh uji coba peluncuran roket selesai dan roket siap mengantarkan satelit dengan nama Nano Satelit dengan ketinggian 300 kilometer dan kecepatan 7,8 kilometer perdetik. "Uji coba akan terus dilanjutkan hingga 2014 dan seluruh roket siap mengantarkan Nano satelit," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seluruh uji coba orbit berhasil dilaksanakan, kata dia, maka ini akan menjadi prestasi pertama luar biasa yang bisa dipersembahkan putra terbaik bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-8707047910111667637?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/8707047910111667637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=8707047910111667637' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8707047910111667637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8707047910111667637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/06/lapan-orbitkan-roket-rx-420-berdaya.html' title='Lapan Orbitkan Roket RX-420 berdaya jangkau 100 km, Juli 2009'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SjRvyLCXSlI/AAAAAAAAAMM/XB2Dn0ch3Zk/s72-c/roket1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-3151527636385691786</id><published>2009-06-07T15:02:00.001-07:00</published><updated>2009-06-07T15:03:47.494-07:00</updated><title type='text'>Dephan Rencanakan Bangun Pabrik Propelan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Siw5HELvpNI/AAAAAAAAAME/1drRiwxaya0/s1600-h/solid_n_liquid_propellant%2BNASA.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 378px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Siw5HELvpNI/AAAAAAAAAME/1drRiwxaya0/s400/solid_n_liquid_propellant%2BNASA.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344709651326805202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pertahanan harus mempunyai assessment (penaksiran) untuk mulai membangun industri dalam negeri yang mampu memproduksi propelan sebagai pasokan bahan baku munisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT. Dahana dan PT. Pindad sebagai BUMN Industri Strategis Pertahanan yang memproduksi bahan peledak komersial dan munisi bahan peledak militer akan dilibatkan dalam rencana pembangunan pabrik propelan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dijelaskan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (27/9); saat memimpin rapat dengan PT. Pindad dan PT.Dahana, membicarakan mengenai rencana pembuatan instalasi produksi bahan pendorong/propelan sebagai bahan utama dalam pembuatan munisi yang mempunyai nilai strategis, di Kantor Dephan Jakarta. Rapat ini juga diikuti oleh Jenderal Departemen Pertahanan Laksdya TNI Imam Zaky dan seluruh Pejabat Eselon I Dephan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, lanjut Sekjen Dephan, Indonesia sebagai kekuatan pertahanan yang membutuhkan munisi selalu mendatangkan propelan dari negara pemasok seperti Korea, Taiwan, dan China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesimpulan rapat menurut Sekjen, konsep rencana pembangunan instalasi pabrik propelan akan dilanjutkan ke tingkat Departemen Pertahanan dan tingkata antar departemen. “Di sana akan diadakan proses perumusan komprehensif untuk mendapatkan alternatif yang paling tepat,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, untuk selanjutnya Sekjen Dephan menunjuk Dirjen Ranahan Dephan sebagai penjuru dibantu oleh Dirjen Strahan ditugaskan untuk mendapatkan suatu justifikasi strategis tentang alternatif pembangunan pabrik propelan tersebut. Dirjen Renhan Dephan ditugaskan membantu mengadakan simulasi anggaran dan nilai investasi yang ada. Sedangkan Ka Balitbang Dephan membantu melakukan pendalaman-pendalaman yang bisa diperoleh dalam menemukan alternatif yang paling tepat dengan PT. Pindad sebagai narasumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekjen Dephan, hal-hal yang mungkin perlu mendapatkan pendalaman adalah bagaimana merumuskan kebijakan, regulasi, dan alternatif perencanaan anggaran serta pembangunan infrastruktur dan pengelolaan pabrik propelan. Oleh karena itu Sekjen menekankan perlu suatu perencanaan waktu disesuaikan dengan apa yang ingin dirumuskan, sehingga dapat dihasikan suatu formulasi hasil koordinasi interdep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari tingkat interdep inilah diharapkan akan melahirkan suatu kesimpulan pemerintah karena hal ini merupakan sesuatu yang sangat strategis dikaitkan dengan perhatian Presiden RI yang dijelaskan dalam Rapim TNI beberapa waktu lalu yang berkaitan dengan pengembangan industri nasional”, ungkap Sekjen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(DMC)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-3151527636385691786?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/3151527636385691786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=3151527636385691786' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3151527636385691786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3151527636385691786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/06/dephan-rencanakan-bangun-pabrik.html' title='Dephan Rencanakan Bangun Pabrik Propelan'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Siw5HELvpNI/AAAAAAAAAME/1drRiwxaya0/s72-c/solid_n_liquid_propellant%2BNASA.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-6540523055920770015</id><published>2009-06-07T14:59:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T15:01:55.381-07:00</updated><title type='text'>PT Dirgantara produksi 10.000 roket FFAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Siw4rr25x4I/AAAAAAAAAL8/vjxNr0MaURA/s1600-h/FFAR%2Bsaairforce.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 252px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Siw4rr25x4I/AAAAAAAAAL8/vjxNr0MaURA/s400/FFAR%2Bsaairforce.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344709180940470146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Dirgantara Indonesia tahun ini akan memproduksi sedikitnya 10.000 roket Fin Folding Aerial Rocket untuk memenuhi permintaan Departemen Pertahanan menyusul kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penggunaan produksi dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Eddy, General Manager Satuan Usaha Defence PT DI, mengatakan roket jenis Fin Folding Aerial Rocket (FFAR) itu sudah diserap TNI sejak pertama kali diproduksi pada 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengungkapkan roket yang sebagian besar materialnya berasal dari komponen lokal itu sebenarnya memiliki kapasitas produksi hingga 20.000 unit per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapasitas 10.000 unit itu untuk satu shift kerja. Apabila permintaan naik, kami bisa memproduksi hingga 20.000 unit," katanya kepada Bisnis, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket jenis FFAR memiliki tiga tipe berdasarkan diameter serta jarak luncur, yakni tipe MK 60 dengan diameter 100 mm serta tipe MK4 dan MK40 berdiameter 67 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan ini tidak bisa dikendalikan sehingga peluncurannya ke target sasaran membutuhkan kecermatan personel militer. Pada TNI AU, roket ini biasa digunakan sebagai senjata untuk jet tempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FFAR memiliki kemandirian teknologi yang sulit diketahui negara lain, sebab proses produksinya ditangani seluruhnya oleh personel BUMN strategis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus mengatakan saat pertama kali diproduksi pada 1981, pihaknya masih menerapkan teknologi di bawah lisensi produsen roket Force de Zeeburg Belgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami terus mempelajari dan memodifikasi teknologi itu, sehingga bisa diproduksi sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT DI juga memproduksi roket multilauncher yakni jenis yang tidak hanya bisa diluncurkan dari udara namun dari darat dan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket FFAR produksi PT. Dirgantara Indonesia (photo : Bronco1978-Kaskus Militer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket jenis itu, kata Agus, 100% desainnya dibuat personel PT DI, namun dia tidak bisa menyebutkan kapasitas produksi dari jenis ini karena tidak mengetahui datanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan Usaha Defence PT DI saat ini juga mampu membuat torpedo berdiameter 122 milimeter yang mempunyai jangkauan area hingga 40 km di pabrik divisi perusahaan yang berlokasi di Tasikmalaya, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua peralatan ini sebagian besar diserap oleh TNI dan sebagian lainnya diekspor ke sejumlah negara. Namun, kami tidak bisa menyebutkan nama negaranya karena terikat perjanjian," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(BUMN-RI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-6540523055920770015?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/6540523055920770015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=6540523055920770015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6540523055920770015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6540523055920770015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/06/pt-dirgantara-produksi-10000-roket-ffar.html' title='PT Dirgantara produksi 10.000 roket FFAR'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Siw4rr25x4I/AAAAAAAAAL8/vjxNr0MaURA/s72-c/FFAR%2Bsaairforce.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-2492268019969007688</id><published>2009-06-05T16:05:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T16:08:49.038-07:00</updated><title type='text'>Jika NBO 105 Menjadi Pemangsa Tank</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SimlRqKgqsI/AAAAAAAAAL0/iz7YGCK4YY8/s1600-h/bo105.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SimlRqKgqsI/AAAAAAAAAL0/iz7YGCK4YY8/s400/bo105.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343984155646536386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita membicarakan helikopter tempur, pastinya tidak akan jauh-jauh dari jenis heli semacam: AH-1 Cobra, AH-64 Apache, atau Agusta A129 Mangusta dan lain-lain, yang mungkin bagi Angkatan Bersenjata Indonesia saat ini masih merupakan barang mewah yang entah kapan bisa di beli. Walau begitu kita masih bisa sedikit lega karena saat ini Angkatan Bersenjata Indonesia sudah bisa unjuk gigi dengan helikopter serbu Mil Mi-35 buatan Rusia, tapi seperti kita ketahui bersama jumlah heli Mil Mi-35 yang ada saat ini masih belum cukup untuk memenuhi standar ideal bagi suatu angkatan bersenjata sebuah negara seluas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alternatif untuk memenuhi pengadaan helikopter tempur bagi Angkatan Bersenjata Indonesia adalah dengan memberdayakan helikopter produksi PT DI yaitu helikopter NBO 105 yang di modifikasi menjadi helikopter tempur seperti versi Bo 105P yang bisa di gunakan sebagai Helikopter tempur dengan kemampuan anti tank dengan menggendong rudal HOT ATGMs (Anti Tank Guided Missiles), helikopter model ini sudah di gunakan di negara asalnya Jerman sana dan bahkan sempat dilangsir dua versi yaitu Bo 105P PAH-1 dan Bo 105P PAH-1A1, walaupun saat ini tugas dari heli Bo 105P sudah mulai di ganti oleh heli tempur yang lebih baru yaitu Eurocopter Tiger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SimlIggfP7I/AAAAAAAAALs/iR0JFS_jxEQ/s1600-h/Bolcow+.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SimlIggfP7I/AAAAAAAAALs/iR0JFS_jxEQ/s400/Bolcow+.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343983998435540914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NBO 105 sendiri adalah helikopter ringan , serbaguna , bermesin ganda , yang dibuat oleh PT DI dengan lisensi dari Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB) yang sekarang menjadi bagian dari Eurocopter. Eurocopter hanya memproduksi Bo 105 sampai tahun 1997. Jalur produksi Bo 105 kemudian diganti untuk produksi EC 135. Sedang untuk PT DI produksi NBO 105 masih berlanjut sampai sekarang, namun rata-rata produksi helikopter jenis NBO 105 ini di peruntukan bagi sipil dan POLRI. Ada juga versi militer yang di gunakan oleh TNI Angkatan Darat namun dengan kemampuan terbatas, hanya untuk serang darat dengan di cantoli roket FFAR yang juga buatan dari PT DI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-2492268019969007688?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/2492268019969007688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=2492268019969007688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2492268019969007688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2492268019969007688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/06/jika-nbo-105-menjadi-pemangsa-tank.html' title='Jika NBO 105 Menjadi Pemangsa Tank'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SimlRqKgqsI/AAAAAAAAAL0/iz7YGCK4YY8/s72-c/bo105.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7974652961387794740</id><published>2009-06-05T15:39:00.001-07:00</published><updated>2009-06-05T15:40:56.927-07:00</updated><title type='text'>Kerjasama TNI AL di Bidang Kapal Patroli dengan PT Lundin Industry Invest</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Sime7IedI6I/AAAAAAAAALk/DKj8w2e6W2Q/s1600-h/X3KTrimaran1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 239px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Sime7IedI6I/AAAAAAAAALk/DKj8w2e6W2Q/s400/X3KTrimaran1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343977171576497058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya (ANTARA News) - TNI Angkatan Laut melakukan kerjasama dengan PT Lundin Industry Invest dalam rangka penelitian dan pengembangan rekayasa kapal patroli cepat Trimaran, serta kerjasama di bidang peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan fasilitas galangan untuk pembangunan kapal patroli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama tersebut tertuang dalam piagam kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Slamet Soebijanto, dengan Direktur PT Lundin Industry Invest, Ny. Lizza Lundin, di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Mako Koarmatim) Ujung, Surabaya, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penandatanganan piagam kesepakatan bersama antara TNI AL dengan PT Lundin Industry Invest itu disaksikan mantan Kasal, Laksamana TNI (Purn.) M. Arifin, para Asisten Kasal dan pejabat teras TNI AL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Laksamana TNI Slamet Soebijanto dalam sambutannya, acara itu pada hakekatnya merupakan momentum penting dalam upaya memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki oleh kedua pihak guna meningkatkan kemampuan, kekuatan dan kesiapan Alut Sista secara maksimal dengan hasil produksi dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal tersebut mengandung makna strategis dan memiliki nilai prospektif dalam pengembangan teknologi dan pemanfaatan hasil-hasil industri nasional guna mendukung pembangunan kekuatan TNI AL dalam mewujudkan kemandirian bangsa serta mengurangi ketergantungan dari negara-negara luar di masa mendatang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pembangunan kapal patroli yang akan dilaksanakan adalah kapal cepat Trimaran jenis X3K. Kapal X3K Trimaran ini memiliki panjang 40 meter, lebar 15 meter dan bobot 150 ton dengan kecepatan antara 30 hingga 40 knots.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menandatangani piagam kesepakatan antara TNI AL dengan PT Lundin Industry Invest, Kasal bersama M. Arifin, para Asisten Kasal dan pejabat teras TNI AL meninjau flat yang telah selesai dibangun di kompleks Mako Koarmatim, Ujung Surabaya, serta telah diserahkan untuk dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flat yang dibangun lengkap dengan isinya itu diperuntukan sebagai tempat tinggal anggota KRI dari unsur-unsur satuan kapal perang yang ada di jajaran Koarmatim. Laksamana TNI Slamet Soebijanto dan Laksamana (Purn.) M. Arifin tampak seksama meninjau rumah dinas flat tersebut, dan juga meninjau fasilitas lainnya, seperti rumah ibadah Masjid yang tengah dibangun, demikian keterangan dari Kepala Dinas Penerangan Koarmatim, Letkol Laut Toni Syaiful. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7974652961387794740?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7974652961387794740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7974652961387794740' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7974652961387794740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7974652961387794740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/06/kerjasama-tni-al-di-bidang-kapal.html' title='Kerjasama TNI AL di Bidang Kapal Patroli dengan PT Lundin Industry Invest'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/Sime7IedI6I/AAAAAAAAALk/DKj8w2e6W2Q/s72-c/X3KTrimaran1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7926769298680041609</id><published>2009-06-05T14:58:00.001-07:00</published><updated>2009-06-05T15:01:16.470-07:00</updated><title type='text'>BPPT-PINDAD Berencana Kembangkan Tank Untuk Kebutuhan TNI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SimVJZi_vMI/AAAAAAAAALc/g4VdDcrmqDg/s1600-h/Development+BPPT.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 284px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SimVJZi_vMI/AAAAAAAAALc/g4VdDcrmqDg/s400/Development+BPPT.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343966421560835266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPPT berencana mengembangkan kendaraan tempur beroda rantai (tank) pada 2007, setelah berhasil membuat prototipe dan memproduksi kendaraan tempur beroda ban bersama PT Pindad sejak 2004 dan panser Amfibi pada 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk melindungi kedaulatan negara, TNI memerlukan berbagai jenis alutsista. Dan yang paling penting, alutsista tersebut jika memang mampu dibuat sendiri maka tak perlu lagi mengimpor," kata Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Surjatin Wirjadidjaja ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap awal, pada 2007 BPPT akan melakukan "reverse engineering" terhadap komponen "gear transfercase" yang juga merupakan salah satu komponen utama dari kendaraan tipe track ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk komponen lain seperti track shoes and links, PT.Pindad bersama mitra industri lain telah mampu membuat sendiri dan mesin penggeraknya menggunakan engine yang dijual dipasar bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan pada akhir tahun 2009 BPPT bersama mitra strategis bisa menyelesaikan satu unit prototipe light duty tank dengan berat hampir 15 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pada 2002, PT Pindad telah memproduksi APR 4x4 yang menggunakan rangka dan mesin (undercarriage) Izuzu 120PS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada 2004, Pindad bekerjasama dengan BPPT mulai mengembangkan panser yang komponennya lebih menunjukkan kemandirian dengan membuat prototipe panser 6x6 beroda ban yang menggunakan undercarriage truk Perkasa, termasuk engine 220 PS dan transmisi produksi PT Texmaco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prototipe ini menjadi cikal bakal PT Pindad mengembangkan panser 6x6 dengan body dan sistim konstruksi monocoque, hingga sistim penggerak roda dan suspensi independen sesuai spesifikasi TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2006, BPPT dan PT Pindad kemudian mengembangkan panser amfibi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mampu bermanuver bukan hanya di darat, tapi bisa menyeberangi sungai dan danau, sesuai alam Indonesia yang memiliki banyak perairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian prototipe panser Amfibi yang bisa bermanuver di air dengan kedalaman satu hingga dua meter itu akan dilaksanakan awal tahun 2007, ujarnya. Panser ini 80 persen juga sudah menggunakan produk dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemandirian dalam membangun alutsista platform kendaraan tempur tercapai, maka tahun 2010 - 2012, BPPT juga berencana mengembangkan sistem persenjataan berupa sistem kendali tembak dan pengunci target yang merupakan bagian kelengkapan kendaraan tempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Antara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7926769298680041609?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7926769298680041609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7926769298680041609' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7926769298680041609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7926769298680041609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/06/bppt-pindad-berencana-kembangkan-tank.html' title='BPPT-PINDAD Berencana Kembangkan Tank Untuk Kebutuhan TNI'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SimVJZi_vMI/AAAAAAAAALc/g4VdDcrmqDg/s72-c/Development+BPPT.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-1540318213136165013</id><published>2009-06-05T14:32:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T14:35:12.099-07:00</updated><title type='text'>PTDI Miliki Lisensi Produksi Pesawat C212-400</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SimPWcybBlI/AAAAAAAAALU/Few4mZHPj00/s1600-h/C-212+400.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SimPWcybBlI/AAAAAAAAALU/Few4mZHPj00/s400/C-212+400.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343960048699377234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung (ANTARA News) - Setelah melakukan kontrak kerjasama dengan EADS CASA, November 2006 lalu, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kini telah mengantongi lisensi sebagai produsen dan perakit pesawat C212-400 dengan dilengkapi seluruh fasilitas produksi yang didapat dari San Pablo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Utama PTDI Budi Santoso di Bandung, Jumat, menyatakan, untuk saat ini PTDI merupakan satu-satunya pemegang lisensi untuk memproduksi dan merakit C212-400 sehingga seluruh fasilitas produksi dari San Pablo, Spanyol telah terpasang di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain memproduksi PT DI juga diberi wewenang untuk memasarkan pesawat dalam versi transport untuk pasar Indonesia dan Asean serta militer," kata Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan minat pembeli pesawat ini sangat banyak dan menjadi pasar potensial bagi PTDI bahkan indikasi ini tercermin dari adanya kebutuhan pesawat sejenis sebanyak 88 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena besarnya pasar maka dalam tujuh tahun kedepan kami memprediksi kebutuhan akan mencapai 155 pesawat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pesawat jenis ini memiliki badan pesawat yang secara umum sama dengan C212-200 yang diproduksi kami sebelumnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perbedaan dapat ditemukan pada hidung pesawat yang lebih panjang dan "wing tip" yang memungkinkan pesawat dapat lepas landas di landasan yang pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal 2009 ini PTDI telah mendapatkan kontrak pengadaan dengan PT Airfast Indonesia sebanyak satu unit pesawat C212-400.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mengharapkan langkah PT Airfast Indonesia ini dapat diikuti oleh perusahaan lain," katanya.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jurnal Nasional)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-1540318213136165013?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/1540318213136165013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=1540318213136165013' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1540318213136165013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1540318213136165013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/06/ptdi-miliki-lisensi-produksi-pesawat.html' title='PTDI Miliki Lisensi Produksi Pesawat C212-400'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SimPWcybBlI/AAAAAAAAALU/Few4mZHPj00/s72-c/C-212+400.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-4457357105684845944</id><published>2009-05-31T02:50:00.001-07:00</published><updated>2009-05-31T02:54:17.925-07:00</updated><title type='text'>Pesawat Amphibi Buatan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SiJTAgjYo7I/AAAAAAAAALM/JU_X4CItCSA/s1600-h/81231p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SiJTAgjYo7I/AAAAAAAAALM/JU_X4CItCSA/s400/81231p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341923376218284978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Mei 2009, Bandung -- PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kembali membuat gebrakan baru di dunia penerbangan nasional. Setelah ada rencana kerja sama dengan BP Migas untuk mensupport moda transportasi udara di bidang perminyakan nasional, PT DI berencana meluncurkan produk teranyar mereka, yaitu pesawat amfibi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk mendukung kerja sama dengan BP Migas kita tidak hanya maintenance unit-unit lama, namun juga membuat unit baru yang mendukung industri perminyakan nasional seperti pesawat amfibi," ujar Andi Alisjahbana, Direktur riset dan pengembangan teknologi PT DI yang ditemui disela-sela rapat kerja PT DI dan BP Migas pada Jumat (29/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi menuturkan kelebihan dari pesawat tipe amfibi adalah kemampuannya untuk menjelajah medan yang sulit dijangkau pesawat biasa dengan biaya operasional yang minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pesawat amfibi buatan PT DI ini nantinya akan digunakan oleh BP Migas untuk memperlancar pekerjaan-pekerjaan di wilayah perairan laut, apalagi Indonesia adalah negara yang memiliki banyak laut," ujar Andi. Terkait dengan efektivitas biaya, Andi menuturkan penggunaan pesawat amfibi bisa menekan biaya operasional sampai 50 persen ketimbang menggunakan helikopter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat amfibi ini akan dioperasikan oleh BP Migas mulai 2012, namun Andi belum bisa menyebutkan berapa banyak jumlah pesawat yang diproduksi. "Prototipe pesawatnya sudah jadi dan sudah diuji coba, untuk launchingnya memang masih agak lama karena sejumlah komponen kita impor dari Eropa," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi juga tidak memungkiri bila pesawat amfibi berkapasitas 14 penumpang termasuk pilot ini, nantinya akan dipasarkan selain ke BP Migas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nantinya kita akan pasarkan produk ini lebih luas lagi, tapi untuk sementara tetap menjurus ke perusahaan-perusahaan yang memang aktivitasnya membutuhkan akses ke daerah-daerah sulit jangkau, bukan ke penerbangan komersil," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(detikNews)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-4457357105684845944?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/4457357105684845944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=4457357105684845944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/4457357105684845944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/4457357105684845944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/05/29-mei-2009-bandung-pt-dirgantara.html' title='Pesawat Amphibi Buatan Indonesia'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SiJTAgjYo7I/AAAAAAAAALM/JU_X4CItCSA/s72-c/81231p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-3628234788617093257</id><published>2009-05-31T01:04:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T02:54:59.297-07:00</updated><title type='text'>Simulator Meriam 57mm/S-60 Produk Unggulan Litbang Angkatan Darat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SiI68qIiGgI/AAAAAAAAALE/pW_6zUHiqXg/s1600-h/Howie+TNI+AD.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SiI68qIiGgI/AAAAAAAAALE/pW_6zUHiqXg/s400/Howie+TNI+AD.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341896921791470082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang instruksi Presiden RI dan kebijakan Menteri Pertahanan RI tentang pengadaan Alutsista Litbang TNI – Angkatan Darat termasuk Pusat Kesenjataan Arteleri Pertahanan Udara (PUSSENARHANUD) Kodiklat TNI AD senantiasa menggiatkan inovasi dan kreativitas untuk melengkapi dan memodernisir persenjataannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pussenarhanud Kodiklat mampu menciptakan Simulator Meriam 57 mm/s-60 yang merupakan produk unggulan Litbang TNI – Angkatan darat. Pengalaman selama ini telah membuktikan bagaimana ketergantungan terhadap Alutsista produk negara asing banyak merugikan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak satupun negara di dunia ini yang sanggup mandiri secara hakiki dalam melengkapi kebutuhan Alutsistanya, tetapi sudah waktunya TNI mengurangi ketergantungan itu dengan memberdayakan kemampuannya dan memanfaatkan produk pabrikan dalam negeri, tidak selalu mengandalkan produk negara asing untuk melengkapi dan memodernisir persenjataan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah kemandirian alat pertahanan, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono telah berpesan kepada Menteri Pertahanan RI (Menhan) Yuwono Sudarsono untuk konsisten terhadap kebijakan pemerintah selama ini yang bertekad untuk mengedepankan produk dalam negeri, tentunya termasuk memberdayakan Litbang untuk berinovasi dan berkreasi Presiden mengajak seluruh komponen bangsa khususnya BUMN industri strategis kita menunjang kepentingan pertahanan negara, untuk bekerjasama agar kemandirian dalam bidang pertahanan, khususnya mengenai Alutsista dapat terealisir. Walaupun pemerintah akan menyerap sebanyak mungkin produksi persenjataan dalam negeri, namun SBY tetap mengingatkan agar industri dalam negeri terus melakukan kerjasama alih teknologi dengan industri asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang instruksi Presiden RI dan kebijakan Menteri Pertahanan RI tentang pengadaan Alutsista Litbang TNI – Angkatan Darat termasuk Pusat Kesenjataan Arteleri Pertahanan Udara (PUSSENARHANUD) Kodiklat TNI AD senantiasa menggiatkan inovasi dan kreativitas untuk melengkapi dan memodernisir persenjataannya. Pussenarhanud Kodiklat mampu menciptakan Simulator Meriam 57 MM/S-60 yang merupakan produk unggulan Litbang TNI – Angkatan darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simulator Meriam 57MM/S-60 merupakan wahana efektif dan efisien untuk melatih awak 3 (azimuth dan penembakan) dan awak 4 (elevasi) dalam mengoperasikan Meriam 57MM/S-60. Parameter pengoperasian yang dilakukan awak lainnya dimodelkan dengan perangkat lunak berbasis komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simulator ciptaan prajurit – prajurit TNI ini dalam aplikasinya menggunakan Meriam 57MM/S-60 manual (tanpa AKT). Medan latihan, yang digunakan sesuai (mendekati) kondisi di lapangan. Variasi serangan (serangan udara datar, tukik, lempar jarak jauh, lempar vertikal, lempar lewat sasaran, heli tempur, dan lain-lain). Memodelkan perilaku tembakan berbasis sudut tangguh, berbantuan perangkat lunak berbasis komputer. Pentahapan dan penjenjangan tingkat kesulitan profile serangan dapat disesuaikan. Kemampuan teknis bisa dikembangkan (upgradable).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simulator ini memiliki fitur wahana pelatihan efisien, efektif dan meminimumkan resiko. Produk hasil proses Lakgiat Litbang yang terkoordinasi. Perpaduan komponen/perangkat Comercial Off The Self (COTS) dan komponen produksi dalam negeri (local content) yang optimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan basis teknologi yang dapat diperbaharui dan dikembangkan (upgradable)&lt;br /&gt;Gambaran Pengoperasiannya. awak 3 (azimuth dan penembakan) mengoperasikan pergerakan azimuth dan pedal tembak, sesuai operasi sesungguhnya, dengan LCD untuk visualisasi kolimator azimuth, sasaran tembak dan medan latihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awak 4 (elevasi) mengoperasikan pergerakan elevasi laras, sesuai operasi sesungguhnya, dengan LCD untuk visualisasi kolimator elevasi, sasaran tembak dan medan latihan. Pelatih berposisi pada instruktur (Instructor Station), bertugas untuk memandu, menginisialisasi, memvariasikan sasaran, memonitor dan melaporkan hasil pelatihan. Latihan difokuskan pada koordinasi dan sinkronisasi pengendalian gerak antara awak azimuth dan awak elevasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalankan tugas instruktur, perangkat Instructor Station dilengkapi dengan fasilitas untuk mendukung pengoperasian. Beberapa contoh tampilan fasilitas tersebut ditunjukan pada gambar berikut :&lt;br /&gt;• Sensor Pergerakan azimuth&lt;br /&gt;• Sensor pergerakan elevasi&lt;br /&gt;• Sensor penembakan&lt;br /&gt;• Komputer industrial, WinXP, Memory 2 GB, HD 80GB, dan perangkat tambahan&lt;br /&gt;• LCD awak azimuth&lt;br /&gt;• LCD awak elevasi&lt;br /&gt;• Sound System 5.1&lt;br /&gt;• Main power supply elektrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : PATRIOT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-3628234788617093257?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/3628234788617093257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=3628234788617093257' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3628234788617093257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3628234788617093257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/05/imulator-meriam-57mms-60-produk.html' title='Simulator Meriam 57mm/S-60 Produk Unggulan Litbang Angkatan Darat'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SiI68qIiGgI/AAAAAAAAALE/pW_6zUHiqXg/s72-c/Howie+TNI+AD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5252854098942569058</id><published>2009-05-13T06:10:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T06:39:00.064-07:00</updated><title type='text'>PT. Dahana, a step to make the missile war head</title><content type='html'>Dahana Berhasil Patenkan Alat Pencampur Bahan Peledak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan (invention) yang diberi judul Alat Pencampur Bahan Peledak Dengan Aliran Udara Bertekanan ditemukan oleh empat orang karyawan PT Dahana (Persero). Kegunaan temuan ini untuk membantu mencampur bahan peledak dengan menghilangkan bagian atau komponen yang bergerak sehingga berpotensi menimbulkan ledakan.  Hal ini dibantu dengan semprotan udara (airjet mixer).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi PT Dahana (Persero), penemuan ini merupakan yang ketiga dalam bidang invention.  Sebelumnya, putra-putra terbaik Dahana juga telah menemukan teknologi Komposisi dan proses pembuatan Bahan Peledak Emulsi Curah tipe air dalam minyak dan berhasil mendesain kelongsong dayagel seismic. Secara keseluruhan Dahana telah memiliki delapan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah seorang inventornya yang juga menjabat Deputi Direktur Teknologi &amp; Produksi Pudji Suprapto berharap paten ini dapat digunakan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada konsumen dengan tingkat keselamatan yang jauh lebih tinggi. “Semoga hasil penelitian ke depan bisa lebih berdayaguna dan bernilai komersil untuk perusahaan,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, PT Dahana (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang industri strategis yang memberikan layanan bahan peledak yang terpadu untuk sektor Migas, Pertambangan Umum, Kuari dan Konstruksi. Dahana telah berpengalaman lebih dari 40 tahun dan didukung oleh fasilitas lengkap, teknologi terkini dan SDM yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HaKI  PT Dahana (persero)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Komposisi dan proses pembuatan bahan peledak Emulsi Curah tipe air dalam minyak (2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Merk Dahana (2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Merk Danfo (2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Merk Dabex (2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Merk Dayagel (2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.       Merk Dayadet (2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.       Selongsong Bahan Peledak Seismic (2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.       Alat Pencampur Bahan Peledak Dengan Aliran Udara Bertekanan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5252854098942569058?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5252854098942569058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5252854098942569058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5252854098942569058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5252854098942569058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/05/pt-dahana-step-to-make-war-head.html' title='PT. Dahana, a step to make the missile war head'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-3009986089358500613</id><published>2009-03-12T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T20:54:03.413-07:00</updated><title type='text'>Ranjau Dasar Laut Pengaruh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SbnYu_T7pHI/AAAAAAAAAKU/D7lICyq6LwY/s1600-h/Ranjau%2Bdasar%2Blaut.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SbnYu_T7pHI/AAAAAAAAAKU/D7lICyq6LwY/s400/Ranjau%2Bdasar%2Blaut.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312515537240826994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ranjau dasar laut hasil pengembangan Dislitbang AL ini merupakan senjata bawah air yang mumpuni dan dapat digunakan sebagai alat pertahanan terhadap masuknya kapal-kapal asing yang masuk ke wilayah teritorial Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan ranjau permukaan yang mengambang di laut, ranjau dasar laut diletakkan antara 30-60 meter dibawah permukaan laut. Ranjau ini akan bekerja saat mendeteksi objek yang menimbulkan getaran (frekuensi), baik dari putaran propeller, mesin dan juga genset kapal permukaan maupun kapal selam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bobot sekitar 1 ton, ranjau ini mampu menjebol lambung kapal. Saat mendeteksi target dengan sendirinya ranjau akan mendekat menuju sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi teknis :&lt;br /&gt;- Berat total : 1000 Kg&lt;br /&gt;- Panjang : 1880 mm&lt;br /&gt;- Diameter : 530 mm&lt;br /&gt;- Berat bahan peledak : TNT 700 kg&lt;br /&gt;- Jarak penyebaran : 150 m&lt;br /&gt;- Kedalaman laut penyebaran : 30 – 60 m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firing Device terdiri :&lt;br /&gt;1. Hydrophone sebagai sensor akustik&lt;br /&gt;2. Induction coil sebagai sensor medan magnit&lt;br /&gt;3. Power supply battery kering&lt;br /&gt;4. Hidro static safety switch : sebagai pengaman hubungan antara power supply dengan arming delay mechanism&lt;br /&gt;5. Bekerja atas dasar tekanan dalam air sebesar +/- 0,2 ATM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-3009986089358500613?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/3009986089358500613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=3009986089358500613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3009986089358500613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3009986089358500613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/03/ranjau-dasar-laut-pengaruh.html' title='Ranjau Dasar Laut Pengaruh'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SbnYu_T7pHI/AAAAAAAAAKU/D7lICyq6LwY/s72-c/Ranjau%2Bdasar%2Blaut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-6275416171477076106</id><published>2009-03-12T20:46:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T20:51:08.796-07:00</updated><title type='text'>Sattelite Launch Vehicle Made In Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SbnX_KeCeRI/AAAAAAAAAKM/T_B6wVRheKA/s1600-h/slv-lapan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 276px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SbnX_KeCeRI/AAAAAAAAAKM/T_B6wVRheKA/s400/slv-lapan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312514715602286866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragamnya aplikasi satelit dan meningkatnya kebutuhan wahana ini, ditambah berlakunya pelarangan pembelian komponen pembuat roket, mendorong Indonesia mengumpulkan daya agar mandiri dalam bidang peroketan yang dikembangkan sebagai wahana pengorbit satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang mencapai usia 45 tahun pada 27 November lalu, sejak 2007 melakukan percepatan dalam pengembangan teknologi peroketan dan satelitnya. Percepatan itu terjadi setelah berhasil melepas ketergantungannya pada pembuatan bahan bakar propelan dari pihak asing, antara lain amonium perklorat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses dengan peluncuran roket eksperimen berdiameter 320 mm atau Rx-320, Lapan berhasil melakukan uji statik Rx-420 pada Selasa (23/12) di Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan Rumpin, Tarogong, Tangerang. Pelaksanaan uji statik ini menyusul uji peluncuran roket kendali berdiamater 100 mm dan 300 mm serta roket balistik 122 mm yang diluncurkan akhir pekan lalu di Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai menyaksikan pelaksanaan uji statik Rx-420 itu, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan akan terus mendorong Lapan untuk konsisten mengembangkan roket sesuai dengan kompetensinya hingga mampu mengorbitkan satelit. ”Untuk program roket tahun 2009, saya telah mengusulkan kepada DPR dana sebesar Rp 25 miliar,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2009, jelas Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun, setelah keberhasilan uji statik Rx-420, program peroketan akan dilanjutkan dengan uji peluncuran roket tersebut yang menurut rencana dilaksanakan Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Edi Sofyan, Ketua Kelompok Penelitian Bidang Kendali Roket Lapan, roket kendali RK-100 sebanyak tiga unit diluncurkan Sabtu (20/12) di Pamengpeuk, Garut Selatan. Misi peluncuran ini adalah untuk menguji sistem kendali pada sirip belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran RK-100, yang mempunyai panjang 4 meter ini, merupakan fase ketiga eksperimen roket itu. Fase I yang dilakukan September 2007 masih ditemukan masalah pada bagian sayap. Setelah dilakukan perbaikan, dilakukan peluncuran RK-100 fase II pada Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun uji peluncuran roket kendali 300 mm yang merupakan tahap pertama, jelas Edi, bertujuan untuk menguji sistem pendorong roket dan turbo jet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Minggu (21/12) di lokasi yang sama dilaksanakan peluncuran tahap pertama roket balistik RB-122 yang tidak dilengkapi dengan sistem kontrol. Pada uji peluncuran ini bertujuan untuk mengukur kinerja atau performansi motor roket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian kinerja roket baik sistem kendali dan balistik merupakan satu rangkaian dalam pengembangan roket pengorbit satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfigurasi Rx-420-320&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket eksperimen berdiameter 420 mm (Rx-420), pelaksanaan uji statiknya tertunda seminggu, karena diperlukan penambahan sistem penahan pada bagian ekor propulsi, agar aman. ”Dengan memasang sistem penahan yang memadai pada roket, yang ditempatkan pada posisi horizontal di lorong itu, maka roket akan tetap stabil ketika dilakukan uji penyalaan,” urai Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi nyala, roket Rx-420 yang menggunakan bahan bakar amonium perklorat akan memiliki daya dorong hingga 10 ton dalam waktu 11 detik. ”Lepasnya penahan pernah terjadi pada tahun 1986 dalam uji statik sebuah roket. Akibatnya, roket keluar dari block house (rumah uji),” tambah Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran hasil uji statik Rx-420, jelas Lilis Mariani, periset di Tim Uji Statik Rx-420, performasi roket ini sedikit lebih baik dibandingkan desain rencana, terutama pada daya dorong roket yang lebih tinggi dari yang direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket Rx-420 ini merupakan bagian penting dalam konfigurasi Roket Pengorbit Satelit (Satellite Launch Vehicle/SLV) Pertama Lapan yang direncanakan meluncur pada tahun 2014, jelas Yus Kadarusman Markis, Kepala Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada SLV-I itu, terdiri dari roket tiga tingkat, yaitu pada tingkat pertama dipasang tiga roket Rx-420 sebagai pendorong atau booster, pada tingkat dua satu propulsi berdiameter 420 sebagai sustainer, dan di tingkat tiga propulsi 320.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan komposisi roket tersebut dan menggunakan bahan bakar propelan padat, menurut Yus, telah memadai untuk membawa satelit ke orbit. ”Roket pengorbit ini memungkinkan membawa nano satelit yang persiapannya makan waktu dua tahun,” tambah Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu roket Rx-420 yang berbobot sekitar 2 ton memiliki jangkauan 120 km. Dengan konfigurasi itu, SLV-I diharapkan dapat menjangkau ketinggian sekitar 400 km. Roket ini dapat membawa muatan 50 kg untuk sampai pada orbit yang dicapai minimal pada ketinggian 250 km. Kecepatan horizontal roket di orbit mencapai 8 km per detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Lapan tengah mengembangkan sendiri material yang lebih ringan untuk roket, karena pengembangan teknologi pembuatan baik propelan maupun material roket bersifat tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pembelian material dari pihak asing tidak dimungkinkan karena semua negara, termasuk China, tidak lagi memenuhi pesanan material untuk pembuatan roket dari Indonesia, sebagai negara yang masuk kategori perlu diawasi seperti Iran,” urai Yus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahapan selanjutnya, Lapan akan terus mengembangkan roket berdiameter lebih besar, yaitu Rx-540 dan Rx-750. Roket Rx-420 merupakan roket keenam yang dikembangkan Lapan selama ini. Roket generasi terdahulu berturut-turut memiliki diameter 70, 100, 150, 250, dan 320 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak beberapa tahun lalu, lanjut Yus, peneliti Lapan juga telah mengembangkan bahan bakar propelan cair yang baru mencapai bobot 10 kg. Masih diperlukan waktu lama untuk sampai pada kapasitasnya untuk mendukung roket pengorbit satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendalanya karena kurangnya sumber daya manusia peneliti dan sulitnya memperoleh bahan baku, serta tingginya tingkat kesulitan dan bahaya ledakan dalam pembuatan propelan cair. Meski begitu, Lapan harus mengembangkan pembuatan propelan cair yang memiliki kelebihan daripada propelan padat, yaitu membuat roket mudah dikendalikan ketika mengorbit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-6275416171477076106?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/6275416171477076106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=6275416171477076106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6275416171477076106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6275416171477076106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2009/03/sattelite-launch-vehicle-made-in.html' title='Sattelite Launch Vehicle Made In Indonesia'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SbnX_KeCeRI/AAAAAAAAAKM/T_B6wVRheKA/s72-c/slv-lapan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-38757484539221821</id><published>2008-12-27T00:57:00.002-08:00</published><updated>2008-12-27T03:08:57.356-08:00</updated><title type='text'>BOM LATIH DARI JAWA TIMUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SVYKjzddSbI/AAAAAAAAAJ0/0baOvJ2KD0I/s1600-h/P-100DumbBombCVSariBahari3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SVYKjzddSbI/AAAAAAAAAJ0/0baOvJ2KD0I/s400/P-100DumbBombCVSariBahari3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284422822991317426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom latih P-100 buatan CV. Sari Bahari Malang, Jawa Timur ini merupakan hasil pengembangan Dislitbang AU untuk menggantikan bom sejenis buatan Rusia, OFAB 100-125.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CV. Sari Bahari saat ini telah memproduksi sepuluh bom latih P-100 untuk di ujicoba dalam sesi latihan pengeboman yang dilakukan TNI AU. Nantinya jika ujicoba sukses produksi bom latih ini akan diajukan pembuatannya ke Mabes TNI dan Dephan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ujicoba yang dilakukan beberapa hari lalu P-100 sangat layak digunakan oleh beberapa pesawat tempur yang dimiliki TNI AU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi teknis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang total : 1130 mm&lt;br /&gt;Diameter : 273 mm&lt;br /&gt;Panjang Fin : 410 mm&lt;br /&gt;Berat : 100 - 125 Kg&lt;br /&gt;Material : Besi modular (body), Baja VCN45 (suslug), ST37 (fin)&lt;br /&gt;Isian Asap : TiCl2&lt;br /&gt;CG : 285 mm dari nose&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Senin,(22/12), melaksanakan latihan uji coba penembakan air-to-ground di AWR (Air Weapon Range) Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, dengan menggunakan jenis bom latih P-100 buatan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini, pihak produsen telah memproduksi sepuluh bom latih P-100. Dari sepuluh itu, enam kita ujicoba dalam dua hari ini. Sedangkan empat akan dijadikan protipe, untuk diajukan ke Mabes TNI AU, Mabes TNI dan Dephan," kata Komandan Skadron Udara 11 Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Letkol Pnb Iko Putra kepada ANTARA News di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, dari ujicoba tersebut bom latih P-100 sangat layak digunakan atau dipasangkan di Sukhoi SU-27SK dan SU-30MK. "Mungkin setelah dievaluasi lebih lanjut, bom jenis ini akan kami gunakan terutama untuk latihan," ujarnya, menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom latih P-100 merupakan hasil kerjasama Dislitbang AU dengan CV. Sari Bahari Malang, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom tersebut memiliki panjang 1.130 milimeter, berat 100-125 kilogram, dan diameter 273 milimeter. Bom itu dibuat dari bahan besi nodular untuk bodi, baja VCN 15 untuk suslug (cantelan untuk dipasang di pesawat), dan ST-37 untuk bagian ekor, dengan panjang 410 milimeter. Setara dengan bom buatan Rusia, OFAB 100-125.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan uji coba senjata yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, disaksikan langsung oleh Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Yushan Sayuti dan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI IB.Putu Dunia , para pejabat Staf Koopsau II, Lanud Sultan Hasanuddin serta beberapa pejabat Staf dari Mabes TNI Angkatan Udara di lokasi penembakan AWR Takalar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun para penerbang Sukhoi yang terlibat dalam kegiatan latihan antara lain Komandan Wing 5 Kolonel Pnb Arief Mustofa, Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb W Iko Putra, Mayor Pnb Yosta Riza, Mayor Pnb Untung S dan Mayor Pnb David Tamboto.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-38757484539221821?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/38757484539221821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=38757484539221821' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/38757484539221821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/38757484539221821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/12/bom-latih-dari-jawa-timur.html' title='BOM LATIH DARI JAWA TIMUR'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SVYKjzddSbI/AAAAAAAAAJ0/0baOvJ2KD0I/s72-c/P-100DumbBombCVSariBahari3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-1571730361049299176</id><published>2008-12-12T16:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T17:00:58.313-08:00</updated><title type='text'>Panser Canon 90 mm Pindad</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUMIp0Nm81I/AAAAAAAAAJk/wF8EdCCAoNE/s1600-h/PanserCan2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUMIp0Nm81I/AAAAAAAAAJk/wF8EdCCAoNE/s400/PanserCan2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279072702691734354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses dengan keberhasilan Panser 6x6 Anoa, akhirnya Pindad berhasil merelease prototype panser taktis varian canon sesuai dengan jadwal. Panser ini merupakan proyek pengembangan panser Pindad sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirut PT. Pindad, Adik A. Sudarsono sebelumnya pernah melontarkan hal ini bulan Agustus 2008 lalu. Beliau pernah mengatakan akan membuat panser versi tactical armor berbasis panser angkut pasukan sedang (APS) 6x6. "Prototype-nya akan kami tampilkan di Indo-Defence 2008", ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUMIe5gk14I/AAAAAAAAAJc/ACkeWZquX50/s1600-h/PanserCan2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUMIe5gk14I/AAAAAAAAAJc/ACkeWZquX50/s400/PanserCan2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279072515134904194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Design requirement didapat dari hasil rumusan antara Dephan dan TNI AD. PT. Pindad berharap akan ada pesanan untuk varian ini, paling tidak cukup untuk economical production (15 unit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem turet canon panser ini menggunakan CSE-90/MK-III buatan CMI Defense, Belgia. CSE-90 berkaliber 90mm ini juga dilengkapi dengan senapan mesin coaxial 7,62mm.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk perangkat komunikasi menggunakan Intercom set VHF/FM dengan fasilitas anti-jamming dan berkemampuan hopping channel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu panser ini juga didukung peralatan pertempuran lainnya, seperti : Night Vision Google (NVG), GPS, dan perangkat sensor senjata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-1571730361049299176?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/1571730361049299176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=1571730361049299176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1571730361049299176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1571730361049299176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/12/panser-canon-90-mm-pindad.html' title='Panser Canon 90 mm Pindad'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUMIp0Nm81I/AAAAAAAAAJk/wF8EdCCAoNE/s72-c/PanserCan2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-8385290343372918508</id><published>2008-12-12T16:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T16:51:47.299-08:00</updated><title type='text'>PT44Maesa High Mobility Truck, Buatan Anak Bangsa</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUMGg_Xo7VI/AAAAAAAAAJU/SoKstOm2KKw/s1600-h/PT44.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUMGg_Xo7VI/AAAAAAAAAJU/SoKstOm2KKw/s400/PT44.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279070352044518738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rantis Angkut Personel MAESA-PT44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rantis (Kendaraan Taktis) MAESA PT44 buatan asli putra Indonesia ini, dirancang sebagai kendaraan angkut personel dan artileri carier yang mampu bermanuver di segala medan. Salah satu perancangnya, Mr. Sharsono, perancang ISS (Independent Suspension System) dan rangka/ casis memberikan keterangan seputar rantis hasil rancangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Full Independent Suspension System&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAESA Series “0” adalah Truk Segala Lapangan yang khusus di rancang dan dibuat untuk mengangkut barang dan pasukan. &lt;br /&gt;Maesa memiliki daya angkut sebesar 4000 Kg. Sistim suspensi bebas yang dipasang pada ke empat roda Maesa membuat kendaraan taktis ini dapat melaju 1.5 kali lebih cepat dalam melintasi ladang dan jalanan rusak dibanding dengan kendaraan yang serupa dalam bobot, tenaga dan besar ban yang sama namun menggunakan sistim suspensi konvensional (Pegas daun dan Rigid Axel). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rongga dibawah truk sangat leluasa dan tinggi berkat penggunaan sistim suspensi bebas, berbeda dengan truk yang menggunakan sistim suspensi konvensional dimana gandarnya menonjol keluar dibawah kendaraan, mengurangi keleluasaan bergerak di luar jalan atau dijalan yang rusak karena rawan terhadap benturan dengan batu-batu atau benda-benda besar yang merintangi jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bak pengangkut barang dilengkapi dengan bangku duduk yang terbuat dari pilihan besi atau kayu keras sebagai tempat duduk pasukan beserta perlengkapannya. Bagian atas bak barang dilengkapi dengan kerangka besi kokoh dan tertutup terpal untuk melindungi penumpang dari hujan dan teriik matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim Suspensi Bebas buatan Pacific Technology IAD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim suspensi bebas buatan Pacific Technology IAD ini sudah lama dikenal di dunia dan dianggap unggul. Konfigurasi yang terencana dan sangat maju telah banyak meredam getaran dan goncangan yang ditimbulkan oleh jalanan, menciptakan tidak hanya stabilitas kendaraan, tetapi juga kenyamanan pengendaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasis sengaja dibuat sekaku mungkin guna menghilangkan puntiran pada sasis, dan dikombinasikan dengan tingginya kelenturan suspensi yang bergerak masing-masing secara terpisah maka Maesa berhasil menciptakan performa kendaraan yang sangat baik dalam menjelajahi medan jalan yang sangat buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standard kelenturan suspensi, adalah kemampuan suspensi untuk bergerak keatas dan kebawah. Sistim suspensi bebas buatan Pacific Technology memiliki standard kelenturan sebesar 250mm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Maesa telah dilengkapi dengan sistim suspensi berstandard 300mm, dan sebagai akibatnya, kendaraan jadi lebih mampu meredam semua kejutan-kejutan yang dilemparkan jalanan sambil kendaraan tetap dapat mempertahankan kontak dengan jalanan secara optimal dan tetap stabil, walaupun disaat kendaraan harus melakukan manuver yang berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan bersuspensi bebas ini memiliki keunggulan dalam traksi dan kecepatan dibanding dengan kendaraan bersuspensi konvensional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya sistim suspensi bebas pada Maesa 4X4 membuat penapakan roda kejalan menjadi lebih rekat, meningkatkan traksi terutama disaat-saat kondisi rawan dan licin. Stabilitas kendaraan sangat baik dan pengemudi dapat dengan mudah membaca situasi jalanan karena sifat kendaraan yang mudah diprediksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kecelakaan terjadi dengan truk yang menggunakan sistim suspensi konvensional, karena plintiran sasis membuat pengemudi kurang cepat menyadari bahwa bagian belakang truk berada pada posisi kritikal, dan telat melakukan tindakan koreksi ketika menyadarinya. Dengan sistim suspensi bebas dan chassis kaku, plintiran sasis yang berbahaya &lt;br /&gt;bagi keamanan kendaraan berhasil dihilangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUMFyUpVuYI/AAAAAAAAAJM/ohu_agz_JoA/s1600-h/1_PT44eng-20.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUMFyUpVuYI/AAAAAAAAAJM/ohu_agz_JoA/s400/1_PT44eng-20.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279069550302050690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stabilitas Maesa sangat tinggi dalam kelasnya karena pusat gravitasi yang rendah dan jarak kaki yang cukup lebar. Penggunaan Independent suspension axel membuat rongga bawah kendaraan menjadi lebih datar, mengurangi coefficient drag sebesar 10% dibanding truk dengan suspensi dan axel konvensional. Datarnya dasar kendaraan juga membantu mengurangi turbulent angin yang dapat mengganggu stabilitas kendaraan pada kecepatan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekakuan sasis dan body yang sangat tinggi telah pula membantu mengurangi getaran mesin di dalam kabin. Tingkat kekakuan sasis yang terbuat dari bahan baja berdaya tahan tinggi - dipadu desain dari frame yang kokoh pada suspensi dan axel, memberikan kekuatan sekaligus performa lincah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stabil, responsif dan ringkas adalah tujuan arsitektur suspensi Maesa PT44. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suspensi depan Double wishbone double coil over shock di andalkan karena responsif, stabil dan terbukti berhasil mengurangi getaran mesin serta jalanan secara efektif. Suspensi belakang terbuat dari bahan dan sistim yang sama, memungkinkan terciptanya ruang kargo belakang dengan lantai yang rata dan lapang serta tumpakan yang nyaman, sangat ideal untuk mengangkut pasukan, dan barangs-barang yang tidak tahan banting, seperti mesiu, peralatan laboratorium dan electronics.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-8385290343372918508?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/8385290343372918508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=8385290343372918508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8385290343372918508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8385290343372918508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/12/pt44maesa-high-mobility-truck-buatan.html' title='PT44Maesa High Mobility Truck, Buatan Anak Bangsa'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUMGg_Xo7VI/AAAAAAAAAJU/SoKstOm2KKw/s72-c/PT44.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5584733445474046337</id><published>2008-12-12T16:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T16:34:39.070-08:00</updated><title type='text'>Tingkatkan Kualitas Radar, Lapan Gaet Jepang</title><content type='html'>PERKEMBANGAN teknoIogi penginderaan jarak jauh Indonesia, dari tahun ketahun terus menunjukkan kemajuan. Terbukti dari keberhasilan sejumlah peneliti Indonesia khususnya dari lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) membangun sebuah satelit, bekerjasama dengan para peneliti dari Jerman TU Delft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi fasilitas The Equatorial Atmosfphere Radar (EAR) yang bertempat di stasiun Radar Atmosfer Khatulistiwa di Kototabang, Bukit tinggi, Sumatera Barat"yang oleh dunia dinobatkan sebagai radar terbesor ketiga di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, tentulah keberhasilan tersebut belum cukup memuaskan. Perkembangan teknologi yang berjalan dengan sangat cepat, memaksa para peneliti Indonesia untuk ikut berkompetisi dalam banyak hal, termasuk dengan meningkatkan kualitasnya agar tidak tertnggal dengan peneliti-peneliti dari negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari pentingnya peningkatan kualitas SDM demi menghasilkan penelitian-penelitian yang memlliki nilai kompetisi. Lapan pun selanjutnya menjalin kerjasama dengan sejumlah negara, seperti Jerman dan Jepang,yang kesemuanya tertuang dalam berbagai kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya dengan para peneliti asal Jepang, Research Institute for Sustainable Humanosphere dari Universitas Kyoto yang tertuang dalam sejumlah kegiatan seperti kerjasama penelitian, seminar dan pelatihan. Kegiatan terbaru ialah pagelaran simposium bertemakan "Cloud Science and Radar ObservatiOn of the Atmosphere" yang berlangsung sejak Senin (11/8) hingga Jumat (15/8) hari ini di Kantor Lapan, Bandung, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang tertulis dalam siaran pers yang diterima Jurnal Nasional, simposium tersebut salah satu tujuannya adalah berperan sebagai wadah pertemuan bagi para peneliti yang bergerak di bidarng pengkajian radar atmosfir dikedua negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan SDM peneliti Indonesia dalam melakukan praktik pengukuran parameter atmosfer dengan radar (Radar Atmosfer Khatulistiwa atau EAR).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5584733445474046337?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5584733445474046337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5584733445474046337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5584733445474046337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5584733445474046337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/12/tingkatkan-kualitas-radar-lapan-gaet.html' title='Tingkatkan Kualitas Radar, Lapan Gaet Jepang'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-4673741465296864989</id><published>2008-12-12T16:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T16:24:05.438-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUL_qfWlpPI/AAAAAAAAAJE/hAKAjFpjDCo/s1600-h/PPanListrik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUL_qfWlpPI/AAAAAAAAAJE/hAKAjFpjDCo/s400/PPanListrik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279062818667472114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK hanya bahan bakar berbahan baku plankton yang dinamai Bahan Bakar Nusantara asal Yogyakarta dan padi merah putih yang ditemukan BSW Adji Koesoemo atau akrab dipanggil Bung AK. Pria yang diberitakan didatangi seorang anggota tentara pemerintah RRC berpangkat Kolonel untuk diajak mengembangkan temuannya ke China itu juga berhasil mengembangkan prototipe Panser listrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prototype Panser Listrik yang pengembangannya mendapat bantuan dari Sekolah Tinggi Angkatan Laut (STAL) Surabaya itu diperkenalkan ke publik beberapa hari lalu bersamaan dengan peringatan 100 Tahun Kebangkitan Reformasi dan 10 Tahun Reformasi di Gedung Jogja Expo Center (JEC). Bukan hanya Panser Listrik, Bung AK bersama Tim Indonesia Bangkit yang dipimpinnya juga memperkenalkan mobil berbahan energi listrik non generator di depan seribuan warga Yogya yang mengikuti senam sehat yang digelar Tim Indonesia Bangkit di JEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan panser listrik maupun mobil berbahan bagi energi listrik tersebut tertenaga listrik yang tidak perlu lagi diisi ulang, tetapi energi listrik jalan terus yang cara kerjanya mirip dengan kerja dinamo untuk menghasilkan lampu pada sepeda onthel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meski masih belum sempurna, ke depan Panser Listrik ini akan kami kembangkan menjadi kendaraan taktis (rantis) untuk operasional TNI/Polri agar kedaulatan pertahanan dan keamanan bisa terwujud di bumi pertiwi ini,"kata Bung AK di sela-sela memperkenalkan prototipe Panser Listrik yang dikerjakan selama sebulan, yang dibantu pihak STAL untuk perlengkapan persenjataan meriam berbasis komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata Bung AK, Sabtu (22/5), rantis yang listriknya tidak perlu di-charge lagi bisa dipakai untuk keperluan lain selain untuk menjalankan rantis karena listrik yang dihasilkan pada rantis mencapai 40.000 watt. Misalnya untuk perbaikan jembatan yang putus, listrik pada rantis ini bisa dipakai untuk ngelas, bisa juga untuik ngejam sinyal HP, HT, saluran televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyinggung pengembangan listrik non generator tersebut, salah satu cicit Raja Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono VII ini mengaku sudah diujicoba dipakai untuk penerangan berkuatan 40.000 watt di Pesantren Istiqomah, Palbapang, Bantul, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Obsesi saya dari Tim Indonesia Bangkit nantinya setiap Kepala Keluarga bisa mendapatkan daya 5.000 watt listrik non generator ini," katanya. Mengenai sosok Adjikoesoemo sebagai penemu BBM dari biota laut yang diberi nama Bahan Bakar Nusantara (BBN) pernah diberitakan Tribun edisi awal Desember 2007 lalu. Saat itu, tepatnya pada 29 November 2007 Bung AK melakukan sosialisasi BBN berupa bensin yang per liternya hanya Rp 1.500 di Gedung DPRD DIY, disaksikan Ketua Dewan DIY Djuwarto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sungguh disayangkan, pemerintah tidak meresponnya. Belakangan ini, kata Bung AK , beberapa tokoh politik dan pemerintah mencoba mendekati pihaknya dengan tujuan agar BBN bisa digunakan sebagai alat kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah tentu kami menolak secara tegas. Karena sejak awal telah kami sampaikan BBN tidak akan kami produksi sendiri melainkan akan kami serahkan kepada pemerintah yang betul-betul bisa kami percaya dan teguh memegang amanat untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," ujar Bung AK yang emoh disebut Superman karena kemampuannya menciptakan berbagai produk unggulan strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bukan Superman, tapi Supertim," ujar Bung AK yang juga dikenal sebagai penemu padi beras merah putih yang kini bibitnya kini sudah disosialisasikan kepada para petani di berbagai daerah. Untuk mewujudkan semua obsesinya tersebut, penggagas gerakan Tim Indonesia Bangkit ini meminta dukungan masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui konsep 5 Kedaulatan yang dikuasainya ia mengaku siap untuk maju ke kancah kepemimpinan nasional. Kelima konsep Kedaulatan itu meliputi Kedaulatan Pangan, Energi, Telekomunikasi, Uang, serta Kedaulatan Ketahanan dan Keamanaan Negara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-4673741465296864989?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/4673741465296864989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=4673741465296864989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/4673741465296864989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/4673741465296864989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/12/tidak-hanya-bahan-bakar-berbahan-baku.html' title=''/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUL_qfWlpPI/AAAAAAAAAJE/hAKAjFpjDCo/s72-c/PPanListrik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-6163467083295494556</id><published>2008-12-12T16:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T16:06:43.961-08:00</updated><title type='text'>Pembidik Target Buatan LIPI</title><content type='html'>Peneliti LIPI mengembangkan pengontrol sistem optronik. Bisa dipakai pada tank, kapal perang, dan sistem pertahanan udara TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah satu di antara seratus invensi yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selama tiga hari belakangan (4-6/8), berkaitan dengan ulang tahunnya yang ke-41 sekaligus merayakan 100 tahun Kebangkitan Nasional, 10 windu Sumpah Pemuda, dan 10 Tahun Reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di sudut dalam ruang Puri Agung, Hotel Sahid, alat ini antara lain terdiri dari kamera tersembunyi dan dua layar monitor yang dilengkapi dengan tuas kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan kedua layarnya dihiasi tanda silang semacam bidikan dalam radar peralatan tempur. Setiap orang yang melintas secara tak sadar dibidiknya dengan mudah laksana sasaran musuh yang bergerak. Sejatinya, tinggal tekan tombol, kehancuran segera menyusul. Tapi, belum sejauh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat yang jeroannya antara lain diisi dengan embedded controller berbasis komputer, ethernet buzz, dan router itu masih sebatas model. "Alat ini memang kami buat untuk bisa dipakai oleh armada pertahanan udara TNI Angkatan Darat, tank, ataupun kapal perang milik TNI Angkatan Laut," ujar Achmad Harimawan, Kepala Bidang Instrumentasi di Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi, dan Metrologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin lalu, Achmad memperkenalkan invensi itu sebagai Optronic Computer Consul Director Control Tracking. Ini seperti alat yang digunakan oleh pasukan artileri zaman dulu yang harus memutar poros meriam atau peluncur roketnya demi membidik pesawat musuh yang melesat di langit. Bedanya, alat ini terkomputerisasi dan bisa dikendalikan dari jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pengontrol dan pengukur jarak ini tergolong invensi yang sudah disiapkan sejak lama, meskipun baru dikembangkan setahun lalu. "Ini bukan invensi yang lahir dari ide sesaat," kata Achmad sembari menambahkan, "Kami sudah sampai pada uji lapangan dan tahun depan tinggal melengkapinya dengan laser pengukur jarak serta kamera inframerah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Achmad, Optronic Computer Consul dari pusat penelitian yang berbasis di Serpong, Banten, ini sangat pas untuk menggantikan komponen serupa seperti LIOD (Light Optronics Director) buatan Belanda yang sampai sekarang masih diandalkan di kapal-kapal perang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei sudah dilakukan dan diskusi dengan pihak terkait di TNI juga sudah dijalankan sejak awal. Hasilnya, sistem pengontrol dan pengukur jarak ini berpotensi menggantikan alat yang sekarang ada. Selain tidak kalah dalam hal presisi dan kecepatan tracking, harganya pun akan jauh lebih murah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-6163467083295494556?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/6163467083295494556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=6163467083295494556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6163467083295494556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6163467083295494556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/12/pembidik-target-buatan-lipi.html' title='Pembidik Target Buatan LIPI'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5838709021507634629</id><published>2008-12-11T08:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T08:44:01.244-08:00</updated><title type='text'>Kapal bersayap WiSE 8, satu lagi dari BPPT</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUFCnSvA8gI/AAAAAAAAAI0/3c1B1SlZqVM/s1600-h/Belibis2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUFCnSvA8gI/AAAAAAAAAI0/3c1B1SlZqVM/s400/Belibis2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278573481066295810" /&gt;&lt;/a&gt; (Belibis 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Hasil riset rancang bangun Kapal Bersayap WiSE-8, sarana transportasi air antarpulau yang mampu terbang dengan ketinggian khusus 1-3 meter di atas permukaan air oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT, dipesan investor. Hal ini bagian dari Program Pendamping Entrepreneurship atas prakarsa Ciputra—penerima gelar Perekayasa Utama Kehormatan BPPT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Prototipe Kapal Bersayap WiSE-8 (Wing in Surface Effect-8) yang sudah diuji berkapasitas delapan tempat duduk. Sementara pesanan investor itu 22 tempat duduk,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPPT Wahono Sumaryono, Jumat (7/11) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahono mengatakan, keterbatasan tempat duduk pada Kapal Bersayap WiSE-8 hanya karena persoalan efisiensi dana riset. ”Saat ini masih dibahas mengenai kebutuhan investasi untuk mengembangkan kapal bersayap dengan 22 tempat duduk. Investor itu bersedia mendanainya,” kata Wahono, yang memprediksikan riset pengembangannya dapat diselesaikan dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUFBlIIFoCI/AAAAAAAAAIs/Sj9SH7Sikik/s1600-h/Belibis1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUFBlIIFoCI/AAAAAAAAAIs/Sj9SH7Sikik/s400/Belibis1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278572344347303970" /&gt;&lt;/a&gt; (Belibis 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek pemampatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal Bersayap WiSE menggunakan teknologi pemanfaatan efek pemampatan udara permukaan yang terjadi pada obyek yang terbang rendah. Kecepatan terbang Kapal Bersayap WiSE-8 maksimal 80 knot atau berkisar 144 kilometer per jam, dan tidak butuh landasan terbang di darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Oktober 2007, Kapal Bersayap WiSE-8 model Belibis NA-5 dan NA-6 berhasil diujiterbangkan di Waduk Jatiluhur, Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, Ciputra mengemukakan, komitmen memesan Kapal Bersayap itu hasil pertemuan para pengusaha dengan BPPT di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) di Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (6/11). Pada pertemuan itu hadir sekitar 20 anggota Ernst &amp; Young Entrepreneur of The Year Academy Indonesia Chapter.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5838709021507634629?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5838709021507634629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5838709021507634629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5838709021507634629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5838709021507634629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/12/kapal-bersayap-wise-8-satu-lagi-dari.html' title='Kapal bersayap WiSE 8, satu lagi dari BPPT'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUFCnSvA8gI/AAAAAAAAAI0/3c1B1SlZqVM/s72-c/Belibis2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-4801366620087247789</id><published>2008-12-11T08:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T08:16:55.282-08:00</updated><title type='text'>LAPAN IS AWFULLY READY TO LAUNCH SATTELITE ROCKET BOOSTER RX 420</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUE8TXOkhKI/AAAAAAAAAIk/x4h3ZD--gUY/s1600-h/lapan-draw-02-a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 331px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUE8TXOkhKI/AAAAAAAAAIk/x4h3ZD--gUY/s400/lapan-draw-02-a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278566541605242018" /&gt;&lt;/a&gt; (Roket RX 420 berdaya jelajah 120 km)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mempersiapkan roket generasi keenam yang merupakan bagian dari roket pengorbit satelit. Uji statik roket eksperimen generasi keenam yang berupa roket berdiameter 420 mm yang disebut Rx-420 ini akan dilaksanakan pada 16 Desember mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun, pekan lalu, menjelaskan, selain Rx-320 yang berhasil diluncurkan pada bulan April 2008, Rx-420 merupakan tahapan penting dalam rencana Lapan untuk mandiri dalam meluncurkan sendiri satelitnya. ”Rx-320 hingga Rx-520 merupakan propulsi utama roket pengorbit satelit mikro,” ujar Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah uji statik, roket yang memiliki jangkauan 120 km dan berbobot 2 ton itu selanjutnya akan menjalani uji peluncuran. Pelaksanaan peluncuran direncanakan Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket ini dapat membawa muatan 50 kg untuk sampai pada orbit yang dicapai, minimal pada ketinggian 250 km. Kecepatan horizontal roket 8 km per detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendanaan disetujui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia memaparkan rencana tersebut, dalam rapat kerja Menristek dengan Komisi VII DPR, didapat persetujuan dari DPR untuk menambah anggaran bagi keperluan pengembangan roket tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUE79zEFOoI/AAAAAAAAAIc/iv6pYVjNvkA/s1600-h/satelitebyLAPAN.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUE79zEFOoI/AAAAAAAAAIc/iv6pYVjNvkA/s400/satelitebyLAPAN.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278566171120319106" /&gt;&lt;/a&gt; (Satelit mikro buatan anak bangsa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk program pembuatan roket hingga peluncurannya, Lapan memerlukan anggaran Rp 30 miliar. Saat ini anggaran untuk pembangunan Rx-420 lebih lanjut dan untuk peluncurannya sedang diproses di Departemen Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau peluncuran Rx-420 berhasil, akan dibangun roket 2 tingkat dengan diameter berturut-turut 420-320 pada akhir 2009. Setelah itu akan disiapkan roket pengorbit satelit (RPS) yang terdiri dari 4 buah propulsi 420 dan satu propulsi 320.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket pengorbit ini akan membawa nano satelit yang persiapannya akan memakan waktu 2 tahun. Direncanakan peluncurannya tahun 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Rx-420 merupakan roket keenam yang dikembangkan Lapan selama ini. Roket generasi terdahulu berturut-turut memiliki diameter 70, 100, 150, 250, dan 320 mm. Roket yang dikembangkan Lapan sejak tahun lalu telah menggunakan bahan bakar roket atau propelan buatan sendiri, yaitu aluminium perklorat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-4801366620087247789?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/4801366620087247789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=4801366620087247789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/4801366620087247789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/4801366620087247789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/12/lapan-is-awfully-ready-to-launch.html' title='LAPAN IS AWFULLY READY TO LAUNCH SATTELITE ROCKET BOOSTER RX 420'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SUE8TXOkhKI/AAAAAAAAAIk/x4h3ZD--gUY/s72-c/lapan-draw-02-a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5669742307495592517</id><published>2008-12-05T19:32:00.000-08:00</published><updated>2009-05-18T05:12:00.350-07:00</updated><title type='text'>PAL-AFV (Armoured Floating Vehicle) Tank Amfibi TNI-AL buatan anak bangsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STnzgv44opI/AAAAAAAAAIU/UYVgKn7rSHk/s1600-h/AFV+PAL.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 304px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STnzgv44opI/AAAAAAAAAIU/UYVgKn7rSHk/s400/AFV+PAL.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276516182377669266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses memodifikasi tank amfibi BTR-50 TNI-AL, kali ini PT.PINDAD bekerjasama dengan PT PAL membangun tank amfibi angkut pasukan terbaru dengan nama Armoured Floating Vehicle (PAL-AFV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibangun dengan mengacu pada BTR-50PM, PAL-AFV mempunyai bentuk dan spesifikasi teknis yang tidak jauh berbeda. Perbedaan mencolok hanya pada penggunaan mesin Diesel inline 8 silinder yang dipakai, sehingga tenaga yang dihasilkan mampu mencapai 300Hp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan jelajahnya pun bertambah dari 400Km menjadi 480Km. Untuk kecepatan bertambah dari 50Km/jam menjadi 60Km/jam dijalan normal. Namun bobot kendaraan juga bertambah menjadi hampir 15 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kemampuan daya angkut personil tidak berbeda dengan BTR-50. Yakni 3 awak tank dan 14 pasukan, dengan kemampuan operasional (endurance) selama 8 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui ada beberapa titik kelemahan yang kemudian dimodifikasi dari BTR-50P. Salah satunya yang krusial adalah garis air yang posisinya sejajar dengan lubang hisap mesin. Namun hal ini telah diperbaiki dan disempurnakan di tank amfibi PAL-AFV ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dijelaskan kapan prototypenya akan dibuat oleh PT.PINDAD, namun berdasarkan info yang diperoleh moderator dari PT.PAL di acara Indo-Defence 2008 kemarin (19-22 November 2008) mudah-mudahan 2009 nanti sudah ada realisasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga makin memperjelas Transfer of Technology (ToT) antara RI (diwakili PINDAD) dan Korea dalam hal penguasaan teknologi suspensi dan roda penggerak rantai. Yaitu guna menunjang pengembangan panser amfibi ini (PAL-AFV), dan rencana PINDAD merealisasikan Light-tank pengganti Scorpion.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5669742307495592517?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5669742307495592517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5669742307495592517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5669742307495592517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5669742307495592517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/12/pal-afv-armoured-floating-vehicle-tank.html' title='PAL-AFV (Armoured Floating Vehicle) Tank Amfibi TNI-AL buatan anak bangsa'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STnzgv44opI/AAAAAAAAAIU/UYVgKn7rSHk/s72-c/AFV+PAL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-2075107557025217779</id><published>2008-11-29T18:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-29T18:20:45.400-08:00</updated><title type='text'>Behind The Bloody September 1965 (Bagian I)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STH4Ma1q2_I/AAAAAAAAAIM/66szztIxfaY/s1600-h/Pengangkatan_Jenazah_Lubang_Buaya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 247px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STH4Ma1q2_I/AAAAAAAAAIM/66szztIxfaY/s400/Pengangkatan_Jenazah_Lubang_Buaya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274269530874108914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUARANYA bergetar. Matanya basah berkaca-kaca. “Pak Ban, selamat tinggal. Jangan sedih. Empat hari lagi kita bertemu.” Kata Letnan Kolonel Untung, telunjuknya menunjuk ke langit. Lalu keduanya diam. Suasana hening. Dari jarak agak jauh para sipir penjara dan tentara-tentara berwajah angker mengawasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang senja hari itu Untung dijemput dari selnya, dan diberitahu eksekusi terhadapnya akan dilaksanakan. Soebandrio terkesiap. Karena ia pun telah diberitahu akan mendapat gilirannya, empat hari berikut sesudah Untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Soebandrio melukiskan perpisahannya dengan Untung pada akhir 1965, seperti tertulis dalam memoarnya “Kesaksianku Tentang G-30-S” (KTG). Kedua mereka memang pernah menjadi sesama penghuni LP Cimahi Bandung, sama-sama dituduh terlibat G-30-S, dan sama-sama dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STH3eoRIpfI/AAAAAAAAAH8/3ofXe_4GQZ8/s1600-h/subandrio2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 185px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STH3eoRIpfI/AAAAAAAAAH8/3ofXe_4GQZ8/s400/subandrio2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274268744204985842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Nukilan dari buku Soebandrio: “Kesaksianku Tentang G-30-S”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung berjalan tegap menuju pintu gerbang, meninggalkan penjara Cimahi. Mungkin rasa gundah telah pupus dari hatinya. Karena tahu, mimpi hidup sudah sirna. Ia tinggal pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya kemudian mendengar, Untung telah dieksekusi di sebuah desa di luar kota Bandung.” Kata Soebandrio merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu ia sendiri gelisah. Ajal akan datang dalam empat hari lagi! Tetapi sebuah keajaiban telah terjadi. Presiden Amerika Serikat Lyndon B. Johnson dan Ratu Inggris Elizabeth, mengirim kawat kepada Presiden Suharto. Mereka minta agar hukuman mati terhadap Soebandrio tidak dilaksanakan. Belakangan keputusan hukuman mati atas Soebandrio diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup. Hukuman seumur hidup ini pun akhirnya batal, karena pada 16 Agustus 1995 ia telah dibebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STH3ulkKf0I/AAAAAAAAAIE/OP7Clmo9xUY/s1600-h/Penangkapan_Simpatisan_PKI.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 227px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STH3ulkKf0I/AAAAAAAAAIE/OP7Clmo9xUY/s400/Penangkapan_Simpatisan_PKI.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274269018357399362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Untung dieksekusi dan masih sama-sama di LP Cimahi, kepada Soebandrio ia sering menegaskan, mustahil Suharto akan tega mengkhianatinya. “Sebab”, kata Soebandrio, “Untung sahabat Suharto, dan Suharto pun mengetahui rencana G-30-S itu.” Selain terhadap Untung, Suharto juga tidak mungkin akan mengkhianati Kolonel Abdul Latief. Untung dan Latief, kedua mereka anak buah Suharto ketika ia menjabat Panglima Divisi “Diponegoro”. Selain itu Untung, yang bertubuh agak pendek, dikenal sebagai prajurit pemberani dan tidak menyukai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Percayalah Pak Ban,” katanya suatu hari, “vonis buat saya itu hanya sandiwara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpisah dari Divisi “Diponegoro” pada tahun ’50-an, Suharto dan Untung bersatu lagi. Ini terjadi tahun 1962 dalam kampanye merebut kembali Irian Barat. Suharto Panglima Komando “Mandala”, dan Untung memimpin pasukan di garis depan. Untung dan pasukannya terkenal gagah berani bertempur di hutan belantara Kaimana, sehingga karenanya pula belakangan Soekarno merekrut Untung menjadi salah sorang Komandan Batalyon Kawal Istana, “Cakrabirawa”. Suharto sendiri kemudian menjadi Panglima Kostrad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika konflik antara Soekarno dan PKI di satu pihak, dengan elite AD di lain pihak semakin meningkat, posisi Untung menjadi strategis. Suharto mulai mendekati Untung, dan berusaha menarik ke pihaknya. Akhir 1964, ketika Untung menikah di Kebumen Jawa Tengah, Suharto dan istri sengaja datang menghadiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Untung, Suharto juga membina Latief, yang saat itu menjadi Komandan Brigade Infantri I Jaya Sakti, Kodam Jaya. Tapi berbeda dengan Untung, yang bawahan semata, Latief ini menggenggam rahasia Suharto. Yaitu dalam hubungan dengan “Serangan Oemoem” 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang dikenal sebagai “Operasi Janur Kuning” itu. Rahasia itu bukan masalah ide siapa, “SO 1 Maret” itu. Sudah diketahui umum, dan sudah pula ditulis di banyak buku, bahwa “SO 1 Maret” adalah gagasan Sultan Hamengkubuwono IX. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang menjadi soal rahasia dalam hubungan Latief - Suharto, yaitu ketika pasukan Latief dalam keadaan kocar-kacir digempur Belanda — dua belas anggota pasukan terluka, dua gugur, dan lima puluh pemuda gerilyawan tewas — sehingga terpaksa mundur ke Pangkalan Kuncen, Latief bertemu Suharto di garis belakang. Di situ dijumpainya Suharto sedang makan soto babat dengan santainya. Padahal perang sedang sengit dan ribuan tentara menyabung nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suharto berusaha merangkul Latief. Bersama Tien, istrinya, Suharto mengunjungi keluarga Latief, ketika punya hajat khitanan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya menilai Suharto mendekati Latief dalam upaya sedia payung sebelum hujan,” tutur Soebandrio.&lt;br /&gt;Targetnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jelas menuju istana,” kata Soebandrio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suharto juga berusaha menarik Brigjen Soepardjo dari Divisi Siliwangi menjadi Pangkopur II. Betul saja. Ketika suhu politik memanas pada pertengahan September 1965 di Jakarta, Latief melapor pada Suharto tentang isu Dewan Jenderal yang akan mengkup Presiden Soekarno. Hampir bersamaan dengan waktu itu, 15 September 1965, Untung juga melapor pada Suharto tentang soal yang sama. Malah Untung mengajukan gagasannya untuk menangkap para anggota Dewan Jenderal, sebelum mereka sempat melancarkan gerakan kudeta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagus kalau kamu punya rencana begitu. Sikat saja, jangan ragu-ragu,” kata Suharto. “Kalau perlu bantuan pasukan, akan saya bantu,” lanjutnya pula.&lt;br /&gt;Untung gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam waktu secepatnya akan saya datangkan pasukan dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.” Suharto meyakinkan (KTG, hal. 49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas perintah Soeharto, beberapa batalyon tentara dari daerah memang datang ke Jakarta, secara bertahap sejak 26 September 1965. “Jelas pasukan ini didatangkan untuk menggempur Dewan Jenderal.” Kata Soebandrio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah G-30-S meletus, Suharto segera berbalik gagang. Digempurnya pelaku G-30-S tanpa ampun, dan dituduhnya gerakan itu sebagai didalangi PKI. Padahal, dua hari sebelum 1 Oktober, Latief kembali melaporkan soal rencana kudeta Dewan Jenderal kepada Suharto. Termasuk rencana penculikan terhadap beberapa jenderal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-2075107557025217779?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/2075107557025217779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=2075107557025217779' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2075107557025217779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2075107557025217779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/11/behind-bloody-september-1965-bagian-i.html' title='Behind The Bloody September 1965 (Bagian I)'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STH4Ma1q2_I/AAAAAAAAAIM/66szztIxfaY/s72-c/Pengangkatan_Jenazah_Lubang_Buaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-2597851726752291377</id><published>2008-11-29T17:52:00.001-08:00</published><updated>2008-11-29T18:07:06.194-08:00</updated><title type='text'>INDRA : Radar Maritim Pertama Buatan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STHyb7P5IvI/AAAAAAAAAHc/NNEhTVV2Cvw/s1600-h/radar+laut"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STHyb7P5IvI/AAAAAAAAAHc/NNEhTVV2Cvw/s400/radar+laut" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274263200202302194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi kejahatan di lautan di Indonesia cukup besar, terlebih dengan jumlah kepulauan yang ribuan banyaknya dan juga sumber alam yang besar. Namun berbalik 180 derajat dengan kemampuan pengamanan dan pengawasannya, dimana kapal patroli jumlahnya tidak sebanding dengan kebutuhan minimal essential force sebuah negara seperti Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miris rasanya mendengar negara kita yang dilecehkan kekuatannya oleh negara-negara lain, bahkan oleh negara kecil seperti Singapura yang luasnya tak lebih luas dari Jabodetabek sampai berani mengusir pesawat patroli maritim TNI AL. Padahal pesawat berada diwilayah udaranya sendiri, dan masih belasan mil dari batas wilayah udaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini pernah di utarakan pilot CN-235 MPA saat saya temui di Indo-Defense 2008 lalu. Belum lagi cerita jamming peralatan radar dan komunikasi yang mereka lakukan saat latihan gabungan TNI di Sangatta, Kaltim. Atau cerita miring seputar hibah radar pantai dari AS yang dipasang di Alur Laut Kepualauan Indonesia (ALKI), dan cerita-cerita lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kata kunci yang harus mampu dilakukan oleh bangsa ini, yakni 'MANDIRI'. Dalam segala hal baik Ekonomi, Hankam, Kesejahteraan, Sosial dan lainnya. Generasi penerus harus bisa lebih maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita mensejahterakan negara lain sebelum negara kita sendiri sejahtera. Kita negara besar, negara kaya akan sumber daya alam dan manusianya. Tentunya kita tidak ingin negara kita jadi miskin ditengah kekayaan yang kita punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radar Maritim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radar sebagai perpanjangan mata dalam mengawasi situasi dan kondisi di lapangan sangat besar manfaatnya. Paling tidak inilah solusi dalam mengatasi keterbatasan anggaran pembelian armada laut yang mahal harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDRA (INDonesia RAdar) adalah sebuah radar maritim buatan anak bangsa yang dibuat untuk dapat diaplikasi di kapal dan pantai.Pengembangan radar ini memanfaatkan Frequency Modulated Continous Wave (FMCW), yaitu suatu teknologi canggih yang menghasilkan jarak jangkauan radar dengan daya pancar sangat rendah (2 watt). Dan semuanya dapat terintegrasikan dengan sistem pertahanan dan keamanan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radar INDRA pernah diujicobakan pada 24 Oktober 2008 lalu di pantai Cilegon, Banten. Ujicobanya juga disaksikan oleh Dinas Litbang TNI AL. Dalam ujicoba ini INDRA berhasil membuktikan kemampuannya mendeteksi dan mengukur jarak sebuah kapal dengan akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pembangunan dan pengembangan radar INDRA, beberapa institusi dalam negeri juga turut membantu seperti : PPET-LIPI, ITB, UI dan IDE. Dalam kerjasama ini Litbang INDRA dilakukan sepenuhnya oleh Insinyur-Insinyur terbaik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diluncurkannya INDRA, Indonesia telah berhasil membuat radar sendiri dengan keunggulan yang mampu bersaing dengan radar buatan luar negeri. Saatnya kita berbangga dengan terobosan yang dilakukan anak bangsa, yang mampu menjawab secara akurat masalah dan ancaman wilayah perairan yang dihadapi dari negara parasit layaknya Draculla penghisap sumber daya alam kita yang kaya raya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-2597851726752291377?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/2597851726752291377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=2597851726752291377' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2597851726752291377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2597851726752291377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/11/indra-radar-maritim-pertama-buatan.html' title='INDRA : Radar Maritim Pertama Buatan Indonesia'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/STHyb7P5IvI/AAAAAAAAAHc/NNEhTVV2Cvw/s72-c/radar+laut' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-2605923500616901453</id><published>2008-09-27T10:36:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T10:50:47.898-07:00</updated><title type='text'>TNI 10 - 25 tahun kemudian</title><content type='html'>TNI-AU&lt;br /&gt;ALUTISTA&lt;br /&gt;F/A-35 Lightning II 36 pesawat&lt;br /&gt;Sukhoi Su-35 BM 90 pesawat&lt;br /&gt;SAAB JAS 29 Grippen 50 pesawat&lt;br /&gt;L-159 B 120 pesawat&lt;br /&gt;Super Tucano 48 pesawat&lt;br /&gt;Total 344 pesawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaanxi Y-9 10 pesawat&lt;br /&gt;C-130 Hercules II 20 pesawat&lt;br /&gt;CN-235 36 pesawat&lt;br /&gt;Ilyushin Il-76 MK 18 pesawat&lt;br /&gt;Boeing 737-900ER 3 pesawat&lt;br /&gt;Total 77 pesawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAS 332 Super Puma II 30 pesawat&lt;br /&gt;Eurocopter EC-120B Colibri 30 pesawat&lt;br /&gt;NBO – 105 Bolkow 30 pesawat&lt;br /&gt;Total 90 pesawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beriev A-50 12 pesawat&lt;br /&gt;Pilatus PC-9 32 pesawat&lt;br /&gt;KAI K-1B 64 pesawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total semua 613 pesawat&lt;br /&gt;Komando Pertahanan Udara Barat / West Air Defence Command&lt;br /&gt;Wing Strike Fighter&lt;br /&gt;Multirole Air Superiority&lt;br /&gt;2 Skuadron F/A-35 Lightning II ( @ 18 pesawat ) di Pekanbaru &amp; Halim Perdanakusuma&lt;br /&gt;Small Skuadron Interceptor&lt;br /&gt;2 Skuadron SAAB JAS 29 Grippen ( @ 10 pesawat ) di Sabang &amp; Karimun&lt;br /&gt;Wing Light Fighter&lt;br /&gt;Ground Attack&lt;br /&gt;1 Skuadron Super Tucano ( @ 24 pesawat ) di Halim Perdanakusuma&lt;br /&gt;Light Attack&lt;br /&gt;1 Skuadron L-159 B ( @ 24 Pesawat ) di Halim Perdanakusuma&lt;br /&gt;Wing Tranport / Logistic&lt;br /&gt;Tanker&lt;br /&gt;1 Skuadron Ilyushin Il-76 MK ( @ 6 pesawat ) di Halim Perdanakusuma&lt;br /&gt;Tactical Transport&lt;br /&gt;1 Skuadron Shaanxi Y-9 ( @ 10 pesawat ) di Halim Perdanakusuma&lt;br /&gt;1 Skuadron CN-235 ( @ 12 pesawat ) di Halim Perdanakusuma&lt;br /&gt;VIP Transport&lt;br /&gt;1 Skuadron Boeing 737-900ER ( @ 3 pesawat ) di Halim Perdanakusuma&lt;br /&gt;Wing Helicopter&lt;br /&gt;Transport Helicopter&lt;br /&gt;1 Skuadron NAS 332 Super Puma II ( @ 10 pesawat )&lt;br /&gt;1 Skuadron Eurocopter EC-120B Colibri ( @ 10 pesawat )&lt;br /&gt;1 Skuadron NBO – 105 Bolkow ( @ 10 pesawat )&lt;br /&gt;Wing Aerial Region&lt;br /&gt;Long range Phased Array Radar di Pekanbaru, Halim Perdanakusuma&lt;br /&gt;Nova Checz Radar di setiap Lanud&lt;br /&gt;S-300PMU-2 Long range SAM di Karimun &amp; Pekanbaru&lt;br /&gt;Point defence Rudal QW-3&lt;br /&gt;AWACS&lt;br /&gt;1 Skuadron Beriev A-50 ( @ 4 Pesawat ) di Halim Perdanakusumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komando Pertahanan Udara Tengah / Center Air Defence Command&lt;br /&gt;Wing Strike Fighter&lt;br /&gt;Multirole Air Superiority&lt;br /&gt;3 Skuadron Sukhoi Su-35 BM ( @ 18 pesawat ) di Sepinggan, Makasar, Iswahjudi&lt;br /&gt;Wing Light Fighter&lt;br /&gt;Light Attack&lt;br /&gt;1 Skuadron L-159 B ( @ 24 Pesawat ) di Iswahyudi&lt;br /&gt;Wing Tranport / Logistic&lt;br /&gt;Tanker&lt;br /&gt;1 Skuadron Ilyushin Il-76 MK ( @ 6 pesawat ) di Iswahyudi&lt;br /&gt;Tactical Transport&lt;br /&gt;1 Skuadron C-130 Hercules II ( @ 10 pesawat ) di Iswahyudi&lt;br /&gt;1 Skuadron CN-235 ( @ 12 pesawat ) di Sepinggan&lt;br /&gt;Wing Helicopter&lt;br /&gt;Transport Helicopter&lt;br /&gt;1 Skuadron NAS 332 Super Puma II ( @ 10 pesawat )&lt;br /&gt;1 Skuadron Eurocopter EC-120B Colibri ( @ 10 pesawat )&lt;br /&gt;1 Skuadron NBO – 105 Bolkow ( @ 10 pesawat )&lt;br /&gt;Wing Aerial Region&lt;br /&gt;Long range Phased Array Radar di Sepinggan&amp; Iswahyudi&lt;br /&gt;Nova Checz Radar di setiap Lanud&lt;br /&gt;S-300PMU-2 Long range SAM di Sepinggan&lt;br /&gt;Point defence Rudal QW-3&lt;br /&gt;AWACS&lt;br /&gt;1 Skuadron Beriev A-50 ( @ 4 Pesawat ) di Iswahyudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komando Pertahanan Udara Timur / East Air Defence Command&lt;br /&gt;Wing Strike Fighter&lt;br /&gt;Multirole Air Superiority&lt;br /&gt;2 Skuadron Sukhoi Su-35 BM ( @ 18 pesawat ) di Makasar &amp; Biak&lt;br /&gt;Small Skuadron Interceptor&lt;br /&gt;3 Skuadron SAAB JAS 29 Grippen (@10 pesawat) di El Tari, Tarnate &amp; Aru&lt;br /&gt;Wing Light Fighter&lt;br /&gt;Ground Attack&lt;br /&gt;1 Skuadron Super Tucano ( @ 24 pesawat ) di Biak&lt;br /&gt;Light Attack&lt;br /&gt;1 Skuadron L-159 B ( @ 24 Pesawat ) di Makasar&lt;br /&gt;Wing Tranport / Logistic&lt;br /&gt;Tanker&lt;br /&gt;1 Skuadron Ilyushin Il-76 MK ( @ 6 pesawat ) di Makasar&lt;br /&gt;Tactical Transport&lt;br /&gt;1 Skuadron C-130 Hercules II ( @ 10 pesawat ) di Makasar&lt;br /&gt;1 Skuadron CN-235 ( @ 12 pesawat ) di Biak&lt;br /&gt;Wing Helicopter&lt;br /&gt;Transport Helicopter&lt;br /&gt;1 Skuadron NAS 332 Super Puma II ( @ 10 pesawat )&lt;br /&gt;1 Skuadron Eurocopter EC-120B Colibri ( @ 10 pesawat )&lt;br /&gt;1 Skuadron NBO – 105 Bolkow ( @ 10 pesawat )&lt;br /&gt;Wing Aerial Region&lt;br /&gt;Long range Phased Array Radar di Makasar, El Tari, Manado, Biak&lt;br /&gt;Nova Checz Radar di setiap Lanud&lt;br /&gt;S-300PMU-2 Long range SAM di Biak&lt;br /&gt;Point defence Rudal QW-3&lt;br /&gt;AWACS&lt;br /&gt;1 Skuadron Beriev A-50 ( @ 4 Pesawat ) di Halim Perdanakusumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wing Training&lt;br /&gt;Training&lt;br /&gt;2 Skuadron L-159 B ( @ 24 Pesawat )&lt;br /&gt;2 Skuadron Pilatus PC-9 ( @ 24 Pesawat )&lt;br /&gt;4 Skuadron KAI K-1B ( @ 24 Pesawat )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TNI-AL&lt;br /&gt;Naval Defence Command&lt;br /&gt;Frigate Ship 24 Ship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 x La Fayette Class&lt;br /&gt;1 x 100 mm TR automatic gun&lt;br /&gt;2 x 20 mm modèle F2 guns&lt;br /&gt;1 x Crotale CN2 launcher (8 missiles on the launcher, 18 missiles in magazine)&lt;br /&gt;Provision for 16 Aster 15 missiles in vertical launchers&lt;br /&gt;8 x Exocet MM40 block II missiles&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 x Horizon Class&lt;br /&gt;8 × Exocet MM40 or 8 × TESEO Mk-2/A anti-ship missiles launchers&lt;br /&gt;2 × Otobreda 76 mm Super Rapid guns&lt;br /&gt;2 × 20 mm modèle F2 guns or 2 × KBA Oerlikon 25/80 mm&lt;br /&gt;PAAMS (Principal Anti-Air Missile System): Sylver A50 vertical launchers with 32 Aster 30 and 16 Aster 15 missiles&lt;br /&gt;2 × MU90 Impact double torpedo tubes&lt;br /&gt;2 × SCLAR-H chaff, decoy and flares launchers&lt;br /&gt;2 × SLAT anty torpedo system&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 x Fridtjof Nansen Class&lt;br /&gt;1 × 8-cell Mk41 VLS 32 × ESSM&lt;br /&gt;8 × Naval Strike Missile SSMs&lt;br /&gt;4 × torpedo tubes for Sting Ray torpedoes&lt;br /&gt;1 × 76mm OTO Melara Super Rapid gun&lt;br /&gt;4 × Browning M2HB HMG&lt;br /&gt;SPARE AEMARMENT&lt;br /&gt;1 spare gun with calibre 76 mm or less(1 spare 76mm OTO Melara Super Rapid gun)&lt;br /&gt;3 spare MK 41 VLS launcher&lt;br /&gt;Low cost ASW&lt;br /&gt;ECM: Active Off-board Decoy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 x Sachsen Class&lt;br /&gt;1 MK. 41 VLS Tactical with 32 cells for 32 RIM-162 ESSM (4 per cell) and 24 SM-2 IIIA surface-to-air missiles&lt;br /&gt;2 RAM launchers with 21 surface-to-air/CIWS-missiles each&lt;br /&gt;2 quadruple Harpoon anti-ship missile launcher&lt;br /&gt;1 OTO-Melara 76 mm dual-purpose gun&lt;br /&gt;2 Mauser MLG 27 27 mm autocannons&lt;br /&gt;2 triple torpedo launchers with EuroTorp MU90 Impact torpedo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 x De Zeven Provinciën Class&lt;br /&gt;5×8 Mk41 vertical launch system with 8 cells each&lt;br /&gt;Standard armament: 8×4 Evolved Sea Sparrow Missile and 32 SM-2 IIIA surface-to-air missiles&lt;br /&gt;Another 8 cell MK41 VLS can be added&lt;br /&gt;2 Goalkeeper CIWS guns&lt;br /&gt;2 quadruple Harpoon anti-ship missile launchers&lt;br /&gt;1 Oto Melara 127 mm/54 dual-purpose gun&lt;br /&gt;2 Oerlikon Contraves 20 mm machine guns&lt;br /&gt;2 twin MK32 Mod 9 torpedo launchers with Raytheon MK46 Mod 5 torpedoes&lt;br /&gt;4 x KDX-III Class&lt;br /&gt;One 5 inch (127mm/L62) Mk-45 Mod 4 (lightweight gun)&lt;br /&gt;One 30 mm Goalkeeper CIWS&lt;br /&gt;One RIM-116 Rolling Airframe Missile launcher&lt;br /&gt;SM-2 Block IIIB in Mk. 41 80-cell Vertical Launching System&lt;br /&gt;Four SSM-700K Hae Sung long-range anti-ship missile launchers with four missiles in each launcher&lt;br /&gt;32 Hyunmoo IIIC land-attack cruise missiles + 16 K-ASROC, known as Hong Sahng-uh in domestic 48-cell Vertical Launching System&lt;br /&gt;32 K745 LW Cheong Sahng-uh torpedoes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corvette Ship 64 ship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 x Sigma Class&lt;br /&gt;Anti-air missile: 2 x quad MBDA Mistral TETRAL, forward &amp; aft&lt;br /&gt;Anti-surface missile: 4 x MBDA Exocet MM40 Block II&lt;br /&gt;Guns: Oto Melara 76 mm (A position)&lt;br /&gt;2 x 20 mm Denel Vektor G12 (Denel licensed copy of Giat M693/F2) (B position)&lt;br /&gt;Torpedoes: EuroTorp 3A 244S Mode II/MU 90 in 2 x B515 launchers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 x Steregushy Class&lt;br /&gt;1 x Arsenal A-190 100mm&lt;br /&gt;2 x MTPU pedestal machine gun 14.5 mm&lt;br /&gt;2 x Kashtan CIWS&lt;br /&gt;6 x 3M54 Klub or 8 x 3M24 Uran&lt;br /&gt;4 x 400mm torpedo tubes&lt;br /&gt;SS-N-29 / RPK-9 Medvedka-VE anti-submarine rockets&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 x Braunschweig Class&lt;br /&gt;1 Otobreda 76 mm gun&lt;br /&gt;2 MLG 27 mm autocannons&lt;br /&gt;2x 21 cell RAM launcher&lt;br /&gt;2x 2 cell launcher with RBS-15 Mk. 3 surface-to-surface missiles&lt;br /&gt;mine laying capability&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 x Visby Class&lt;br /&gt;1 × 57 Mk3&lt;br /&gt;8 × RBS15 Mk2 AShM&lt;br /&gt;4 × 400 mm tubes for Type 43/45 torpedoes&lt;br /&gt;Countermeasure launchers&lt;br /&gt;Mines&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 x Milgem Class&lt;br /&gt;1 x 76 mm (retractable for lower radar cross section, guidance by fire control radar and electro-optical systems), A position&lt;br /&gt;2 x 12.7 mm Aselsan STAMP Stabilized Machine Gun Platform (guidance by Laser/IR/TV and electro-optical systems, automatic and manual modes), B position&lt;br /&gt;Anti-surface missile: 8 x Harpoon Missile (or RBS15 Mk.III)&lt;br /&gt;Anti-aircraft missile: 21 x RAM (Rolling Airframe Missile) PDMS&lt;br /&gt;Torpedoes: 2 x 324 mm Mk.32 triple launchers for Mk.46 torpedoes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 x Korvetnas Class ( Impian Yang Hampir Terwujud )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patrol Craft 100 ship&lt;br /&gt;20 x FPB 57 Class&lt;br /&gt;40 x FPB 60 Class&lt;br /&gt;40 x KAL 36 Class&lt;br /&gt;Total 100 ship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Submarine 12 Ship&lt;br /&gt;6 x Kilo Class&lt;br /&gt;6 553 mm torpedo tubes&lt;br /&gt;18 torpedoes&lt;br /&gt;24 mines&lt;br /&gt;8 SA-N-8 Gremlin or 8 SA-N-10 Gimlet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 x Type 212 Class&lt;br /&gt;6 x 533 mm torpedo tubes (in 2 forward pointing groups of 3) with 12 DM2A4 torpedoes&lt;br /&gt;IDAS missiles&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minesweepers 18 ship&lt;br /&gt;6 x Landsort Class&lt;br /&gt;6 x Tripartite Class&lt;br /&gt;6 x Segura Class&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multirole vessel 20 ship&lt;br /&gt;20 x Tanjung Delpele Class&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-2605923500616901453?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/2605923500616901453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=2605923500616901453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2605923500616901453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/2605923500616901453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/tni-10-25-tahun-kemudian.html' title='TNI 10 - 25 tahun kemudian'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-1373999482459710028</id><published>2008-09-27T09:15:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T09:54:51.722-07:00</updated><title type='text'>NDL 40 bisa ditaruh di atas truk atau helikopter PTDI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SN5jTb0xSNI/AAAAAAAAAHQ/ObeMASDOBxU/s1600-h/puma.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SN5jTb0xSNI/AAAAAAAAAHQ/ObeMASDOBxU/s400/puma.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250743401098332370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SN5fIioPH_I/AAAAAAAAAHI/1YVbtaNx21o/s1600-h/300px-Ndl_40.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SN5fIioPH_I/AAAAAAAAAHI/1YVbtaNx21o/s400/300px-Ndl_40.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250738815899738098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;NDL-40 (LAU 97) adalah senjata artileri medan berupa peluncur roket yang diproduksi oleh IPTN (sekarang PT.DI) dari Indonesia. Senjata ini menggunakan roket diameter 70mm atau 2,75 inchi sebagai pelurunya. Biasanya roket ini menggunakan peluru , roket sistem multi luncur FFAR 2.75" yang diproduksi secara lisensi oleh IPTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NDL-40 bisa meluncurkan 40 roket dari 40 tabung luncurnya secara salvo dengan selang 0,1 sampai 9,9 detik untuk tiap roketnya. Dengan kemampuan ini NDL-40 mampu meluluh-lantakan sebuah daerah seluas 200m x 300m dalam sekejab. Jangkauan terjauh dari senjata ini hanya 6 km walaupun dengan roket khusus jangkauan bisa ditambah menjadi 8 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket jenis ini bisa dikembangkan menjadi Grad 70 versi Indonesia, tinggal ditempelin diatas truk, bisa juga helikopter NAS 332 Super Puma PTDI ditambahkan rentang sayap, kemudian dipasang roket launcher NDL-40 untuk versi helikopternya. NDL-40 berpotensi untuk dikembangkan menjadi Surface to Air Missile untuk TNI AD atau "AIM 114 Hellfirenya" NAS 332 TNI AU.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemampuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 360 derajat azimuth dan -3 sampai +65 derajat elevasi kemapuan tembak&lt;br /&gt;    * Back loading dan modular loading system&lt;br /&gt;    * High mobility dan programmable Firing Control System&lt;br /&gt;    * Sistem lihat samapi lebih dari 6,500 mil&lt;br /&gt;    * operasi dan perawatan yang sederhana dan mudah&lt;br /&gt;    * Fleksibilitas tinggi, penggunaan ground-to-ground atau surface-to-ground&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sistem peluncur 740.0 kg.&lt;br /&gt;    * sistem kontrol penembakan Individual 10.0 kg.&lt;br /&gt;    * sistem bidik 4.5 kg.&lt;br /&gt;    * komando sistem kontrol penembakan 2.0 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem peluncur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Panjang 3,595 mm.&lt;br /&gt;    * Lebar 1,995 mm.&lt;br /&gt;    * Tinggi 1,600 mm.&lt;br /&gt;    * Panjang tabung peluncur 1,806 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahanan peluncur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tabung 400 penembakan.&lt;br /&gt;    * Detainer 4,000 penembakan.&lt;br /&gt;    * Contactor 4,000 penembakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kontrol penembakan Individual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Panjang 265 mm.&lt;br /&gt;    * Lebar 140 mm.&lt;br /&gt;    * Tinggi 150 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pencahayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Panjang 195 mm.&lt;br /&gt;    * Lebar 145 mm.&lt;br /&gt;    * Tinggi 200 mm.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-1373999482459710028?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/1373999482459710028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=1373999482459710028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1373999482459710028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1373999482459710028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/ndl-40-bisa-ditaruh-di-atas-truk-atau.html' title='NDL 40 bisa ditaruh di atas truk atau helikopter PTDI'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SN5jTb0xSNI/AAAAAAAAAHQ/ObeMASDOBxU/s72-c/puma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-1374464045749412534</id><published>2008-09-22T08:29:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T15:51:10.524-07:00</updated><title type='text'>Potensi BUMN strategis Indonesia dalam pembuatan alutsista</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNfKYXLEdQI/AAAAAAAAAGw/h4xrCgrS_2Y/s1600-h/fas+3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNfKYXLEdQI/AAAAAAAAAGw/h4xrCgrS_2Y/s400/fas+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248886410609718530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNfJk3KOLJI/AAAAAAAAAGo/vwzWCE_Hcno/s1600-h/fas+2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNfJk3KOLJI/AAAAAAAAAGo/vwzWCE_Hcno/s400/fas+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248885525842898066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PT PAL adalah perusahaan manufaktur dan konstruksi yang bergerak dalam pembuatan kapal militer, merchant, general engineering, repair dan maintenance. proyek pembangunan korvet "stealth" pertama TNI AL merupakan proyek prestisius yang patut dibanggakan. Seperti proyek-proyek pembangunan kapal merchant sebelumnya, PT PAL sudah mampu membuat kapal merchant dengan bobot mati hingga 50.000 dwt (drought weight ton), bisa dibayangkan, KRI Makassar 509 yang baru tiba dari pabriknya di Korea Selatan hanya berbobot mati 7.900 ton, USS Nimits (kapal induk AS) berobobot mati 80.000 dwt, kalau boleh hitung-hitungan, asal ada modal gede aja saya yakin kita dah bisa buat kapal induk, destroyer, frigat, korvet, dan kapal selam. Sedikit mengenai harga, untuk satu buah kapal induk kelas nimits dibutuhkan dana sekitar 4,5 miliar dolar AS (Rp 41,9 triliun) dengan biaya operasional per tahun mencapai 160 juta dolar AS (Rp 1,5 triliun). Untuk destroyer "siluman" AS kelas zumwalt (destroyer terbaru AS) dibutuhkan dana sekitar 3,2 milyar dolar per unit, frigat "siluman" milik AL Afrika Selatan terbaru seharga 270 juta dolar AS (Rp 2,8 triliun) per unit, korvet "siluman" kelas SIGMA terbaru milik TNI AL seharga Rp 2 triliun per unit, dan kapal selam yang rencananya akan dibeli pemerintah RI dari Korsel seharga 300 juta dolar AS per unit.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNfLBOI2NSI/AAAAAAAAAHA/CiSLyb4pjVM/s1600-h/ohbc+45+rb.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNfLBOI2NSI/AAAAAAAAAHA/CiSLyb4pjVM/s400/ohbc+45+rb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248887112559113506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pengembangannya di Indonesia? Menurut saya fasilitas pendukung PT PAL sudah sangat mumpuni, dengan kemampuan "saat ini" yang sanggup membuat kapal merchant berbobot mati 50.000 dwt PT PAL sudah sepatutnya mendapat kepercayaan dan dukungan habis-habisan pemerintah untuk membangun industri militer berat karya anak bangsa. Untuk senjata seperti meriam, rudal, radar, dan peralatan pendukung elektronik dapat dipercayakan kepada BUMN strategis lain seperti PT Dahana (bahan peledak), PT Krakatau Steel, PT Barata Indonesia, PT Boma Bisma (bahan baku baja dan konstruksi), PT PINDAD (meriam dan artileri pendukung), PT LEN dan PT Inti (radar dan peralatan elektronik), PT DI, LAPAN, BPPT, Puslitbang TNI, dan BATAN (rudal), dan yang pasti Depkeu dan bank-bank milik pemerintah (BNI, BRI, dan Mandiri) untuk dananya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNfKkhzngtI/AAAAAAAAAG4/vwJPI1ZzkR0/s1600-h/star+2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNfKkhzngtI/AAAAAAAAAG4/vwJPI1ZzkR0/s400/star+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248886619622572754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau pemerintah mau konsen dan membuat blue printnya saya optimis dalam kurun waktu 10 tahun Indonesia sudah mampu keluar dari kepandiran teknologi militer.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-1374464045749412534?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/1374464045749412534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=1374464045749412534' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1374464045749412534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1374464045749412534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/potensi-bumn-strategis-indonesia-dalam.html' title='Potensi BUMN strategis Indonesia dalam pembuatan alutsista'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNfKYXLEdQI/AAAAAAAAAGw/h4xrCgrS_2Y/s72-c/fas+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-7029162025412561916</id><published>2008-09-21T15:22:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T15:45:54.400-07:00</updated><title type='text'>PT PAL siap membangun korvet nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNbODIey-UI/AAAAAAAAAGA/lSeksgeH73g/s1600-h/korvet+nas.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNbODIey-UI/AAAAAAAAAGA/lSeksgeH73g/s400/korvet+nas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248608968958474562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertahanan RI Juwono Sudarsono, Rabu ( 27/8 ) menerima tamu dari Italia, Chief Executive Officer Orizzonte Sistem Navali S.p.A Ing. Angelo Fusco di Kantor Departemen Pertahanan, Jakarta. Maksud dari kunjungan kepada menhan, Angelo membahas tindak lanjut pertemuan yang lalu tentang penawaran dan penjualan teknologi perkapalan sesuai perkembangan pembangunan Korvet Nasional yang sejak tahun 2004, telah membuat kesepakatan antara pemerintah Italia dengan PT. PAL dari Indonesia. Menurutnya dalam perjalanan waktu sampai saat ini masih perlu dimatangkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada menhan, Pemerintah Italia juga menawarkan kerja sama dibidang teknologi kaitannya dengan navigasi kapal, yang tujuannya untuk membantu Indonesia dalam Join Produc Strategis Nasional untuk kedepan agar mampu secara bertahap memproduksi sendiri khususnya dalam bidang Korvet Nasional. Pemerintah Italia siap melakukan pertemuan-pertemuan mengenai industri strategis dan juga mengadakan pertemuan lanjutan dalam kegiatan industri strategis yang mengarah ke MoU kedua negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara rinci tahapan yang ditawarkan Italia meliputi kesepakatan transfer teknologi, pengembangan produk dengan konten lokal, dan mengenai pembahasan pemeliharaannya. “Ketiga hal ini Italia siap membantunya”, tambah Angelo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Menhan Juwono kepada tamunya menjelaskan, bahwa pembangunan Korvet Nasional tertunda mengingat adanya keterbatasan anggaran, dan akan menunggu perkembangan lebih lanjut serta diharapkan akan terlaksana pada 2009. Selain itu menhan mengatakan bahwa pemerintah Indonesia masih membutuhkan peta jalan pembangunan korvert nasional untuk mendapat informasi mengenai jangka waktu pelaksanaan, pembiayaan dan pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNbOadvquDI/AAAAAAAAAGI/6iKRoyRYdQw/s1600-h/korvet+2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNbOadvquDI/AAAAAAAAAGI/6iKRoyRYdQw/s400/korvet+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248609369803372594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peta jalan ini lanjut menhan, dimaksudkan untuk membandingkan dengan penawaran negara lain, seberapa efisien dalam proses pembuatan korvert nasional. “kami memerlukan keterlibatan bank lokal dalam pembangunan korvert nasional ini, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki,” tambah menhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menerima penjelasan dari menhan, Angelo memahami kondisi keterbatasan anggaran yang dialami Indonesia, terlebih dalam waktu dekat ini akan terjadi peralihan pemerintahan pasca pemilu tahun depan dan pada prinsipnya pemerintah Italia akan menunggu dan mengikuti prosedur yang berlaku. Diharapkan sebelum April 2009 hasil penetapan pengembangan korvert nasional sudah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungan tersebut Angelo Fusco didampingi oleh Duta Besar Italia Roberto Palmeiri dan Atase Pertahanan Italia di Jakarta RADM Paolo Sandalli. Sementara Itu Menhan didampingi oleh Dirjen Strahan Dephan Mayjen TNI Syarifudin Tippe, S.IP, M.Si, Dirjen Renhan Laksda TNI Gunadi M.D.A, Dirjen Ranahan Dephan Marsda TNI Eris Herryanto S.IP, MA, dan Karo Humas Setjen Dephan Brigjen TNI S. Hariyanto.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-7029162025412561916?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/7029162025412561916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=7029162025412561916' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7029162025412561916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/7029162025412561916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/pt-pal-siap-membangun-korvet-nasional.html' title='PT PAL siap membangun korvet nasional'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNbODIey-UI/AAAAAAAAAGA/lSeksgeH73g/s72-c/korvet+nas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-6303861455212585762</id><published>2008-09-21T09:12:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T09:27:01.289-07:00</updated><title type='text'>LPD (Landing Platform Dock) buatan PT PAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZ1BgryUpI/AAAAAAAAAFw/6uhjiQX9oWI/s1600-h/dock+2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZ1BgryUpI/AAAAAAAAAFw/6uhjiQX9oWI/s400/dock+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248511084560798354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZ02zHSmfI/AAAAAAAAAFo/FLpn-amn3UU/s1600-h/dock+1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZ02zHSmfI/AAAAAAAAAFo/FLpn-amn3UU/s400/dock+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248510900529437170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LPD (Landing Platform Dock) bisa diibaratkan kapal induk kecil-kecilan, kapal ini diproyeksikan untuk angkut personel, tank, panser, dan helikopter, berikut daftarnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Length over All : 125 M&lt;br /&gt;Length between perpendicular : 109.2 M&lt;br /&gt;Breadth : 22.00 M&lt;br /&gt;Depth Tank Deck : 6.7 M&lt;br /&gt;Truck Deck&lt;br /&gt;Draft : 4.9 M&lt;br /&gt;Displacement : 7.300 Ton&lt;br /&gt;Kecepatan maksimum : 15 knots&lt;br /&gt;Endurance days : 30 Day&lt;br /&gt;Cruising range : 10.000 miles&lt;br /&gt;Max Embarcation : 344 person - Crew : 126 person ; Troops &amp; Guest : 218 person&lt;br /&gt;Helicopter : 5 unit&lt;br /&gt;LCVP : 2 unit&lt;br /&gt;Weapon : Canon 100mm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZ1dIqXCrI/AAAAAAAAAF4/W9RrfmakKfA/s1600-h/dock+3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZ1dIqXCrI/AAAAAAAAAF4/W9RrfmakKfA/s400/dock+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248511559148702386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surabaya - PT PAL Indonesia meluncurkan kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) senilai 19,9 juta dolar AS pesanan Departemen Pertahanan (Dephan) untuk memperkuat jajaran TNI AL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapal LPD itu merupakan kapal ketiga dari empat kapal pesanan Dephan dengan Daewoo International Corporation yang dibuat di PT PAL Indonesia," kata Dirjen Sarana Pertahanan (Ranahan) Marsekal Muda TNI Eris Herryanto, di Surabaya, Kamis (28/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dephan telah memesan empat kapal LPD melalui kredit ekspor dengan Daewoo International Corp. Kontrak pembangunan (Manufacturing and Purchasing Contract) itu telah ditandatangani 19 Desember 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari empat kapal yang dipesan, dua di antaranya telah dibangun di Korea dan kini telah beroperasi. Sedangkan dua kapal lainnya dibangun di PT PAL Indonesia sebagai upaya tranfer teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran kapal LPD tersebut sempat mengalami penundaan hingga sembilan kali atau sekitar enam bulan dari rencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kontrak pembangunan dua kapal LPD di PT PAL Indonesia sendiri telah dituangkan dalam perjanjian Nomor : Sper/05/AA/III/2005 pada 28 Maret 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesiapan PAL Indonesia menerima order itu berdasarkan pengalaman sejak 1980 industri kami telah menyelesaikan 150 kapal berbagai jenis dan ukuran," kata Dirut PT PAL Indonesia, Hars Susanto, disela peluncurkan kapal LPD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT PAL Indonesia selama ini telah memproduksi kapal niaga hingga 50 ribu DWT dan kapal perang seperti Kapal atroli Cepat 14 meter, 28 meter dan kapal Fast Patrol Boat (FPB) 57 meter dari berbagai versi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal LPD ketiga dan keempat yang dibangun di PT PAL Indonesia dirancang secara khusus untuk mampu dipasangi senjata 100 mm dan dilengkapi sistem kendali senjata (Fire Control System) yang memungkinkan kapal melakukan pertahanan diri (self defence).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi kapal LPD W000239 memiliki panjang keseluruhan 125 meter, draft maksimum 4,9 meter, kecepatan maksimum 15 knot, embarkasi maksimum 344 personel dan mampu dilandasi 3-5 helikopter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : ANTARA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-6303861455212585762?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/6303861455212585762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=6303861455212585762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6303861455212585762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/6303861455212585762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/lpd-landing-platform-dock-buatan-pt-pal.html' title='LPD (Landing Platform Dock) buatan PT PAL'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZ1BgryUpI/AAAAAAAAAFw/6uhjiQX9oWI/s72-c/dock+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-1597854112310862851</id><published>2008-09-21T08:03:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T08:31:11.333-07:00</updated><title type='text'>Kapal Selam (22 m length) buatan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZk2tFyFDI/AAAAAAAAAFg/6t9eaaeKLPM/s1600-h/Selam+2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZk2tFyFDI/AAAAAAAAAFg/6t9eaaeKLPM/s400/Selam+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248493306726454322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZkomp2WBI/AAAAAAAAAFY/AIjnN9M7Xlk/s1600-h/Selam+1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZkomp2WBI/AAAAAAAAAFY/AIjnN9M7Xlk/s400/Selam+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248493064480512018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi kapal selam:&lt;br /&gt;Panjang: 22 meter &lt;br /&gt;Diameter press hull: 3 meter &lt;br /&gt;draft: 2,6 meter &lt;br /&gt;Displacement atas air: 111 ton, menyelam 133 ton &lt;br /&gt;Radius kecepatan atas air: 1.200 mil/8 knot, max. 12 knot&lt;br /&gt;Radius kecepatan bawah air: 160 mil/4 knot, max. 14 knot &lt;br /&gt;Endurance: 6 minggu &lt;br /&gt;Dalam selam aman: 80 meter, collapse depth 140 meter &lt;br /&gt;Awak kapal: 7 pelaut dan 4 komando &lt;br /&gt;Pendorong: 1x250 watt, diesel generator &lt;br /&gt;Motor listrik: 1x220 kilo watt&lt;br /&gt;Baterry: 220 sel 440 volt DC&lt;br /&gt;Tangki bahan bakar: 20 ton &lt;br /&gt;Propeller: twin screws, counter trans power electric &lt;br /&gt;Senjata: 4 torpedo SUT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jayalah lautku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-1597854112310862851?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/1597854112310862851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=1597854112310862851' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1597854112310862851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1597854112310862851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/kapal-selam-22-m-length-buatan.html' title='Kapal Selam (22 m length) buatan Indonesia'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNZk2tFyFDI/AAAAAAAAAFg/6t9eaaeKLPM/s72-c/Selam+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-5887046940262873919</id><published>2008-09-21T03:27:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T03:29:46.841-07:00</updated><title type='text'>N 219 satu lagi dari PT DI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNYhzL4ysgI/AAAAAAAAAFQ/gI2tyk7GH58/s1600-h/n219vb2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNYhzL4ysgI/AAAAAAAAAFQ/gI2tyk7GH58/s400/n219vb2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248419578994930178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, - Rancangan pesawat N-219 yang dibuat PT Dirgantara Indonesia (DI) akan melakukan uji terbang di laboratorium uji terowongan angin, bulan depan, kata pimpinan Proyek Konfigurasi Pesawat NMX-1 PT DI Untung Widjojono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau konfigurasi kesalahan tidak banyak maka perancangannya dianggap layak diteruskan ke perancangan detil untuk dimanufaktur dan kemudian diasembling sehingga menjadi sebuah prototipe," kata Untung Widjojono di anjungan PT DI di Ritech Expo, di Jakarta, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, prototipe pesawat itu akan diproduksi untuk keperluan komersial jika telah melalui uji dan sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, katanya, pesawat N219 baru akan bisa diserahkan kepada kostumer pertamanya untuk diterbangkan sekira tiga tahun atau empat tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengakui, pesawat seharga 4juta dolar AS itu (CN235 berharga 30 juta dolar AS) bisa saja kesulitan mendapatkan investor untuk dikembangkan secara komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pesawat bermesin dua tersebut, kata dia, telah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di tanah air, karena dirancang untuk digunakan di daerah-daerah terpencil untuk penerbangan perintis di Indonesia timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan itu kebanyakan berelevasi tinggi, seperti pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut dan berlandasan pendek (sekitar 500 meter), juga sesuai dengan kawasan kepulauan yang jadi ciri khas Indonesia, ujar Untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat dengan panjang badan sekitar 15 meter dan panjang sayap 20 meter denganan kecepatan maksimal 395 km per jam tersebut dirancang agar multiguna dengan biaya operasi yang rendah. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : ANTARA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-5887046940262873919?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/5887046940262873919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=5887046940262873919' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5887046940262873919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/5887046940262873919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/n-219-satu-lagi-dari-pt-di.html' title='N 219 satu lagi dari PT DI'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNYhzL4ysgI/AAAAAAAAAFQ/gI2tyk7GH58/s72-c/n219vb2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-4624251470944470724</id><published>2008-09-21T03:09:00.001-07:00</published><updated>2008-09-21T03:19:51.609-07:00</updated><title type='text'>UAV (Unmanned Aircraft) buatan BPPT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNYdnC14OhI/AAAAAAAAAFA/bvhikbxSbqA/s1600-h/UAV-2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNYdnC14OhI/AAAAAAAAAFA/bvhikbxSbqA/s400/UAV-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248414972361849362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi terobosan anak negeri!. Setelah berhasil membuat alat detektor tsunami yang canggih, diikuti dengan keberhasilan membuat roket dan peluru kendali, kini datang lagi berita yang membanggakan bangsa kita. Anak negeri ini tengah mengembangkan pesawat tanpa awak (unmanned aircraft).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat tanpa awak adalah wahana canggih yang saat ini semakin banyak digunakan terutama untuk misi-misi militer. Amerika sudah berkali-kali diberitakan menggunakan pesawat tanpa awak dalam medan pertempuran Irak dan Afganistan. Bahkan diberitakan penggunaan pesawat tanpa awak telah mencapai 500.000 jam terbang di Irak saja. Walaupun akan terjadi penarikan pasukan Amerika di Irak tahun ini, jam operasi pesawat tanpa awak justru diperkirakan akan naik dengan pesat. Bahkan Pentagon menyatakan, tengah membangun rencana besar pengembangan sistem wahana tanpa awak yang lebih canggih untuk 25 tahun ke depan. Pesawat tanpa awak buatan dalam negeri salah satunya adalah prototipe Unmanned Areal Vehicle-530 (UAV-530) yang dikembangkan program riset khusus bidang teknologi pertahanan di bawah Kementrian Negara Riset dan Teknologi, yang melibatkan instansi pemerintah dan swasta nasional, di antaranya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Balitbang TNI AU, dan Balitbang Departemen Pertahanan.  Untuk komponen, rancang bangun, dan rekayasa pesawat tersebut, tim riset didukung oleh PT. Pindad, PT. LEN Industri, PT. Dirgantara Indonesia, dan ITB. Program tersebut di mulai Maret 2007 sampai dengan 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pesawat tanpa awak UAV-530, ada beberapa pesawat tanpa awak yang dikembangkan di Indonesia, yaitu oleh BPPT yang disebut PUNA (Pesawat Udara Nir Awak). Dislitbang TNI AU dan Balitbang Dephan juga mengembangkan Pesawat Terbang Nir Awak. Tidak ketinggalan pula ITB yang bekerja sama dengan Robo Aero Indonesia, dan UAVindo juga mengembangkan prototype pesawat tanpa awak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan pesawat tanpa awak yang lain, UAV-530 memiliki beberapa kelebihan, seperti struktur sayap dapat dilipat sehingga mampu menjelajah wilayah yang sulit ditempuh pesawat kecil. UAV-530 dikendalikan melalui sistem komunikasi yang ditempatkan di darat atau remotely piloted vehicle (RPV).  UAV dilengkapi dua sistem komunikasi, yaitu sistem kendali dan kamera yang secara realtime akan dikendalikan dan menampilkan citra di layar monitor di darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UAV berbahan bakar avtur dan mampu menjelajah medan berbahaya yang tidak mungkin dilakukan pesawat biasa; seperti terbang rendah untuk pemantauan wilayah kebakaran hutan, wilayah perbatasan, dan wilayah konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa mendatang, pesawat tanpa awak ini akan membantu tugas pemantauan wilayah Republik Indonesia yang terdiri dari belasan ribu pulau. Saat ini, pesawat terbang dan satelit yang melakukan pemantauan untuk kepentingan pertahanan keamanan dan pengelolaan sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentunya sangat berbangga dengan mulai banyaknya produk-produk canggih ciptaan anak-anak bangsa. Memang kendala utamanya bukan lah masalah kemampuan, tapi masalah dana. Seperti halnya pesawat tanpa awak ini, kebanyakan riset-riset teknologi canggih dan tepat guna sering kali terhambat perkembangannya karena masalah dana riset yang sangat minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah dibutuhkan sinergi yang disebut sebagai sinergi ABG. ABG berarti akademisi, bisnis dan government atau pemerintah. Dalam hal inovasi dan pengembangan riset teknologi, memang pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. APBN maupun APBD akan sangat terbatas dalam membiayai riset-riset strategis. Sudah waktunya pemerintah menggaet sektor bisnis dan akademisi untuk ikut bergabung dalam pengembangan teknologi tepat guna. Tentunya harus dicari link-nya, bagaimana suatu riset nantinya bermanfaat untuk rakyat, untuk sponsor bisnis dengan memberikan keuntungan riil kepada sponsor bisnis tersebut, dan untuk akademikus sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, selamat dan sukses kepada para pahlawan bangsa, para penemu, periset, pelopor, dan promotor yang telah memberikan dedikasi tinggi untuk keharuman nama bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi teknis BPPT-02A 'Pelatuk' :&lt;br /&gt;• Bentang sayap : 6,92 m&lt;br /&gt;• Panjang : 4,38 m&lt;br /&gt;• Tinggi : 1,21 m&lt;br /&gt;• Berat (maksimum) : 120 kg&lt;br /&gt;• Mesin : unknown (24hp - single)&lt;br /&gt;• Material : Komposit/ fibre&lt;br /&gt;• Altitude : 7000 ft&lt;br /&gt;• Payload : 20 kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi (low altitude) :&lt;br /&gt;• Pemotretan udara&lt;br /&gt;• Pengintaian dan pemantauan (surveillance)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi UAV produksi LAPAN (UAVINDO)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNYfRLFwdlI/AAAAAAAAAFI/0hyUNjiJuaE/s1600-h/uavindo.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNYfRLFwdlI/AAAAAAAAAFI/0hyUNjiJuaE/s400/uavindo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248416795642066514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi UAVINDO :&lt;br /&gt;Lenght : 3 m&lt;br /&gt;Wing span : 2 m&lt;br /&gt;Weight : 50 kg&lt;br /&gt;Engine : Turbo jet 23 kgf&lt;br /&gt;Speed : 0,3 mach (maksimum)&lt;br /&gt;Endurance : 20 menit&lt;br /&gt;Altitude : 3000 m&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-4624251470944470724?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/4624251470944470724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=4624251470944470724' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/4624251470944470724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/4624251470944470724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/uav-unmanned-aircraft-buatan-bppt.html' title='UAV (Unmanned Aircraft) buatan BPPT'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNYdnC14OhI/AAAAAAAAAFA/bvhikbxSbqA/s72-c/UAV-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-800332309596313632</id><published>2008-09-21T02:17:00.001-07:00</published><updated>2008-09-21T03:04:00.938-07:00</updated><title type='text'>Akankah N 2130 mengudara di langit Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNYcAxaU4XI/AAAAAAAAAE4/HzINiFlxLzQ/s1600-h/n+2130.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNYcAxaU4XI/AAAAAAAAAE4/HzINiFlxLzQ/s400/n+2130.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248413215336227186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nasib rancang bangun twinjet&lt;br /&gt;transonik N2130 karya seratus&lt;br /&gt;insinyur IPTN kian menggantung&lt;br /&gt;menyusul kekalahan kabinet&lt;br /&gt;Presiden BJ Habibie dalam&lt;br /&gt;pertarungan politik di Gedung&lt;br /&gt;MPR, 20 Oktober silam. Meski&lt;br /&gt;bukan kesimpulan final, terjadinya&lt;br /&gt;kesimpangsiuran ini setidaknya&lt;br /&gt;diakui Departemen Perindustrian&lt;br /&gt;dan Perdagangan, selaku pihak&lt;br /&gt;yang diserahi tugas dari&lt;br /&gt;Pemerintah untuk segala hal&lt;br /&gt;menyangkut kebijakan masa depan&lt;br /&gt;pesawat tersebut.&lt;br /&gt;Ini adalah perkembangan yang tak terduga mengingat sebelumnya, yakni pada 29&lt;br /&gt;September 1999, pemerintah RI (dalam hal ini Presiden BJ Habibie) nampak masih optimis&lt;br /&gt;ketika menerima limpahan Hak Atas Kekayaan Intelektual N2130 menyusul pembubaran&lt;br /&gt;PT Dua Satu Tiga Puluh yang telah dilakukan pada 15 Desember 1998.&lt;br /&gt;"Kami sendiri bingung. Pak Rahardi Ramelan sudah jarang ke kantor karena banyaknya&lt;br /&gt;acara kenegaraan. Terlebih dari itu kita pun tak tahu siapa yang akan duduk dalam kabinet&lt;br /&gt;mendatang," ujar seorang staf Humas Departemen Perindustrian dan Perdagangan kepada&lt;br /&gt;Angkasa, 21 Oktober silam. Penuturan ini mengesankan bahwa jika kabinet Abdurrahman&lt;br /&gt;Wahid tak berminat dengan N2130, praktis akan tamatlah riwayat proyek prestis ini.&lt;br /&gt;Meputusan penyerahan yang diambil pemerintahan BJ Habibie atas rancang-bangun&lt;br /&gt;N2130 sebenarnya 'tidak terlalu berlebihan'. Selain karena secara administratif memang&lt;br /&gt;Memperindag lebih pas, di lain pihak Rahardi Ramelan tak lain adalah orang dekat BJ&lt;br /&gt;Habibie yang diam-diam telah lama ikut mempersiapkan, membidani, serta memberi&lt;br /&gt;dukungan terhadap proyek DSTP.&lt;br /&gt;Demikianlah, optimisme IPTN untuk membangun secara mandiri jet komersial kapasitas 80-&lt;br /&gt;130 kursi yang sempat meletup-letup sekitar 1995 itu akhirnya kandas sudah. Hal ini&lt;br /&gt;dipertegas dengan perkembangan pada 29 September 1999 dimana PT DSTP yang&lt;br /&gt;diawaki Saadilah Mursjid (mantan Sekretaris Kabinet) sebagai Dirut, Sudharmono (mantan&lt;br /&gt;Wapres RI) sebagai Komisaris, dan sejumlah pejabat dan mantan pejabat lain resmi&lt;br /&gt;mengakhiri pergulatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu bertempat di Gedung Granadi, Jakarta, sebagai kelanjutan keputusan likuidasi&lt;br /&gt;yang telah dijatuhkan pada tanggal 15 Desember 1998, pihak likuidator persisnya menutup&lt;br /&gt;Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa bagi PT DSTP untuk yang terakhir kalinya&lt;br /&gt;dengan tiga keputusan. Pertama, adalah melimpahkan HAKI N2130 kepada negara&lt;br /&gt;Republik Indonesia. Kedua, mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban Likuidator. Dan,&lt;br /&gt;ketiga, menyelesaikan masalah pelunasan dan serta pelepasan tanggung-jawab kepada&lt;br /&gt;likuidator.&lt;br /&gt;Sesuai keputusan, HAKI N2130 selanjutnya diserahkan kepada negara cq. Presiden RI&lt;br /&gt;dimana dalam pengarahannya ditunjuk Menteri Perindustrian dan Perdagangan sebagai&lt;br /&gt;lembaga negara yang menerima dan mengelola. HAKI dimaksud adalah berupa rancangbangun&lt;br /&gt;pesawat (preliminary design) N2130, yang belum sempat direalisasikan menjadi&lt;br /&gt;pesawat.&lt;br /&gt;70 juta dollar&lt;br /&gt;Preliminary-design sendiri ibarat rancang-bangun rumah mewah yang memiliki nilai jual&lt;br /&gt;tertentu meski hanya sebatas data di atas kertas. Seperti pernah dikatakan Dr Ilham A.&lt;br /&gt;Habibie, Kepala Divisi IPTN untuk N2130, preliminary design adalah salah satu tahap&lt;br /&gt;dalam pembuatan pesawat terbang yang telah menyuguhkan data yang cukup mengenai si&lt;br /&gt;pesawat.&lt;br /&gt;"Data tersebut adalah hasil analisis teknis berdasarkan bukti perhitungan teoretis dan&lt;br /&gt;eksperimental. Dengan data seperti ini sebuah perusahaan pesawat terbang telah mampu&lt;br /&gt;menyakinkan para calon pembelinya hingga 95 persen confidence-reference," tutur Ilham,&lt;br /&gt;putra sulung BJ Habibie itu. IPTN sendiri pernah berniat mencari mitra di luar negeri untuk&lt;br /&gt;merealisasikan N2130 dengan sistem bagi hasil, namun sampai sejauh mana&lt;br /&gt;kelanjutannya masih juga gelap.&lt;br /&gt;Menurut catatan Angkasa, untuk menghasilkan rancang-bangun N2130 ini IPTN telah&lt;br /&gt;mengeluarkan tenaga, pikiran, dan uang yang tak kecil. Untuk ini telah dikeluarkan dana&lt;br /&gt;lebih dari 70 juta dollar AS. Uniknya, sesuai keputusan RUPSLB 15 Desember 1998, dana&lt;br /&gt;bagi ini selanjutnya dianggap 'sunk-cost'.&lt;br /&gt;Adapun menyusul pembubaran DSTP, seluruh kekayaan perseroan selanjutnya diaudit&lt;br /&gt;dimana hasil disampaikan kepada Bapepam tanggal 22 April 1999 dan diumumkan lewat&lt;br /&gt;media massa. Pembayaran hasil likuidasi kepada para pemegang sahamnya sendiri&lt;br /&gt;kemudian dilakukan bertahap mulai 9 Agustus hingga 15 Oktober 1999.&lt;br /&gt;Peminat kedirgantaraan di Tanah Air tak pernah bisa melupakan hingar-bingar N2130 yang&lt;br /&gt;diumumkan langsung Presiden Soeharto pada 10 November 1995 di hanggar IPTN,&lt;br /&gt;Bandung. Ketika itu, bertepatan dengan terbang perdana N250, Soeharto mengajak rakyat&lt;br /&gt;Indonesia untuk menjadikan proyek N2130 sebagai proyek nasional. N2130 yang&lt;br /&gt;diperkirakan akan menelan dana dua milyar dollar itu, tandasnya, akan dibuat secara&lt;br /&gt;gotong-royong melalui penjualan dua juta lembar saham dengan harga pecahan 1.000&lt;br /&gt;dollar. Harus diakui, pro-kontra dan sejumlah penyimpangan pun selanjutnya membayangi&lt;br /&gt;proyek yang telah diumumkan Dirut IPTN (ketika itu) BJ Habibie di luar negeri sejak 1991&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;Namun malang tak dapat ditolak. Akibat rapuhnya fondasi, PT DSTP segera limbung saat&lt;br /&gt;badai krismon pada1997. Setahun kemudian akibat adanya ketidakstabilan politik dan&lt;br /&gt;penyimpangan pendanaan, mayoritas pemegang saham langsung meradang dan meminta&lt;br /&gt;PT DSTP untuk melikuidasi diri. Sayonara N2130.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-800332309596313632?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/800332309596313632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=800332309596313632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/800332309596313632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/800332309596313632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/akankah-n-2130-akan-mengudara-di-langit.html' title='Akankah N 2130 mengudara di langit Indonesia'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNYcAxaU4XI/AAAAAAAAAE4/HzINiFlxLzQ/s72-c/n+2130.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-3850946295459299896</id><published>2008-09-21T00:50:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T01:03:22.673-07:00</updated><title type='text'>Jet Tempur Buatan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNX_bi-oAJI/AAAAAAAAAEg/SP97EdmWsJA/s1600-h/lolo.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNX_bi-oAJI/AAAAAAAAAEg/SP97EdmWsJA/s320/lolo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248381789481205906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, DMC – Departemen Pertahanan kini mendapat tawaran pengadaan kendaraan tempur (ranpur) dan pesawat jet latih serba guna yang sebagian komponennya buatan dalam negeri yang diajukan oleh perusahaan swasta nasional sebagai alternatif dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan bagi TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran pengadaan industri strategis tersebut disampaikan PT BAEC, yang pada hari Senin (27/2) diberi kesempatan oleh Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono untuk mempresentasikan proposal yang diajukan, di kantor Dephan RI, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam presentasi ini, Menteri Juwono didampingi 3 pejabat tinggi terkait masing-masing Dirjen Sarana Pertahanan Marsda TNI Pieter LD Wattimena, Dirjen Potensi Pertahanan Prof. Ir. Budi Susilo Soepandji DEA, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Dephan Prof Ir. Lilik Hendrajaya serta Karo Humas Marma TNI Abdul Azis Manaf, SE. Dalam presentasinya, Dirut PT BAEC, Widjojo Hardjo Prakoso menjelaskan kendaraan tempur yang ditawarkan adalah jenis RPP berisi 8 personil yang sebagian diproduksi di Bandung. Sedang pesawat jet yang ditawarkan jenis pesawat latih serba guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mengikuti presentasi, Menhan mengatakan pihaknya meminta Dirjen Ranahan Pieter LD Wattimena agar bersama-sama dengan Kabalitbang Lilik Hendrajaya dan Dirjen Pothan Budi Susilo Soepandji untuk mengevaluasi dari segi kelayakan teknis dan pendanaan serta segi keperluan dari para pengguna dari tiap-tiap Angkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Menteri Juwono, dari segi kelayakan penawaran tersebut sudah cukup menarik. Namun harus dilihat dari segala aspek terutama masalah kelayakan teknis dan hitung-hitungan dananya karena ujung-ujungnya tergantung dari ketersediaan anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Kunjungan Sekjen Dephan ke Thailand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu ketika ditanya DMC tentang pemesanan produk industri strategis dari luar negeri kepada perusahaan nasional, seperti PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang mendapat tawaran dari pemerintah Thailand, Menteri Juwono mengatakan bahwa keuntungan bagi industri kita dengan adanya permintaan seperti itu adalah pembayarannya dapat berlangsung tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Menhan, cara pembayaran tunai seperti itu sampai sekarang belum dapat dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sendiri termasuk Departemen Pertahanan, karena anggaran untuk membeli pesawat harus dianggarkan sesuai APBN. “Jadi tidak mungkin pemerintah Indonesia dapat melakukan pembayaran tunai di muka”, ujar Menhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemesanan pesawat oleh Thailand terjadi ketika tim delegasi Indonesia berkunjung ke negeri gajah putih itu pada pertengahan bulan ini. Tim dipimpin Menko Perekonomian Boediono, beranggotakan Meneg BUMN Sugiharto dan Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mewakili Menteri Pertahanan, serta Dirut PT.DI, PT.PAL dan PT.Pindad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kunjungan tersebut, pemerintah Thailand memesan 6 pesawat CN-235 untuk Dep. Pertanian guna pembuatan hujan buatan atau rainmaking dan untuk Angkatan Bersenjata akan memesan 13 unit CN-235 untuk jenis pesawat angkut militer dan patroli laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika delegasi Indonesia mengatakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Thailand, Sekjen Dephan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa TNI juga mempergunakan pesawat CN-235. Hal itu untuk memberikan keyakinan bahwa pesawat buatan PT DI layak pakai dan layak beli oleh Thailand untuk keperluan operasional angkatan bersenjatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menhan mengatakan, penjelasan tersebut sesungguhnya merupakan promosi dan menjadi semacam dukungan atau endorsement bagi pihak luar negeri agar lebih yakin akan hasil industri strategis Indonesia sehingga mereka membeli dan memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan oleh Menhan, kegiatan penawaran serupa hendaknya dilakukan terhadap negara-negara Asian Tenggara lainnya yang berminat karena setiap keberhasilan penjualan di suatu negara merupakan promosi bagi negara lainnya. Namun keberhasilan hal itu akan sangat tergantung pada tim marketing, ujar Menteri Juwono.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-3850946295459299896?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/3850946295459299896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=3850946295459299896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3850946295459299896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3850946295459299896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/jet-tempur-buatan-indonesia.html' title='Jet Tempur Buatan Indonesia'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNX_bi-oAJI/AAAAAAAAAEg/SP97EdmWsJA/s72-c/lolo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-1833689634143365650</id><published>2008-09-20T23:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T00:33:03.422-07:00</updated><title type='text'>CN 235-220 Kedaulatan udara RI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNX3XckXeHI/AAAAAAAAAEQ/68VaeYvv5CU/s1600-h/radar+thales.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNX3XckXeHI/AAAAAAAAAEQ/68VaeYvv5CU/s320/radar+thales.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248372922947958898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNX3NktcTJI/AAAAAAAAAEI/DsKyjVnSI1Q/s1600-h/cn+235-200.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNX3NktcTJI/AAAAAAAAAEI/DsKyjVnSI1Q/s320/cn+235-200.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248372753334815890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah upaya bangkit dari keterpurukan, PT DI bisa mengembangkan produk andalannya, CN 235. Bahkan, dalam beberapa bulan ke depan, PT DI akan menyerahkan satu unit CN 235-220 versi patroli maritim kepada TNI AU. Pesawat patroli maritim yang bakal memperkuat jajaran TNI AU itu dilengkapi berbagai pengindera produksi Thales, Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ahli PT DI, CN 235 dapat dikembangkan sedemikian rupa hingga mampu menjadi pesawat intai dengan kemampuan perang elektronik, sekaligus penghancur kapal perang. Berbasis CN 235-220 versi angkut militer, CN 235 versi intai maritim dilengkapi dengan FLIR, ESM, SATCOM, dan pengecoh rudal. Bahkan, jika diperlukan CN 235-MPA dapat dipersenjatai dengan rudal antikapal permukaan dan kapal selam, Harpoon atau Excoset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengintai, CN 235- MPA berfungsi untuk mengontrol perbatasan dan zona ekonomi eksklusif, mencegah penyelundupan serta antiteroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNX3guoOXBI/AAAAAAAAAEY/GcQdXXPxLFs/s1600-h/kokpit.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNX3guoOXBI/AAAAAAAAAEY/GcQdXXPxLFs/s320/kokpit.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248373082414799890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, pengembangan industri strategis itu juga bakal menyerap lebih banyak tenaga kerja Indonesia dan menahan sebanyak mungkin modal tetap bergulir di Indonesia. Selain itu, kebijakan itu bakal memberi napas baru bagi berbagai industri strategis dalam negeri, termasuk PT DI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang diperoleh sebagian dapat disisihkan untuk riset guna mengembangkan produk. Setidaknya, saat ini, unit industri pertahanan PT DI, misalnya, telah mampu memproduksi roket FFAR 2,75 yang mampu ditembakkan dari pesawat tempur Hawk 100/200, helikopter NBO 105 dan Nbell 412.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unit itu juga memproduksi roket berkaliber 122 milimeter berjarak jangkau 20,4 kilometer. Ditambah dengan torpedo dan peluncur NDL-40 yang dapat ditempatkan di kapal perang, tidak menutup kemungkinan pada pengembangannya di masa depan, dapat dihasilkan senjata yang lebih canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hal itu memerlukan kebijakan politik dan pembenahan internal, baik di tubuh PT DI sendiri maupun pemerintah. Maraknya calo perdagangan senjata yang menjadi benalu mau tidak mau harus dipotong habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah, apalagi sebagaimana korupsi, ia berurat berakar. Namun tidak bisa ditawar lagi, kondisi harus dibenahi karena semua warga bangsa tidak ingin Indonesia semakin telanjang tanpa pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja jika pemerintah membangun kebijakan untuk memperkuat skuadron pengintai dengan CN 235-MPA berudal dan mengintegrasikannya dengan kapal patroli cepat berpeluru kendali jarak sedang, niscaya laut dan udara Indonesia terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya tidak harus mengejar kecanggihan, tetapi jaringan yang terintegrasi. Nantinya kekuatan itu dapat dirangkai menjadi tameng yang andal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : KOMPAS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-1833689634143365650?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/1833689634143365650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=1833689634143365650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1833689634143365650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/1833689634143365650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/cn-235-220-kedaulatan-udara-ri.html' title='CN 235-220 Kedaulatan udara RI'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNX3XckXeHI/AAAAAAAAAEQ/68VaeYvv5CU/s72-c/radar+thales.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-3639132162352128247</id><published>2008-09-20T00:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T02:20:24.517-07:00</updated><title type='text'>Tomahawk made in Indonesia will no longer exist</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNS-8Kyl19I/AAAAAAAAAD4/uOsSXpq-VWU/s1600-h/ina+thawk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNS-8Kyl19I/AAAAAAAAAD4/uOsSXpq-VWU/s320/ina+thawk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248029406691448786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNSh5cZzNMI/AAAAAAAAADw/sfg50t7c1mI/s1600-h/300px-Tomahawk_Block_IV_cruise_missile.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNSh5cZzNMI/AAAAAAAAADw/sfg50t7c1mI/s320/300px-Tomahawk_Block_IV_cruise_missile.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247997474042492098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Walau masih jauh bila dibandingkan dengan BGM 109 Tomahawk (Si Kapak Indian) buatan Amerika Serikat yang harga satuannya sekitar USD 569.000 (Rp 5.263.250.000), namun patut dibanggakan kreasi anak negeri yang dikomandoi oleh Dr. Rika Andiarti (Kepala Bidang Kendali Pustekwagan - LAPAN). Prototip "Tomahawk" itu adalah Roket RKX 320 (Roket Kendali Eksperimen) berdiameter 320 mm yang mampu terbang dengan daya angkut 52 ton/detik, roket tersebut berdaya jangkau 42,1 km (Jakarta-Bekasi) atau (Pulau Batam-Singapura), bayangkan kalau roket tersebut disisipi warhead berhulu ledak setara dengan 52 ton tnt, ya lumayan lah tower BNI 46 di daerah Manggarai sonoan dikit bisa luluh lantah dibuatnya. Menurut Kepala LAPAN Dr. Adi Sadewo Salatun bahwa pada 2010 LAPAN sudah akan mengembangkan Roket Balistik RX 420 (400 km) dan roket kendali berdaya jelajah 1.000 km. Namun itu semua untuk kepentingan penginderaan (satelit) dan surveillance lho, tapi bisa juga dikembangkan sebagai peluru kendali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi Roket RX 320 LAPAN: &lt;br /&gt;Pembuat: LAPAN (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional)&lt;br /&gt;Panjang: 4.7 M&lt;br /&gt;Diameter: 3.2 M&lt;br /&gt;Berat: 500 Kg&lt;br /&gt;Bahar Bakar: Hydroxy Terminated Poly Butadiene dan Ammonium Perchlorate&lt;br /&gt;Daya Dorong: 52 Ton per detik&lt;br /&gt;Diluncurkan: 19 Mei 2008, 06.15 WIB&lt;br /&gt;Lokasi: Fasilitas uji terbang roket LAPAN, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat&lt;br /&gt;Hasil Peluncuran: Jangkauan 42.1 Km, Ketinggian 15 Km, Lama 115 Detik, Perangkat telemetri di ruang muatan mengirim seluruh data penerbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya jelajah RX 320 Lapan setara dengan Exoceet block 40 terbaru buatan Perancis, namun lebih gilanya lagi Roket RX 320 memiliki tingkat agresifitas yang lebih dahsyat dan performanya lebih halus (mudah untuk dikendalikan sehingga apabila diberi muatan kendali jarak jauh alias rudal, roket ini akan semakin tepat sasaran), seperti yang dikatakan Staf ahli menristek bidang pertahanan Richard Mengko.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, setelah rangkaian uji coba itu mampu mengukur ketinggian dan jarak jangkauannya, nantinya roket akan diberi alat pengendali. Diharapkan, kelak roket memiliki motor jet, yang dikendalikan arahnya dengan diberi koordinat, sehingga sifatnya menjelajah dan mencari sasaran. Selanjutnya, “Bila di kepala roket dipasang bahan peledak, maka jadilah peluru kendali. Itulah tahapan LAPAN berikutnya,” ujar Mawardi optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tak mungkin TNI tertarik memanfaatkannya, mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia membutuhkan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alusista) yang bisa ditempatkan di pulau-pulau terpencil dan di kapal perang untuk menjaga kedaulatan wilayah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, konon, TNI-AL telah memrogramkan rudal permukaan ke permukaan, yang mampu menempuh jarak 20 mil laut. Hulu ledaknya dipesan yang mampu menembus dinding besi. Rudal nasional ini akan dipasang pada empat kapal korvet (kapal cepat) yang dibuat TNI-AL dan PT PAL di Surabaya. Juga, rudal darat ke darat dengan jarak jangkau 20 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut roket-roket buatan anak negeri yang berpotensi dikembangkan untuk keperluan militer: &lt;br /&gt;1. Roket RX 100 (panjang 1.543 mm, diameter 110 mm, daya jelajah 4 km) dapat dikembangkan untuk rudal anti tank atau anti permukaan yang dicantolkan pada helokopter serang, dapat dikembangkan seperti rudal AGM 114 Hellfire (daya jangkau 500 m - 7 km) yang dicantolkan pada helikopter serbu NATO AH-64 Apache atau AH-1 W Cobra.&lt;br /&gt;2. Roket RX 100/100 (panjang 2.731 mm, diameter 110 mm, daya jelajah 14,6 km) dapat dikembangkan untuk rudal udara ke udara seperti yang biasa terdapat pada pesawat tempur, dapat dikembangkan seperti rudal AIM 9 Sidewinder. &lt;br /&gt;3. Roket RX 250 (panjang 4.240 mm, diameter 250 mm, daya jelajah 51,3 km - 300 km) dapat dikembangkan untuk rudal udara ke udara seperti AIM 120 AMRAAM atau balistik sekelas BGM 109 Tomahawk. &lt;br /&gt;4 Roket RX 420 (daya jangkau hingga 1.000 km, proyek dimulai 2010) dapat dikembangkan sebagai ICBM (Intercontinental Ballistic Missile) dapat dimuati hulu ledak nuklir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-3639132162352128247?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/3639132162352128247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=3639132162352128247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3639132162352128247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/3639132162352128247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/tomahawk-made-in-indonesia-will-no.html' title='Tomahawk made in Indonesia will no longer exist'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNS-8Kyl19I/AAAAAAAAAD4/uOsSXpq-VWU/s72-c/ina+thawk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-8724342026471167298</id><published>2008-09-19T21:37:00.000-07:00</published><updated>2008-09-19T23:59:01.543-07:00</updated><title type='text'>Panser 6x6 VAB versi Pindad (Kijang Kapsulnya Panser)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNSdhzKt3yI/AAAAAAAAADo/9HdaG4Dv-Wg/s1600-h/make+6x6.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNSdhzKt3yI/AAAAAAAAADo/9HdaG4Dv-Wg/s320/make+6x6.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247992669789871906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNSc9z4W8kI/AAAAAAAAADg/1JtVRnx3KAo/s1600-h/pindad6x6-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNSc9z4W8kI/AAAAAAAAADg/1JtVRnx3KAo/s320/pindad6x6-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247992051506016834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan panser 6x6 APS (angkut personel sedang) pada awalnya merupakan&lt;br /&gt;perintah Panglima TNI Endriartono Sutarto pada Oktober 2005 ketika&lt;br /&gt;prototipe pertamanya baru saja selesai. Saat itu, Endriartono menyatakan&lt;br /&gt;panser buatan Pindad tak perlu diragukan lagi, hanya perlu&lt;br /&gt;penyempurnaan. Namun, kelanjutan proses persetujuannya baru disetujui&lt;br /&gt;oleh working group TNI dan tim pokja TNI AD pada 4 Agustus lalu. Pindad&lt;br /&gt;hanya diberi waktu dua bulan untuk mengerjakan empat prototipe agar&lt;br /&gt;ketampanan sosok gagah sang Sangkuriang bisa dipamerkan di Cilangkap&lt;br /&gt;saat upacara HUT ke-61 TNI. &lt;br /&gt;Tak pelak lagi, empat divisi Pindad di Kiaracondong, Bandung, Jawa&lt;br /&gt;Barat, terpaksa bekerja siang malam berusaha keras menyelesaikannya&lt;br /&gt;dengan komponennya nyaris 100 persen merupakan produk dalam negeri.&lt;br /&gt;Untunglah, saat ini ‘tidak ada lagi’ sosok Dayang Sumbi yang suka&lt;br /&gt;melakukan ritual doa kepada dewata agar matahari terbit lebih awal&lt;br /&gt;sehingga Pindad bisa memenuhi janjinya kepada TNI.&lt;br /&gt;Please…, usir jauh-jauh si-Dayang Sumbi itu, agar tak mampu mensabotase&lt;br /&gt;bulatnya tekad dalam memajukan produksi dalam negeri dan mendorong&lt;br /&gt;kemandirian alutsista angkatan perangnya Republik yang kita cintai ini. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam iklan Toyota, panser Sangkuriang buatan Pindad juga mengalami&lt;br /&gt;revolusi mirip dengan mobil terlaris di Tanah Air, Toyota Kijang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir 2003 Pindad membuat mobil lapis baja beroda empat berbasis&lt;br /&gt;truk Isuzu 3/4 (biasa dipakai Kopaja dan Metromini) yang diberi nama&lt;br /&gt;APR-1 V1 (angkut personel ringan). Bentuk APR-1 tak bisa dibilang&lt;br /&gt;tampan. Bisa disejajarkan dengan generasi pertama 'Kijang Doyok'. Namun&lt;br /&gt;40 APR-1 sempat membuktikan ketangguhannya dalam darurat militer di Aceh&lt;br /&gt;selama 2004. Dengan sasis yang sama, Pindad membuat APR-2, minibus lapis&lt;br /&gt;baja untuk Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2005, untuk pertama kali dikembangkan panser 6x6, yaitu APS-1 V1&lt;br /&gt;(angkut personel sedang) dan APS. Keduanya merupakan kendaraan identik&lt;br /&gt;yang memakai sasis truk 5 ton Perkasa dari Texmaco. Bedanya, APS hanya&lt;br /&gt;mempunyai satu kabin depan untuk pengemudi. Dua pasang roda belakang&lt;br /&gt;APS-1 dan APS mengelompok terpisah dari sepasang roda depan (asimetris).&lt;br /&gt;Lebih mirip truk berlapis baja daripada panser. Seumpama Kijang, APS-1&lt;br /&gt;bisa diumpamakan generasi ‘Kijang Super’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APS mempunyai keunikan dengan dua pintu geser samping untuk penumpang,&lt;br /&gt;selain pintu belakang yang standar. Desain yang aneh untuk kendaraan&lt;br /&gt;tempur. Lebih cocok sebagai limusin lapis baja untuk mengangkut jenderal&lt;br /&gt;ke medan perang daripada sebuah kendaraan tempur. Anggap saja generasi&lt;br /&gt;‘Kijang Kapsul’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi panser 6x6 seri nol kali ini benar-benar revolusi. Panser sejati&lt;br /&gt;dengan body monokok dan enam roda simetris yang mengelompok menjadi&lt;br /&gt;satu. Suspensi semua rodanya pun sudah independen. Posisi mesin tak lagi&lt;br /&gt;di kolong seperti truk, tapi sejajar kabin penumpang sehingga bisa&lt;br /&gt;dibuat versi amfibi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia Kijang, Panser 6x6 ini ‘lebih maju daripada Kijang Innova’&lt;br /&gt;yang belum berani meninggalkan sasis tangga (ladder frame). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi :&lt;br /&gt;- Berat kendaraan : 10.200 kg&lt;br /&gt;- Berat Tempur : 12.000 kg&lt;br /&gt;- suspensi : independen modular torsion bar&lt;br /&gt;- body : monokok, plat baja 8-10 mm&lt;br /&gt;- kaca : tahan peluru tebal 30-40 mm&lt;br /&gt;- mesin : Perkasa WD 615 260-300 hp&lt;br /&gt;- kecepatan maks : 120 km/jam di jalan raya&lt;br /&gt;- transmisi : manual (6 maju, 1 mundur)&lt;br /&gt;- pintu belakang : hidraulik dan manual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beautiful Revolution, Republika, Senin, 09 Oktober 2006.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;SEOLAH anak-anak yang tengah bergembira menemukan mainan barunya, 10&lt;br /&gt;prajurit pasukan pemelihara perdamaian PBB asal Batalyon Kavaleri 7,&lt;br /&gt;Kodam Jaya, yang rencananya dikirim ke Lebanon akhir Oktober, tampak&lt;br /&gt;tersenyum-senyum sambil duduk-duduk berjajar di dalam kabin panser 6x6&lt;br /&gt;produksi terbaru PT Pindad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jauh lebih adem di dalam sini, mas, daripada di panser VAB yang biasa&lt;br /&gt;kami pakai dan rencananya juga dibawa ke Lebanon. Kalau ini kan ada tiga&lt;br /&gt;AC-nya. Sedangkan di panser kami cuma ada satu AC dan itu pun jenis yang&lt;br /&gt;biasa dipakai di rumah-rumah," ujar salah seorang prajurit sambil&lt;br /&gt;nyengir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua panser jenis VAB milik Yonkav-7 kodam Jaya memang tampak terparkir&lt;br /&gt;tidak jauh dari panser PT Pindad itu. Kedua panser tadi adalah bagian&lt;br /&gt;dari 14 unit panser VAB yang dibeli tahun 1997 lalu. Beberapa personel&lt;br /&gt;pasukan Yonkav-7 yang kali itu mengenakan helm baja warna biru PBB&lt;br /&gt;tampak berjalan mendekat dengan raut wajah menunjukkan ketertarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara peringatan hari jadi ke-61 Tentara Nasional Indonesia, yang&lt;br /&gt;digelar secara sederhana dan tanpa diikuti gelar parade pasukan maupun&lt;br /&gt;persenjataan, Kamis (5/10) kali ini tampaknya ikut berdampak pada&lt;br /&gt;rencana PT Pindad memamerkan teknologi kendaraan tempur terbarunya,&lt;br /&gt;Panser 6x6 PT Pindad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak empat unit (prototipe) kendaraan tempur produksi dalam negeri,&lt;br /&gt;yang konon dibanggakan tidak kalah hebat jika dibandingkan dengan&lt;br /&gt;panser-panser sejenis seperti VAB (Vehicule de l'Avant Blinde) buatan&lt;br /&gt;Renault Trucks, Perancis, tersebut nyaris luput dari perhatian Presiden&lt;br /&gt;Susilo Bambang Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak protokoler Istana Kepresidenan tampaknya tidak mengagendakan&lt;br /&gt;Presiden untuk sekadar singgah dan melongok hasil produksi anak bangsa,&lt;br /&gt;yang menurut Direktur Produk Purboyo sengaja dikebut pembuatannya dalam&lt;br /&gt;dua bulan untuk bisa dipamerkan di momen peringatan HUT TNI itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi waktu baru datang, Presiden hanya sempat lewat dan melongok dari&lt;br /&gt;kaca jendela mobilnya keempat panser kami yang diparkir di sini. Saat&lt;br /&gt;lewat Presiden memelankan laju kendaraannya," ujar Direktur Produk&lt;br /&gt;Militer PT Pindad Pentadi Purbo saat berbincang-bincang dengan wartawan&lt;br /&gt;di kabin personel panser, yang memang terasa sejuk walau udara di luar&lt;br /&gt;panas menyengat di siang hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Purbo, pihaknya bersama-sama sekitar 20 perusahaan industri&lt;br /&gt;dalam negeri lain, yang memang sengaja diundang sejak awal untuk ikut&lt;br /&gt;terlibat, sudah "berjibaku" siang malam menuntaskan pekerjaan membangun&lt;br /&gt;panser jenis Angkut Personel Sedang (APS) itu. Rencananya untuk memenuhi&lt;br /&gt;target rencana men-display keempat unit panser tadi pada upacara HUT&lt;br /&gt;ke-61 TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhitung proses itu dilakukan dua bulan dari disetujuinya pembakuan&lt;br /&gt;disain rancang bangun panser 6x6 oleh tim kelompok kerja TNI pada 4&lt;br /&gt;Agustus kemarin. Setelah disain disetujui baru lah mereka bias bekerja.&lt;br /&gt;Akan tetapi sayangnya kerja keras itu tidak mendapat tempat dan&lt;br /&gt;perlakuan yang layak pada kesempatan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat unit panser buatan anak bangsa, yang masing-masing berbobot mati&lt;br /&gt;sekitar 12 ton itu, bahkan diparkir lumayan jauh dari lokasi upacara&lt;br /&gt;peringatan HUT TNI, sekitar 500 meter di salah satu sisi ruas jalan&lt;br /&gt;masuk dan keluar Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur. Walau&lt;br /&gt;begitu Purbo tetap mengaku optimis karena saat ini pihaknya dan Markas&lt;br /&gt;Besar TNI Angkatan Darat telah menandatangani Letter of Intent (LoI)&lt;br /&gt;rencana kebutuhan panser 6x6 TNI-AD 2006-2009 sebanyak 100 unit. Mabes&lt;br /&gt;TNI-AD menurut dia sudah berkomitmen membeli panser-panser produksi PT&lt;br /&gt;Pindad tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, untuk tahun anggaran 2006 akan dibangun sebanyak 18 unit&lt;br /&gt;terlebih dahulu, termasuk empat unit, yang "luput" dari perhatian banyak&lt;br /&gt;pihak kali ini. Purbo yakin kesepakatan serupa juga dapat terjalin&lt;br /&gt;antara pihaknya dan dua matra angkatan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu mengingat panser produksi PT Pindad sangat fleksibel dan dapat&lt;br /&gt;dirancang-bangun sesuai kebutuhan setiap kesatuan, seperti panser amfibi&lt;br /&gt;untuk pasukan Marinir, panser untuk keperluan ambulans, maupun panser&lt;br /&gt;yang mampu mengangkut senjata anti-serangan udara untuk kebutuhan TNI&lt;br /&gt;Angkatan Udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kelebihan punya kemampuan dimodifikasi sesuai kebutuhan,&lt;br /&gt;kendaraan tempur panser 6x6 PT Pindad ini juga punya banyak kelebihan&lt;br /&gt;kompetitif lain. Beberapa di antaranya, kelebihan teknis bagian kokpit&lt;br /&gt;panser yang terkomputerisasi penuh (full-computerized).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disain bagian kokpit panser juga memungkinkan setiap kru "pilot" panser&lt;br /&gt;dapat mengontrol gerak panser, tampilan layar-layar navigasi, peta,&lt;br /&gt;gambar CCD/TI, dan pemetaan taktis elektronis, yang jauh lebih lebar,&lt;br /&gt;serta pintu hidrolis pada bagian belakang panser, yang memungkinkan&lt;br /&gt;pergerakan keluar masuk pasukan menjadi lebih lincah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cuma itu, di dalam panser ini persoalan kenyamanan juga&lt;br /&gt;diperhatikan. Caranya dengan memasang tiga unit penyejuk ruangan,&lt;br /&gt;masing-masing berkekuatan tiga PK, satu di bagian kabin pengemudi dan&lt;br /&gt;dua di bagian kabin personel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, walau terbilang 100 persen bagian tubuh terbuat dari&lt;br /&gt;bahan baja tebal, suasana di dalam panser tidak terasa panas sama sekali&lt;br /&gt;walau sinar matahari menyengat di luar sana. Tidak lupa juga yang&lt;br /&gt;terpenting, mesin penggerak panser diproduksi di dalam negeri, Perkasa&lt;br /&gt;WD 615 Diesel Cyl 260-300 HP, termasuk juga alat komunikasi HF dan VHF&lt;br /&gt;buatan PT LEN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kelebihan secara teknis, harga per unit panser ini menurut Purbo&lt;br /&gt;juga sangat kompetitif dan jauh lebih murah daripada panser sejenis&lt;br /&gt;buatan luar negeri. Menurut dia, harganya bisa mencapai 50 persen lebih&lt;br /&gt;murah. Hal itu karena kandungan lokal komponen-komponennya jauh lebih&lt;br /&gt;besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena hampir semua proses pembuatan dan komponen panser diproduksi di&lt;br /&gt;dalam negeri, harganya bias jauh lebih murah. Selain itu proses&lt;br /&gt;perawatan dan perbaikannya juga tidak memakan anggaran besar karena&lt;br /&gt;dapat dilakukan di dalam negeri (PT Pindad)," tambah Purbo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau luput dari perhatian Presiden, boleh jadi PT Pindad seharusnya&lt;br /&gt;tetap merasa bangga karena sejumlah prajurit dari Yonkav-7, yang secara&lt;br /&gt;riil bakal menjadi pengguna dan langsung merasakan segala kelebihan&lt;br /&gt;fitur-fitur fasilitas panser hasil produksi dalam negeri itu, langsung&lt;br /&gt;menyatakan apresiasi positif mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pujian yang lebih berarti dari pujian tulus mereka yang tahu&lt;br /&gt;benar tentang apa yang akan disampaikan. Hal itu akan jauh lebih&lt;br /&gt;bermakna ketimbang sekadar pernyataan atau pidato-pidato formal.&lt;br /&gt;Membangun industri pertahanan dalam negeri memang memerlukan lebih dari&lt;br /&gt;sekadar tekad dan pidato bersemangat, komitmen riil jauh lebih&lt;br /&gt;diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panser Adem PT Pindad, Tak Kalah Dengan VAB Perancis, Kompas, Senin, 09&lt;br /&gt;Oktober 2006.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negosiasi pembelian 32 panser VAB (V‚hicule de l'Avant Blind‚) antara&lt;br /&gt;Departemen Pertahanan (Dephan) dengan Renault Trucks Defence, Prancis,&lt;br /&gt;yang dilangsungkan sejak 28 September lalu, hingga kini belum juga&lt;br /&gt;rampung. Padahal Dephan menjanjikan, pekan lalu dilakukan&lt;br /&gt;penandatanganan pembelian 32 panser untuk misi pasukan perdamaian PBB ke&lt;br /&gt;Lebanon (Unifil) itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan sejenak VAB. Tanpa banyak publikasi, empat prototipe panser&lt;br /&gt;buatan dalam negeri yang mirip VAB telah dirampungkan oleh PT Pindad dan&lt;br /&gt;dipajang di tengah-tengah jalan utama Mabes TNI Cilangkap saat upacara&lt;br /&gt;HUT TNI ke-61, Kamis (5/10). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat panser beroda enam (6x6) berkelir hijau loreng itu langsung&lt;br /&gt;menarik perhatian awak tiga panser VAB bercat putih dengan tulisan UN&lt;br /&gt;(United Nation/PBB) yang sedang melintas di Cilangkap. ''Wah, saya baru&lt;br /&gt;pertama kali melihat panser ini,'' ucap seorang komandan panser VAB dari&lt;br /&gt;Batalion Kavaleri 7 Kodam Jaya. Delapan anak buahnya tanpa ragu langsung&lt;br /&gt;memenuhi kabin penumpang yang cukup lega untuk 10 personel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Luasnya sih sama dengan VAB. Tapi di sini lebih adem. '' sahut serang&lt;br /&gt;prajurit. Terang saja, 14 panser VAB ketika dibeli dari Prancis pada&lt;br /&gt;1997 dengan harga 700 ribu dolar AS, dalam kondisi kosong. Terpaksa&lt;br /&gt;dipasangi sendiri dengan satu pendingin ruangan (AC) rumah berkekuatan 1&lt;br /&gt;PK. Sedangkan dalam kabin panser buatan Pindad paling baru, itu dijejali&lt;br /&gt;dengan tiga AC bus dengan total daya sembilan PK. Lumayan sejuk walau&lt;br /&gt;tetap belum bisa mendinginkan body baja yang panas tersengat mentari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk panser 6x6 ini belum diberi nama, hanya inisial seri nol sebagai&lt;br /&gt;penanda basis untuk berbagai varian lanjutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris 100 persen komponennya produk dalam negeri sehingga Pindad berani&lt;br /&gt;mematok setengah harga dari panser buatan luar negeri, termasuk VAB&lt;br /&gt;tentunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panser Pindad ini memang persis dengan VAB. Hanya saja, VAB koleksi TNI&lt;br /&gt;AD versi roda empat (4x4) yang lebih murah dari VAB versi 6x6. Di&lt;br /&gt;samping kiri panser 6x6 ini dilengkapi kubah terbuka (copula) yang bisa&lt;br /&gt;memutar 360 derajat untuk senapan mesin berat (SMB) kaliber 12,7 mm atau&lt;br /&gt;pelontar granat otomatis (AGL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatannya merupakan perintah Panglima TNI Endriartono Sutarto pada&lt;br /&gt;Oktober 2005 ketika prototipe pertama panser 6x6 APS (angkut personel&lt;br /&gt;sedang) selesai. Saat itu, Endriartono menyatakan panser buatan Pindad&lt;br /&gt;tak perlu diragukan lagi, hanya perlu penyempurnaan. Namun desain panser&lt;br /&gt;baru disetujui oleh working group TNI dan tim pokja TNI AD pada 4&lt;br /&gt;Agustus lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindad hanya diberi waktu dua bulan untuk mengerjakan empat prototipe&lt;br /&gt;agar bisa dipamerkan di Cilangkap saat upacara HUT ke-61 TNI Empat&lt;br /&gt;divisi Pindad di Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, terpaksa bekerja&lt;br /&gt;siang malam. Demikian pula dengan 20 subkontraktor lokal lain, termasuk&lt;br /&gt;PT LEN yang memasok radio HF dan VHF serta Texmaco untuk mesin diesel&lt;br /&gt;enam silinder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Anak buah saya sering tak tidur. Mereka bilang, Sangkuriang saja tak&lt;br /&gt;akan bisa buat yang seperti ini,'' kata Direktur Produk Militer Pindad,&lt;br /&gt;Pentadi Purboyono. Tamu-tamu Pindad dari luar negeri pun meragukan.&lt;br /&gt;Normalnya, satu prototipe dibangun dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam legenda, dongeng Sangkuriang yang hendak melamar ibu kandungnya&lt;br /&gt;sendiri, Dayang Sumbi, diberi syarat membangun bendungan dan perahu&lt;br /&gt;hanya dalam waktu satu malam. Walau dibantu ribuan siluman, Sangkuriang&lt;br /&gt;gagal karena kehabisan waktu. Perahu buatannya pun ditendang dan&lt;br /&gt;'menjelma' menjadi Gunung Tangkuban Parahu di utara Kota Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung ‘tidak ada lagi’ Dayang Sumbi yang berdoa kepada dewata agar&lt;br /&gt;matahari terbit lebih awal sehingga Pindad bisa memenuhi janjinya kepada&lt;br /&gt;TNI. Walau beberapa protipe yang dibawa ke Cilangkap masih ada yang&lt;br /&gt;belum selesai, alias isinya masih kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindad pun optimistis tak akan bernasib seperti Sangkuriang yang dikutuk&lt;br /&gt;dan lenyap ditelan bumi. TNI pun puas dan menjanjikan pesanan 100 panser&lt;br /&gt;untuk TNI AD hingga 2009. Pesanan angkatan lain dipastikan segera&lt;br /&gt;menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, tinggal uji coba dan menyiapkan berbagai versi lanjutan seperti&lt;br /&gt;ambulans, komando, kanon, artileri medan, zeni, recovery vehicle,&lt;br /&gt;artileri pertahanan udara untuk Paskhas TNI AU, amfibi untuk Marinir,&lt;br /&gt;dan tak lupa kendaraan perang nubika (nuklir, biologi, kimia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan Panser VAB Prancis, Tengok 'Sangkuriang' Pindad, Republika,&lt;br /&gt;Senin, 09 Oktober 2006.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-8724342026471167298?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/8724342026471167298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=8724342026471167298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8724342026471167298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/8724342026471167298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/panser-6x6-vab-versi-pindad-kijang.html' title='Panser 6x6 VAB versi Pindad (Kijang Kapsulnya Panser)'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNSdhzKt3yI/AAAAAAAAADo/9HdaG4Dv-Wg/s72-c/make+6x6.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8810914186215814803.post-9140984587368641727</id><published>2008-09-17T02:56:00.001-07:00</published><updated>2008-09-17T02:58:16.723-07:00</updated><title type='text'>Etanol dari Singkong</title><content type='html'>Anda tak percaya ? Sekarang mulailah untuk mempersiapkan tikar karena kita akan bertualang sejenak ke kebun belakang rumah. Begini ceritanya….&lt;br /&gt;Negara-negara maju telah mengembangkan energi alternatif yang dapat menggantikan peranan minyak bumi dan sumber bahan alam (terutama galian) yang berfungsi sebagai bahan bakar. Cadangan minyak bumi yang semakin menipis karena peningkatan kebutuhan serta jumlah penduduk dunia yang bombastis (China saja jumlah penduduknya sudah 1 milyar…) adalah faktor pendorong giatnya ilmuwan dalam mencari sumber energi baru yang dapat diperbaharui, murah dan aman bagi lingkungan (terutama yang berasal dari nabati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bahan bakar alternatif yang popular adalah biodiesel, biogas, biofuel, hydrogen dan energi nuklir. Biofuel adalah salah satu turunan dari biomassa. Biofuel merupakan bahan bakar yang berasal dari tumbuhan atau hewan, biasanya dari pertanian, sisa padatan juga hasil hutan.&lt;br /&gt;Coba kita lihat biofuel, khususnya etanol. Melalui proses sakarifikasi (pemecahan gula komplek menjadi gula sederhana), fermentasi, dan distilasi, tanaman-tanaman seperti Jagung, Tebu dan Singkong dapat dikonversi menjadi bahan bakar.&lt;br /&gt;Kebetulan beberapa waktu yang lalu menemukan cara pembuatan etanol dari singkong yang diterapkan oleh Bapak Tatang H Soerawidjaja. Pengolahan berikut ini berkapasitas 10 liter per hari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kupas 125 kg singkong segar, semua jenis dapal dimanfaatkan. Bersihkan dan cacah berukuran kecil-kecil.&lt;br /&gt;   2. Keringkan singkong yang telah dicacah hingga kadar air maksimal 16%. Persis singkong yang dikeringkan menjadi gaplek. Tujuannya agar lebih awet sehingga produsen dapat menyimpan sebagai cadangan bahan baku&lt;br /&gt;   3. Masukkan 25 kg gaplek ke dalam tangki stainless si eel berkapasitas 120 liter, lalu tambahkan air hingga mencapai volume 100 liter. Panaskan gaplek hingga 100″C selama 0,5 jam. Aduk rebusan gaplek sampai menjadi bubur dan mengental.&lt;br /&gt;   4. Dinginkan bubur gaplek, lalu masukkan ke dalam langki sakarifikasi. Sakarifikasi adalah proses penguraian pati menjadi glukosa. Setelah dingin, masukkan cendawan Aspergillus yang akan memecah pati menjadi glukosa. Untuk menguraikan 100 liter bubur pati singkong. perlu 10 liter larutan cendawan Aspergillus atau 10% dari total bubur. Konsentrasi cendawan mencapai 100-juta sel/ml. Sebclum digunakan, Aspergilhis dikuhurkan pada bubur gaplek yang telah dimasak tadi agar adaptif dengan sifat kimia bubur gaplek. Cendawan berkembang biak dan bekerja mengurai pati&lt;br /&gt;   5. Dua jam kemudian, bubur gaplek berubah menjadi 2 lapisan: air dan endapan gula. Aduk kembali pati yang sudah menjadi gula itu, lalu masukkan ke dalam tangki fermentasi. Namun, sebelum difermentasi pastikan kadar gula larutan pati maksimal 17—18%. Itu adalah kadar gula maksimum yang disukai bakteri Saccharomyces unluk hidup dan bekerja mengurai gula menjadi alkohol. Jika kadar gula lebth tinggi, tambahkan air hingga mencapai kadar yang diinginkan. Bila sebaliknya, tambahkan larutan gula pasir agar mencapai kadar gula maksimum.&lt;br /&gt;   6. Tutup rapat tangki fermentasi untuk mencegah kontaminasi dan Saccharomyces bekerja mengurai glukosa lebih optimal. Fermentasi berlangsung anaerob alias tidak membutuhkan oksigen. Agar fermentasi optimal, jaga suhu pada 28—32″C dan pH 4,5—5,5.&lt;br /&gt;   7. Setelah 2—3 hari, larutan pati berubah menjadi 3 lapisan. Lapisan terbawah berupa endapan protein. Di atasnya air, dan etanol. Hasil fermentasi itu disebut bir yang mengandung 6—12% etanol&lt;br /&gt;   8. Sedot larutan etanol dengan selang plastik melalui kertas saring berukuran 1 mikron untuk menyaring endapan protein.&lt;br /&gt;   9. Meski telah disaring, etanol masih bercampurair. Untuk memisahkannya, lakukan destilasi atau penyulingan. Panaskan campuran air dan etanol pada suhu 78″C atau setara titik didih etanol. Pada suhu itu etanol lebih dulu menguap ketimbang air yang bertitik didih 100°C. Uap etanol dialirkan melalui pipa yang terendam air sehingga terkondensasi dan kembali menjadi etanol cair.&lt;br /&gt;  10. Hasil penyulingan berupa 95% etanol dan tidak dapat larut dalam bensin. Agar larul, diperlukan etanol berkadar 99% atau disebut etanol kering. Oleh sebab itu, perlu destilasi absorbent. Etanol 95% itu dipanaskan 100″C. Pada suhu ilu, etanol dan air menguap. Uap keduanya kemudian dilewatkan ke dalam pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau pati. Zeolit akan menyerap kadar air tersisa hingga diperoleh etanol 99% yang siap dieampur denganbensin. Sepuluh liter etanol 99%, membutuhkan 120— 130 liter bir yang dihasilkan dari 25 kg gaplek&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8810914186215814803-9140984587368641727?l=kholifaur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kholifaur.blogspot.com/feeds/9140984587368641727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8810914186215814803&amp;postID=9140984587368641727' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/9140984587368641727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8810914186215814803/posts/default/9140984587368641727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kholifaur.blogspot.com/2008/09/etanol-dari-singkong.html' title='Etanol dari Singkong'/><author><name>kholifaur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02673312145222386732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5h_dKkqGG_A/SNR6LHqxsCI/AAAAAAAAADA/5O24Vedbif4/S220/S3700164.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
